Mendagri Diminta Jelaskan Soal E-KTP Tercecer di Duren Sawit
Senin, 10 Desember 2018 - 14:34 WIB
Mendagri Diminta Jelaskan Soal E-KTP Tercecer di Duren Sawit
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo diminta menjelaskan perihal temuan sejumlah kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang tercecer di area persawahan di Jalan Bojong Rangkong, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur.
"Kami pimpinan DPR sudah meminta dan mendorong komisi II untuk minta penjelasan kepada Mendagri terkait dengan tercecernya sejumlah KTP elektronik di beberapa tempat, tidak hanya di Duren Sawit, tapi juga beberapa tempat," ujar Ketua DPR Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/12/2018).
Selain itu, kata dia, Komisi II DPR juga sudah didorong untuk memanggil sejumlah pihak, termasuk perusahaan pengadaan e-KTP. Tujuannya, kata dia, agar temuan etersebut tidak dipolitisasi atau dijadikan isu politik menjelang Pemilu.
Disamping itu, pria yang akrab disapa Bamsoet ini mendorong agar sistem Pemilu bisa menggunakan e-voting, sehingga duplikasi e-KTP bisa terhindari. (Baca: Polsek Duren Sawit Telusuri Temuan Satu Karung E-KTP )
"Karena kalau e-voting input data double pasti di-reject. Jadi untuk menghindari praktik-praktik manipulasi e-KTP atau duplikasi harusnya semua stakeholder sudah memikirkan pelaksanaan e-voting untuk Pemilu," kata Politikus Partai Golkar ini.
"Kami pimpinan DPR sudah meminta dan mendorong komisi II untuk minta penjelasan kepada Mendagri terkait dengan tercecernya sejumlah KTP elektronik di beberapa tempat, tidak hanya di Duren Sawit, tapi juga beberapa tempat," ujar Ketua DPR Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/12/2018).
Selain itu, kata dia, Komisi II DPR juga sudah didorong untuk memanggil sejumlah pihak, termasuk perusahaan pengadaan e-KTP. Tujuannya, kata dia, agar temuan etersebut tidak dipolitisasi atau dijadikan isu politik menjelang Pemilu.
Disamping itu, pria yang akrab disapa Bamsoet ini mendorong agar sistem Pemilu bisa menggunakan e-voting, sehingga duplikasi e-KTP bisa terhindari. (Baca: Polsek Duren Sawit Telusuri Temuan Satu Karung E-KTP )
"Karena kalau e-voting input data double pasti di-reject. Jadi untuk menghindari praktik-praktik manipulasi e-KTP atau duplikasi harusnya semua stakeholder sudah memikirkan pelaksanaan e-voting untuk Pemilu," kata Politikus Partai Golkar ini.
(ysw)