Masih Shock, 164 Keluarga Penumpang Lion Air Terus Didampingi Psikolog
Rabu, 07 November 2018 - 14:45 WIB
Masih Shock, 164 Keluarga Penumpang Lion Air Terus Didampingi Psikolog
A
A
A
JAKARTA - Tim DVI RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur masih terus melakukan proses identifikasi pada 185 kantong jenazah penumpang pesawar Lion Air JT 610. Hingga kini masih banyak keluarga penumpang Lion Air yang berada di Posko Keluarga.
Mereka menantikan kepolisian bisa segera mengidentifikasi anggota keluarganya yang menjadi penumpang. Dengan begitu, mereka pun bisa mendapatkan kepastian tentang kondisi anggota keluarganya.
Vice Commander DVI Polri, Kombes Triawan Marsudi mengatakan, dari puluhan keluarga penumpang yang ada di Posko Keluarga, masih ada yang shock dan belum bisa menerima keadaan tersebut.
Makanya, kata Triawan, RS Polri pun masih terus menyiapkan psikolog untuk melakukan pendampingan pada keluarga penunpang. "Hingga saat ini, ada 164 keluarga penumpang yang dilakukan pendampingan psikologi," katanya pada wartawan, Rabu (7/11/2018).
Adapun pendampingan psikologi, tambahnya, dilakukan pada keluarga penumpang yang secara mental dan psikisnya masih tak stabil karena kejadian tersebut menimpa anggota keluarganya. "Pendampingan dilakukan untuk memulihkan dan meringankan kondisi mentalnya dan bebannya," katanya.
Mereka menantikan kepolisian bisa segera mengidentifikasi anggota keluarganya yang menjadi penumpang. Dengan begitu, mereka pun bisa mendapatkan kepastian tentang kondisi anggota keluarganya.
Vice Commander DVI Polri, Kombes Triawan Marsudi mengatakan, dari puluhan keluarga penumpang yang ada di Posko Keluarga, masih ada yang shock dan belum bisa menerima keadaan tersebut.
Makanya, kata Triawan, RS Polri pun masih terus menyiapkan psikolog untuk melakukan pendampingan pada keluarga penunpang. "Hingga saat ini, ada 164 keluarga penumpang yang dilakukan pendampingan psikologi," katanya pada wartawan, Rabu (7/11/2018).
Adapun pendampingan psikologi, tambahnya, dilakukan pada keluarga penumpang yang secara mental dan psikisnya masih tak stabil karena kejadian tersebut menimpa anggota keluarganya. "Pendampingan dilakukan untuk memulihkan dan meringankan kondisi mentalnya dan bebannya," katanya.
(ysw)