Kian Semerawut, Warga Keluhkan Kemacetan di Tambora
Sabtu, 15 Desember 2018 - 00:23 WIB
Kian Semerawut, Warga Keluhkan Kemacetan di Tambora
A
A
A
JAKARTA - Kemacetan di sekitaran kawasan Tambora kian hari bertambah parah. Penyebabnya selain karena volume kendaraan, kontainer sering berbuat semaunya menyebabkan kesemerawutan.
Kondisi ini berlangsung cukup lama, bahkan kemacetan meluas hingga mencapai kawasan Roxy, Jakarta Pusat dan Pluit, Jakarta Utara.
Pantauan KORAN SINDO, setidaknya ada tiga simpul kemacetan yang ada di kawasan itu, yakni persimpangan Jembatan Dua di Jalan Tubagus Angke, putar arah dekat tugu tawuran di Jalan Latumeten, dan kawasan ITC Roxy Mas.
Kemacetan terparah terjadi di kawasan dekat Mall Season City, Tambora. Di tempat itu, juru parkir seenaknya melakukan ambil alih kendaran. Mereka enggan membiarkan kendaraan melintas tanpa mengeluarkan uang.
Kondisi ini diperparah dengan sejumlah kontainer yang melintas sembarangan. Mereka melakukan manuver berjalan zig zag. Imbasnya lajur jalan dimakan banyak dan membuat kemacetan kian parah.
Bahkan di beberapa titik tertentu, khususnya jalanan Tubagus Angke. Keberadaan kontainer memperburuk kemacetan di sana, arus lalu lintas terbatas lantaran keberadaan kontainer memakan dua lajur karena berjalan zig zag.
"Ini cukup parah. Dulu emang macet, tapi ngga separah ini. Udah mana banyak klakson, preman preman berseliweran. Juru parkir mau kasih jalan kalo di kasih uang," kata Ali Mulia di lokasi Jumat 14 Desember 2018.
Ali yang kala itu melintas menggunakan Honda Brio mengakui kemacetan di Tambora membuat waktunya termakan banyak. Bila di waktu normal melintas di kawasan itu hanya membutuhkan waktu 15 menit, namun kini karena macet, melintasi Mall Season City mencapai 2 jam.
Kemacetan tentang kawasan depan Mall Season City dikeluhkan sejumlah nitizen. Mereka kemudian mentweet akun @TMCPoldaMetro lantaran kemacetan itu.
Dalam tweetnya, mereka meminta polisi turun tangan. Sebab 5 meter dari putar balik di Tugu Tawuran, terdapat pos polisi. Namun bukannya mengatur, polisi di sana malah acuh.
Tak hanya menyindiri ke Polisi. Sejumlah warga juga mengeluhkan Pemprov DKI yang belum melakukan tindakan untuk mengurai kepadatan dan kemacetan di kawasan itu.
"Warga juga stress kalau lewat situ," kata Nurdin, salah satu warga Jembatan Besi saat ditemui di lokasi.
Kemudian di sekitaran jalan inspeksi Banjir Kanal Barat. Terlihat para pedagang kaki lima yang berdagang membuat kemacetan di kawasan iru tak terelakan. Mereka menutupi akses badan jalan sehingga membuat botol neck terjadi di mana mana. Lajur yang semestinya bisa dilalui 2 mobil kini hanya satu.
Camat Tambora, Djaharuddin mengakui kemacetan ini menjadi momok menakutkan. Kondisi ini terjadi tiap hari saat pagi dan sore hari, disaat pulang kerja. Bahkan untuk terhindar kemacetan Djaharuddin memilih pulang agak malam. "Kalau enggak gitu, bisa tua di jalan saya," ucap Djaharuddin.
Sementara itu, mengenai kesemerawutan yang terjadi di Tambora, PLT Kadishubtrans DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko belum berkomentar mengenai ini. Meskipun sejumlah wartawan mencoba menelepon dan menchatnya melalui WhatsApp, namun yang bersangkutan belum membalas.
Kondisi ini berlangsung cukup lama, bahkan kemacetan meluas hingga mencapai kawasan Roxy, Jakarta Pusat dan Pluit, Jakarta Utara.
Pantauan KORAN SINDO, setidaknya ada tiga simpul kemacetan yang ada di kawasan itu, yakni persimpangan Jembatan Dua di Jalan Tubagus Angke, putar arah dekat tugu tawuran di Jalan Latumeten, dan kawasan ITC Roxy Mas.
Kemacetan terparah terjadi di kawasan dekat Mall Season City, Tambora. Di tempat itu, juru parkir seenaknya melakukan ambil alih kendaran. Mereka enggan membiarkan kendaraan melintas tanpa mengeluarkan uang.
Kondisi ini diperparah dengan sejumlah kontainer yang melintas sembarangan. Mereka melakukan manuver berjalan zig zag. Imbasnya lajur jalan dimakan banyak dan membuat kemacetan kian parah.
Bahkan di beberapa titik tertentu, khususnya jalanan Tubagus Angke. Keberadaan kontainer memperburuk kemacetan di sana, arus lalu lintas terbatas lantaran keberadaan kontainer memakan dua lajur karena berjalan zig zag.
"Ini cukup parah. Dulu emang macet, tapi ngga separah ini. Udah mana banyak klakson, preman preman berseliweran. Juru parkir mau kasih jalan kalo di kasih uang," kata Ali Mulia di lokasi Jumat 14 Desember 2018.
Ali yang kala itu melintas menggunakan Honda Brio mengakui kemacetan di Tambora membuat waktunya termakan banyak. Bila di waktu normal melintas di kawasan itu hanya membutuhkan waktu 15 menit, namun kini karena macet, melintasi Mall Season City mencapai 2 jam.
Kemacetan tentang kawasan depan Mall Season City dikeluhkan sejumlah nitizen. Mereka kemudian mentweet akun @TMCPoldaMetro lantaran kemacetan itu.
Dalam tweetnya, mereka meminta polisi turun tangan. Sebab 5 meter dari putar balik di Tugu Tawuran, terdapat pos polisi. Namun bukannya mengatur, polisi di sana malah acuh.
Tak hanya menyindiri ke Polisi. Sejumlah warga juga mengeluhkan Pemprov DKI yang belum melakukan tindakan untuk mengurai kepadatan dan kemacetan di kawasan itu.
"Warga juga stress kalau lewat situ," kata Nurdin, salah satu warga Jembatan Besi saat ditemui di lokasi.
Kemudian di sekitaran jalan inspeksi Banjir Kanal Barat. Terlihat para pedagang kaki lima yang berdagang membuat kemacetan di kawasan iru tak terelakan. Mereka menutupi akses badan jalan sehingga membuat botol neck terjadi di mana mana. Lajur yang semestinya bisa dilalui 2 mobil kini hanya satu.
Camat Tambora, Djaharuddin mengakui kemacetan ini menjadi momok menakutkan. Kondisi ini terjadi tiap hari saat pagi dan sore hari, disaat pulang kerja. Bahkan untuk terhindar kemacetan Djaharuddin memilih pulang agak malam. "Kalau enggak gitu, bisa tua di jalan saya," ucap Djaharuddin.
Sementara itu, mengenai kesemerawutan yang terjadi di Tambora, PLT Kadishubtrans DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko belum berkomentar mengenai ini. Meskipun sejumlah wartawan mencoba menelepon dan menchatnya melalui WhatsApp, namun yang bersangkutan belum membalas.
(mhd)