Hanya Turbin Pesawat Lion Air JT610 yang Utuh

Minggu, 04 November 2018 - 13:22 WIB
Hanya Turbin Pesawat...
Hanya Turbin Pesawat Lion Air JT610 yang Utuh
A A A
JAKARTA - Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro mengatakan, bahwa kecelakaan Air Asia QZ8510 pada 2015 lalu sangpilot masih bisa mengendalikan kecepatan. Akibatnya, dampak dari kecelakaan tidak terlalu parah dibanding Lion Air JT610.

"Mungkin karena kejadiannya beda dengan pada saat Air Asia. Kalau Air Asia itu terkena turbulensi pilot masih berusaha mengendalikan, kecepatan masih bisa dikendalikan hingga akhirnya dia jatuh dengan kecepatan yang relatif gak kencang seperti sekarang," ujarnya kepada wartawan, Minggu (4/11/2018).

Namun untuk Lion Air JT610, kata Harjo, kecepatan sebelum kecelakaan cukup tinggi."Kalau sekarang ini Lion Air kita masih belum tau tapi kalau dari jejak penerbangan yang melalui flight radar itu kan sampai dengan kecepatan terakhir hilang itu kecepatan 350 knot berarti kurang lebih diatas 550 km per jam," lanjutnya.

Selama tujuh hari pencarian, lanjutnya, hanya turbin pesawat yang masih dalam keadaan utuh. Untuk bodi pesawat sudah hancur bahkan blackbox pun sampai terbagi dua bagian

"Bisa dibayangkan kecepatan segitu dan menghantam permukaan air, kalau dengan kecepatan segitu air sudah tidak lunak lagi. Makanya hancur ya, yang kita dapatkan sampai detik ini bagian-bagian yang keras saja yang tidak rusak, contoh turbin yang sekarang kita dapatkan bagian besar kan," terangnya.

"Itu gak mungkin hancur karena memang keras, benda paling keras. Tapi yang lain-lain body segala macam sudah berserakan gak karuan dan Insya Allah sampai dengan sekarang kita belum mendapatkan jasad manusia yang utuh, subhanallah. Karena hantamannya begitu keras. Kalau misalnya tadi lebih besar karena masih ada waktu SAR kita akan coba cari untuk meyakinkan," sambungnya.

Menurut dugaan Harjo, pecahan dari bangkai pesawat Lion Air JT610 sudah menjauh dari titik lost contact. "Tapi sapuan untuk KRI Rigel ini sudah sampai kurang lebih di atas 80 km persegi belum menemukan. Jadi kalau logikanya sudah radius 10 km sudah gak ketemu, itu cukup luas itu," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Selain Sriwijaya Air,...
Selain Sriwijaya Air, Ini Enam Tragedi Pesawat Paling Mengerikan
Keluarga Korban Tragedi...
Keluarga Korban Tragedi Lion Air Minta Boeing Didenda Rp406,8 Triliun
Lion Air Investigasi...
Lion Air Investigasi Video Viral Paket yang Dilempar dari Pesawat
Lion Air Buka-bukaan...
Lion Air Buka-bukaan Soal Kenaikan Harga Tiket Pesawat di Depan DPR
Lion Angkut Penumpang...
Lion Angkut Penumpang Covid-19, Pengamat: Bukan Sepenuhnya Salah Maskapai
Pengamat Minta Maskapai...
Pengamat Minta Maskapai Selidiki Secara Lengkap Aksi Lempar Barang dari Pesawat
Berita Terkini
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
1 jam yang lalu
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
1 jam yang lalu
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
1 jam yang lalu
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
1 jam yang lalu
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
2 jam yang lalu
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
5 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved