Ciduk Pembunuh Sekeluarga di Bekasi, Polisi Temukan Bukti di Mobil
Kamis, 15 November 2018 - 15:54 WIB
Ciduk Pembunuh Sekeluarga di Bekasi, Polisi Temukan Bukti di Mobil
A
A
A
BEKASI - Terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka II, RT02/07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, sudah sebulan mengekost di Cikarang. Bahkan, hingga saat ini polisi masih memeriksa CCTV yang ada di indekos tersebut.
"Dari mobil tersebut, petugas menemukan banyak bukti dan saat ini sudah diamankan oleh penyidik di Polres Metro Bekasi Kota," kata Kapolsek Cikarang, Kompol Sujono kepada wartawan di Bekasi, Kamis (15/10/2018).
Sekadar diketahui, polisi telah berhasil meringkus terduga pelaku di Tasikmalaya, Garut, Jawa Barat, Rabu 14 November 2018 malam. (Baca juga: Pembunuh Sekeluarga di Bekasi Ditangkap di Tasikmalaya )
Tersangka setelah melakukan pembunuhan terhadap satu keluarga sempat melarikan diri dengan membawa mobil dengan pelat nomor B 1075 UOG dan memarkirkan mobil milik keluarga korban di indekos Kampung Rawalintah, Desa Mekar Mukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
Setelah meninggalkan mobil tersebut, tersangka melarikan diri ke wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat dan akhirnya berhasil ditangkap polisi. Sebelum tersangka tertangkap, penyidik pada Rabu (14/11) malam sempat melakukan penggeledahan di rumah kontrakan terduga pembunuhan. Bahkan, saat ini kontrakan itu sudah diberi garis police line.
Kapolsek Cikarang, Kompol Sujono mengatakan, terduga mengontrak di rumah tersebut seorang diri sebulan terakhir. Menurutnya, pihak kepolisian juga masih memeriksa CCTV di rumah kontrakan tersebut.
"Dari mobil tersebut, petugas menemukan banyak bukti dan saat ini sudah diamankan oleh penyidik di Polres Metro Bekasi Kota," katanya kepada wartawan.
Diberitakan sebelumnya, sepasang suami-istri berserta kedua anaknya tewas bersimbah darah di rumah kontrakan mereka di Jalan Bojong Nangka II RT 02/07, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Kasus ini terungkap saat tetangga curiga dengan keadaan pintu rumah korban dalam posisi terbuka dan televisi menyala pada pukul 03.00 WIB.
Pada pukul 06.30 WIB, saksi kembali melihat keadaan rumah tidak berubah. Saksi memberanikan diri untuk mengetok pintu dan masuk ke dalam rumah. Mereka terkejut, mendapati keempat korban Diperum Nainggolan, 38, Maya Ambarita, 37, Sarah Nainggolan, 9, Arya Nainggolan, 7, tewas mengenaskan. Saksi kemudian melaporkan hal ini ke perangkat RT yang kemudian diteruskan ke Kepolisian setempat.
"Dari mobil tersebut, petugas menemukan banyak bukti dan saat ini sudah diamankan oleh penyidik di Polres Metro Bekasi Kota," kata Kapolsek Cikarang, Kompol Sujono kepada wartawan di Bekasi, Kamis (15/10/2018).
Sekadar diketahui, polisi telah berhasil meringkus terduga pelaku di Tasikmalaya, Garut, Jawa Barat, Rabu 14 November 2018 malam. (Baca juga: Pembunuh Sekeluarga di Bekasi Ditangkap di Tasikmalaya )
Tersangka setelah melakukan pembunuhan terhadap satu keluarga sempat melarikan diri dengan membawa mobil dengan pelat nomor B 1075 UOG dan memarkirkan mobil milik keluarga korban di indekos Kampung Rawalintah, Desa Mekar Mukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
Setelah meninggalkan mobil tersebut, tersangka melarikan diri ke wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat dan akhirnya berhasil ditangkap polisi. Sebelum tersangka tertangkap, penyidik pada Rabu (14/11) malam sempat melakukan penggeledahan di rumah kontrakan terduga pembunuhan. Bahkan, saat ini kontrakan itu sudah diberi garis police line.
Kapolsek Cikarang, Kompol Sujono mengatakan, terduga mengontrak di rumah tersebut seorang diri sebulan terakhir. Menurutnya, pihak kepolisian juga masih memeriksa CCTV di rumah kontrakan tersebut.
"Dari mobil tersebut, petugas menemukan banyak bukti dan saat ini sudah diamankan oleh penyidik di Polres Metro Bekasi Kota," katanya kepada wartawan.
Diberitakan sebelumnya, sepasang suami-istri berserta kedua anaknya tewas bersimbah darah di rumah kontrakan mereka di Jalan Bojong Nangka II RT 02/07, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Kasus ini terungkap saat tetangga curiga dengan keadaan pintu rumah korban dalam posisi terbuka dan televisi menyala pada pukul 03.00 WIB.
Pada pukul 06.30 WIB, saksi kembali melihat keadaan rumah tidak berubah. Saksi memberanikan diri untuk mengetok pintu dan masuk ke dalam rumah. Mereka terkejut, mendapati keempat korban Diperum Nainggolan, 38, Maya Ambarita, 37, Sarah Nainggolan, 9, Arya Nainggolan, 7, tewas mengenaskan. Saksi kemudian melaporkan hal ini ke perangkat RT yang kemudian diteruskan ke Kepolisian setempat.
(mhd)