Wali Kota Bekasi dan Wakillnya Beda Data soal Jumlah Pengangguran

Senin, 18 Maret 2019 - 23:05 WIB
Wali Kota Bekasi dan...
Wali Kota Bekasi dan Wakillnya Beda Data soal Jumlah Pengangguran
A A A
BEKASI - Pucuk pimpinan di Pemerintah Kota (Pemkot) berbeda data terkait jumlah pengangguran di wilayahnya. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut pengangguran di daerah itu saat ini mencapai 6 persen dari jumlah penduduk 2,6 juta.

Sedangkan wakilnya, Tri Adhianto mengaku per Desember 2018 jumlah pengangguran di wilayahnya mencapai 9 persen. Angka ini diklaim berdasarkan pendataan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterima pemerintah beberapa waktu lalu.

"Bukannya enam persen? Kamu nambah-nambahin saja. Yah sudah, kompromi saja enam persen," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berkelakar kepada wartawan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK), Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Senin (18/3/2019).

Meski berbeda data, namun Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen menanggulangi persoalan itu. Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Tenaga Kerja dalam meningkatkan peningkatan kapasitas sertifikasi sebanyak 3.500 peserta.

Namun, kata dia, jumlah ini tidak akan cukup dengan target yang dipatok untuk menyasar 150.000 pengangguran di wilayah setempat selama lima tahun. "Makanya saya berpikir lebih baik kita kerja sama dengan ini (BBPLK). Kita bangun dua blok lagi seluas dua hektar di Mustikajaya, Kota Bekasi," ujarnya.

Menurut dia, gedung BBPLK yang ada saat ini kurang representatif untuk mengakomodir kebutuhan para pencari kerja dalam meningkatkan ketrampilannya. Apalagi BBPLK ini, kata dia, menampung para pencari kerja dari berbagai daerah untuk mengasah keterampilan.

Rahmat menjelaskan, pemerintah daerah hanya bisa membantu membangun fasilitas tersebut. Sementara untuk panduan teknis dalam pelatihan kerja, akan disesuaikan dengan standarisasi dari BPPLK. "Tadi sudah kita sampaikan, apabila ada perusahaan yang mencari tenaga kerja agar diutamakan warga Bekasi," tegasnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi Sudirman mengatakan, pemerintah daerah tentu memfasilitasi para tenaga kerja dalam mencari pekerjaan. Selain berkoordinasi dengan BBPLK dalam meningkatkan kompetensi pekerja, pemerintah juga menggandeng pihak ketiga dalam penyediaan lapangan pekerjaan.

"Kami koordinasi dengan pihak swasta nanti akan disesuaikan pekerjaannya dengan jurusan mereka di BBPLK," katanya.

Menurut dia, bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap lulusan BBPLK dengan memprioritaskan namanya ke perusahaan swasta. Nama mereka disodorkan karena layak untuk bekerja.

Kepala BBPLK Bekasi Helmiaty Basri mengatakan, terdapat sekitar 2.000 peserta asal Kota Bekasi yang mengenyam pendidikan di lembaganya. Sekitar 60 persen di antaranya kini sudah mendapat pekerjaan. Selain memiliki sertifikasi kompetensi, mereka diterima di perusahaan karena telah bekerja sama dengan pihak swasta.

"Kita bekerja sama dengan beberapa industri yang langsung memberikan mereka pekerjaan. Kita sudah meneken MoU dengan pihak swasta dalam penempatan kerja bagi lulusan BBPLK," katanya.

Sementara untuk 40 persen lulusan BBPLK, kata dia, lebih memilih membuka usaha sendiri. Misalnya menjadi petugas reparasi mesin penyejuk udara atau air conditioner (AC), pembuat kue rumahan, mendirikan kedai kopi dan sebagainya.

"Jumlah itu tidak terdata karena mereka begitu selesai, saat kita hubungi tidak pernah merespons, dan kita tahu mereka buka usaha dari teman-temannya," jelasnya.

Ada empat jurusan kompetensi di lembaganya. Keempat jurusan itu adalah Eletronika, Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), Ilmu Refrigrasi dan Perhotelan. Dari keempat jurusan itu, yang menjadi keunggulan lembaganya adalah Jurusan Elektronika dan TIK.
(thm)
Berita Terkait
Jaga Pasokan Pangan,...
Jaga Pasokan Pangan, 3 Pasar di Bekasi Beroperasi hingga Malam
Wilayah di Bekasi yang...
Wilayah di Bekasi yang Menggunakan Nama Harapan
K-eco Pax Global Bangun...
K-eco Pax Global Bangun Ruangan Lab Komputer di Sekolah Tunas Alam
Agustus 2020, Pembangunan...
Agustus 2020, Pembangunan Underpass Bulak Kapal Dimulai
Wali Kota Bekasi Minta...
Wali Kota Bekasi Minta Mendikbud Rumuskan Kebijakan Keringanan Biaya Kuliah Warganya
Hujan sejak Siang, Sejumlah...
Hujan sejak Siang, Sejumlah Permukiman Warga di Kota Bekasi Mulai Tergenang
Berita Terkini
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
15 menit yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
15 menit yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
18 menit yang lalu
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
1 jam yang lalu
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
2 jam yang lalu
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
12 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved