Intensitas Hujan Meningkat, Bogor Siaga Bencana Longsor dan Banjir

Kamis, 17 Januari 2019 - 22:02 WIB
Intensitas Hujan Meningkat,...
Intensitas Hujan Meningkat, Bogor Siaga Bencana Longsor dan Banjir
A A A
BOGOR - Menyusul mulai tingginya intensitas curah hujan dalam sepekan dan diprediksi hingga lima bulan kedepan, Pemkot melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Ganjar Gunawan mengatakan upaya antisipasi ini dilakukan setelah pihaknya bersama BPBD Provinsi Jawa Barat dan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) melakukan rapat koordinasi pada Selasa 15 Januari 2019 lalu.

"Jadi dari hasil rapat itu diprediksi selama lima bulan kedepan atau hingga akhir Mei 2019 semua kota dan kabupaten di Jawa Barat dinyatakan berstatus siaga darurat banjir dan longsor," jelasnya, Kamis (17/1/2019).

Menurutnya, status siaga inilah yang dijadikan pegangan BPBD Kota Bogor melakukan peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, baik itu banjir ataupun longsor.

"Dalam hal peningkatan kesiapsiagaan bencana ini tidak hanya dilakukan BPBD saja, melainkan juga harus dilakukan semua masyarakat di 6 kecamatan," jelasnya.

Menurutnya surat imbauan ke semua kecamatan sudah dikirim agar seluruh masyarakat senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, longsor hingga puting beliung akibat dari puncak musim penghujan dan cuaca ekstrem.

"Kami juga melakukan persiapan mulai dari mobilisasi sumber daya, peralatan, dan juga kegiatan simulasi bersama masyarakat. Sabtu lalu kami baru saja melakukan latihan simulasi bencana longsor di Kelurahan Cibogor dan minggu sebelumnya latihan simulasi banjir di Kelurahan Kedunghalang," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, urusan bencana ini tidak bisa diduga, untuk itu sangat penting adanya kesiapsiagaan bencana dari warga.

Sebab, lanjut dia, tidak bisa hanya bertumpu pada BPBD yang memang terbatas dari segi anggota. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan membentuk kelurahan dan sekolah tangguh bencana.

"Saat ini sudah ada sekitar 11 kelurahan tangguh bencana, kedepan jumlah kelurahan dan sekolah tangguh bencana ini akan terus ditambah," ujarnya.

Ia mengemukakan, dari segi kontur wilayah memang tidak bisa dipungkiri jika Kota Bogor rawan akan bencana longsor dan banjir. Meski begitu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan berupaya memperbaiki infrastruktur dengan membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) dan membersihkan drainase untuk meminimalisir banjir lintasan.

"Saya turut menghimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pusat Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Bogor Hadi Saputra menjelaskan sebagian besar wilayah Bogor akan masih berpotensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang.

"Itu terjadi saat sore dan malam hari. Tak hanya sepekan kedepan, tapi kondisi ini akan terus terjadi hingga akhir Maret- pertengahan April. Bahkan hujan lebat itu bisa disertai puting beliung," jelasnya.

Namun demikian, ia menjelaskan puting beliung itu juga tergantung pergerakan awan. Jika ada awan bergumpal-gumpal hitam seperti yang terjadi beberapa hari terakhir ini. "Kemudian terdengar suara petir, itu sudah tanda-tanda dan itu harus sudah diwaspadai terjadinya puting beliung," ungkapnya.

Menurutnya meski durasi hujan lebat dan angin kencang ini tak berlangsung lama, namun perlu harus tetap diwaspadai. "Iya paling hanya berlangsung 20-30 menit, hujan lebat disertai angin kencang itu, tapi jika konstruksi atap rumah penduduk tak sesuai SNI (kuat), tetap saja bisa berterbangan akibat angin kencang ini," katanya.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat, khususnya para pengendara motor maupun mobil, saat terjadi hujan deras dan angin kencang sebaiknya menepi.

"Tapi saat menepi hindari berteduh dibawah pepohonan, karena khawatir ranting dan batang pohon yang dijadikan tempat berteduh itu menimpanya seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu," katanya.
(ysw)
Berita Terkait
Hujan Deras, 2 Kampung...
Hujan Deras, 2 Kampung di Bogor Diterjang Tanah Longsor
Cuaca Ekstrem, Pemkot...
Cuaca Ekstrem, Pemkot Depok Minta Masyarakat Waspada Potensi Longsor
Tembok Penahan Tanah...
Tembok Penahan Tanah Longsor, Akses Warga Batu Tulis Bogor Terputus
Tim SAR Lanjutkan Pencarian...
Tim SAR Lanjutkan Pencarian 2 Korban Tanah Longsor di Bogor
Diguyur Hujan Deras,...
Diguyur Hujan Deras, Jalan Mbah Dalem Batu Tulis Bogor Longsor
Longsor di Leuwisadeng...
Longsor di Leuwisadeng Bogor, Ini Penjelasan BMKG
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
4 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
5 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
6 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
6 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
7 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
7 jam yang lalu
Infografis
Rute LRT Jabodebek akan...
Rute LRT Jabodebek akan Diperpanjang hingga Grogol dan Bogor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved