Pengamat Nilai Agenda Politik Akan Tetap Bersemayam di Reuni 212
Jum'at, 30 November 2018 - 09:37 WIB
Pengamat Nilai Agenda Politik Akan Tetap Bersemayam di Reuni 212
A
A
A
JAKARTA - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai acara Reuni 212 yang akan digelar pada 2 Desember 2018 mendatang akan ada muatan politis. Meskipun tetap ada peserta Reuni 212 yang datang sebagai panggilan jiwa.
"Agenda politik tetap akan bersemayam di Reuni 212. Bagaimana mungkin bisa lepas dari agenda politik," ungkap Pangi saat dihubungi SINDOnews, Jumat (30/11/2018).
Meskipun begitu, Pangi tetap yakin bahwa ada umat Islam yang datang ke Reuni 212 sebagai panggilan jiwa. "Yang datang niat murni tetap ada. Saya melihat Reuni 212 tetap tersematkan agenda politik," lanjutnya.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini mengingatkan saat pelaksanaan Reuni 212 harus hati-hati karena setiap orasi bakal dipantau apakah ada pelanggaran kampanye atau tidak oleh Bawaslu. "Sementara bagi Habib Rizieq jelas agendanya politik, kalau Jokowi terpilih lagi maka nasib Rizieq makin enggak jelas. Kalau rezim Jokowi kalah maka Rizieq merdeka dan bebas dari rezim berkuasa sekarang. Lalu apakah seruan Rizieq agar datang ke Monas bukan seruan politik?" ucapnya.
"Agenda politik tetap akan bersemayam di Reuni 212. Bagaimana mungkin bisa lepas dari agenda politik," ungkap Pangi saat dihubungi SINDOnews, Jumat (30/11/2018).
Meskipun begitu, Pangi tetap yakin bahwa ada umat Islam yang datang ke Reuni 212 sebagai panggilan jiwa. "Yang datang niat murni tetap ada. Saya melihat Reuni 212 tetap tersematkan agenda politik," lanjutnya.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini mengingatkan saat pelaksanaan Reuni 212 harus hati-hati karena setiap orasi bakal dipantau apakah ada pelanggaran kampanye atau tidak oleh Bawaslu. "Sementara bagi Habib Rizieq jelas agendanya politik, kalau Jokowi terpilih lagi maka nasib Rizieq makin enggak jelas. Kalau rezim Jokowi kalah maka Rizieq merdeka dan bebas dari rezim berkuasa sekarang. Lalu apakah seruan Rizieq agar datang ke Monas bukan seruan politik?" ucapnya.
(whb)