Tak Mau Ikut Subuh Keliling, Wali Kota Bekasi Hukum Ratusan Pegawai

Senin, 14 Januari 2019 - 14:30 WIB
Tak Mau Ikut Subuh Keliling,...
Tak Mau Ikut Subuh Keliling, Wali Kota Bekasi Hukum Ratusan Pegawai
A A A
BEKASI - Ratusan pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mendapat sanksi dari kepala daerah setempat saat apel upacara Senin (14/1/2018) pagi. Ratusan pegawai dikenakan baju rompi berwarna oranye dan hijau bertuliskan "Saya Belum Disilpin" dan "Melanggar Disiplin Berat".

Sedikitnya terdapat 200 orang yang mengenakan rompi tersebut dari semestinya 500 pengawai. Sisanya 300 pegawai tidak dikenakan rompi karena keterbatasan jumlah pakaian tanpa lengan tersebut.

"Saya sediakan 200 rompi, rupanya masih kurang karena yang terkena sanksi sampai 500 orang. Nanti kita siapkan banyak agar mereka jera dan mengikuti kebijakan pemerintah," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Menurut dia, warna rompi melambangkan tingkat pelanggaran yang dilakukan aparatur sipil negara (ASN), apalagi disematkan sebuah tulisan. Untuk rompi warna hijau di bagian belakangnya bertuliskan "Saya Belum Disiplin", sedangkan rompi warna oranye bertuliskan "Melanggar Disiplin Berat".

Pegawai yang mendapat sanksi bukan hanya dari kalangan tenaga kerja kontrak (TKK) maupun staf pegawai negeri sipil (PNS) saja, namun sejumlah kepala dinas (eselon II-B), sekretaris dinas hingga kepala bagian (eselon III-A), juga terkena hukuman.

Misalnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sopandi Budiman; Kepala Dinas Kesehatan Tanty Rohilawati; Kepala Dinas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Karto; Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Encu Hermana; Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Karya Sukmajaya; dan Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Sajekti Rubiah.

Tak Mau Ikut Subuh Keliling, Wali Kota Bekasi Hukum Ratusan Pegawai


Selain mengenakan rompi, mereka juga disuruh berdiri di barisan paling depan sehingga sosoknya terlihat oleh seluruh peserta upacara."Mereka dihukum karena tidak loyal pada kepala daerah yang membuat acara setiap Ahad (Minggu), yakni Subuh Keliling (Suling). Apalagi kegiatan yang digelar di masjid-masjid harus diikuti semua aparatur," tegasnya.

Selain tidak ikut kegiatan Suling, pegawai yang tidak ikut apel upacara selama tiga kali berturut-turut juga mendapat hukuman. Jenis pelanggaran ini dianggap cukup berat karena dinilai lalai, sehingga mereka mengenakan rompi warna oranye. "Loyal yang dimaksud bukan berarti membabi buta, tapi loyal terhadap aturan," tegasnya.

Menurut Rahmat, pemberian sanksi ini merupakan sebuah ajakan aktualisasi kerja di kalangan pegawai. Setiap pegawai di perusahaan swasta maupun pemerintah, wajib memiliki prestasi karena berhubungan langsung dengan kepuasan masyarakat. Sehingga, ke depannya seluruh aparatur agar bekerja disiplin, berkarakter, dan bertanggung jawab.

Khusus pada pejabat eselon II-B dan III-A yang terkena sanksi, tegas Wali Kota, bukan karena yang bersangkutan melanggar aturan, namun lantaran anak buahnya tidak hadir dalam upacara tersebut, sehingga perannya digantikan oleh pimpinannya. "Kalau anak buahnya enggak ikut, pejabatnya yang kami berikan sanksi," imbuhnya.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menambahkan, sanksi semaca ini akan diberikan setiap Senin saat pelaksanaan apel upacara. Karena itu, bagi pegawai yang melanggar akan diberikan sanksi sosial tersebut agar mereka mau memperbaiki diri menjadi lebih baik. "Sanksi ini salah satu bentuk efek jera kepada pegawai agar bekerja lebih disiplin," pungkasya.
(thm)
Berita Terkait
Jaga Pasokan Pangan,...
Jaga Pasokan Pangan, 3 Pasar di Bekasi Beroperasi hingga Malam
Wilayah di Bekasi yang...
Wilayah di Bekasi yang Menggunakan Nama Harapan
K-eco Pax Global Bangun...
K-eco Pax Global Bangun Ruangan Lab Komputer di Sekolah Tunas Alam
Agustus 2020, Pembangunan...
Agustus 2020, Pembangunan Underpass Bulak Kapal Dimulai
Wali Kota Bekasi Minta...
Wali Kota Bekasi Minta Mendikbud Rumuskan Kebijakan Keringanan Biaya Kuliah Warganya
Hujan sejak Siang, Sejumlah...
Hujan sejak Siang, Sejumlah Permukiman Warga di Kota Bekasi Mulai Tergenang
Berita Terkini
Pelajar Perakit Bom...
Pelajar Perakit Bom di MAN 3 Padang Belajar dari Internet, Terinspirasi Kasus Bom SMA 72 Jakarta
20 menit yang lalu
Memilukan, Driver Ojol...
Memilukan, Driver Ojol Tewas Ditikam saat Tidur di Pangkalan, Motor dan Ponsel Raib
54 menit yang lalu
Bom Rakitan Meledak...
Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Pelajar Ditangkap Polisi
1 jam yang lalu
Suhu di Papua Barat...
Suhu di Papua Barat Tembus 39,2 Derajat Celsius, Panas Tertinggi di Indonesia
1 jam yang lalu
Cetak Generasi Berkarakter,...
Cetak Generasi Berkarakter, PHG Dirikan Sekolah Dian Harapan di Bandung
1 jam yang lalu
Pendekar 08 Kolaborasi...
Pendekar 08 Kolaborasi dengan Pemda Hadirkan Khitanan Massal Gratis
1 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved