Penataan Angkutan di Bogor Tak Jalan, Pengamat: Kebanyakan Program

Rabu, 13 Februari 2019 - 18:33 WIB
Penataan Angkutan di...
Penataan Angkutan di Bogor Tak Jalan, Pengamat: Kebanyakan Program
A A A
BOGOR - Badan Pengelola Transportasi Jabobedetabek (BPTJ) tetap fokus mensosialisasikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55/2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) di Kota Bogor. Padahal, banyak program transportasi di Kota Hujan yang jalan di tempat.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, permasalahan transportasi di Kota Bogor lebih dikarenakan tidak fokus dan terlalu banyak program baru. Mulai dari rerouting trayek, konversi angkutan kota, bus wisata, peluncuran angkot modern, hingga yang terbaru adalah peluncuran bus sekolah.

"Hampir semua program, khusus penataan angkutan umum hingga angkutan massal tersebut tidak berjalan maksimal. Bahkan ada beberapa program dari transportasi tersebut tidak berjalan," ujarnya saat dihubungi, Rabu (13/2/2019). (Baca juga: Diprotes Sopir, Operasional Angkot Modern di Bogor Dihentikan)

Ia kembali mencontohkan kasus angkot modern yang sempat beroperasi sepekan kemudian berhenti lagi. Hingga kini kabar angkot modern itu sudah tidak terdengar lagi. "Angkot modern apanya yang modern, jalan saja enggak, kasihan, pasti rugi itu investornya," tandasnya. (Baca juga: Angkot Modern Disetop, Program Rerouting Semakin Tak Jelas)

Bukan hanya itu, ia juga menyoroti adanya bus bantuan dari Kemenhub yang hingga saat ini tidak dimanfaatkan secara maksimal, karena belum dilengkapi surat-surat kendaraan. (Baca juga: Kemenhub Ancam Tarik 10 Bus Hibah untuk Pemkot Bogor)

Terakhir Djoko juga melihat bahwa program bus sekolah yang baru saja diluncurkan oleh Pemkot Bogor melalui Dinas Pendidikan tidak direncanakan dengan matang. Sebab satu bus sekolah ukuran 3/4 dan satu mini bus hanya bisa mengangkut satu kelas saja. "Serba tanggung, hanya bisa angkut satu kelas, ya nanti publik bisa menilai. Seharusnya dalam menjalankan program jangan asal ada," katanya.

Menurut dia, penataan sistem transportasi tidak berjalan dikarenakan tidak jelasnya Master Plan Angkutan Umum di Kota Bogor. "Seharusnya (kepala daerah) ketika terpilih itu (program prioritas penataan transportasi) dipelajari. Kemudian dibuat aturan jangka pangjang, perencanaan jangka panjang, mau dibangun kapan, target pelaksanaan dan penyelesaianya kapan, jadi harus ada namanya master plan angkutan umum," tutupnya.
(thm)
Berita Terkait
2 Rute Baru Transjabodetabek...
2 Rute Baru Transjabodetabek dari Depok ke Jakarta Disetujui untuk Diuji Coba
Peringati HJB, Perum...
Peringati HJB, Perum PPD Gratiskan Bus JR Connexion Selama Sebulan
Transjabodetabek Resmi...
Transjabodetabek Resmi Beroperasi, MTI Tekankan Pentingnya Masterplan Transportasi yang Terintegrasi
Transjabodetabek Bogor-Blok...
Transjabodetabek Bogor-Blok M Mulai Beroperasi, Waktu Tempuh 90 hingga 110 Menit
Dihantam Travel Bodong,...
Dihantam Travel Bodong, Pengusaha Angkutan Umum Berteriak
Kurangi Kepadatan Penumpang,...
Kurangi Kepadatan Penumpang, Angkutan Umum Harus Ditambah
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
25 menit yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
47 menit yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
3 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved