Terungkap Co Pilot Lion Air JT-610 Harvino Harusnya Terbang ke Malang

Jum'at, 02 November 2018 - 18:33 WIB
Terungkap Co Pilot Lion...
Terungkap Co Pilot Lion Air JT-610 Harvino Harusnya Terbang ke Malang
A A A
TANGERANG - Co Pilot Lion Air JT-610 Harvino, yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, ternyata satu dari sedikit pilot Lion Air yang mengantongi rating penerbangan pesawat jenis Boeing NG dan MAX. Karena alasan itu, dia diminta rekannya sesama pilot yang baru memiliki rating NG, untuk menjadi Co Pilot Lion Air JT-610 registrasi PK-LQP 737 MAX 8. Seharusnya Harvino Senin (29/10/2018) pagi itu terbang ke Malang, bukan Pangkalpinang.

Senior Harvino di Avindo Angkasa Pilot School, Yelal F, memperkirakan pilot yang memiliki dua rating seperti Harvino baru sekitar 60% dari total pilot di maskapai Lion Air. Sisanya baru rating NG.

"Tiap pesawat itu beda. Ada yang NG dan MAX. Karena menurut aturan, kalau enggak punya MAX enggak boleh terbang. Di Lion Air yang punya rating MAX baru 60%," ujar mantan Pilot Lion Air, ini Jumat (2/11/2018).

Menurut dia, Lion Air masih kekurangan pilot dengan rating MAX. Memang pelatihan untuk rating MAX sudah mulai dilakukan, namun saat ini jumlah pilot Lion Air yang belum punya rating MAX masih banyak.

"Karena MAX ini pesawat baru jadi belum semuanya punya. Baru beberapa yang sudah ditraining dan Mas Vino punya rating dua, NG dan MAX. Keduanya ini sama-sama pesawat jenis Boeing," sambung Yelal.

Karena itulah warga Perumahan Serpong Green Park 2, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), itu diminta menggantikan posisi rekannya terbang ke Pangkalpinang, dari yang seharusnya ke Malang. Rekan Harvino itu tidak bisa menerbangkan MAX 8, karena baru memiliki rating NG.

"Harusnya Harvino terbang ke Malang jadi ke Pangkalpinang. Karena pesawat yang dipakai terbang ke Malang itu yang NG," katanya. (Baca juga: Kisah Co-Pilot Lion Air JT-610, dari Gigi Bolong hingga Mobil-Mobilan)

Sebenarnya, pesawat Boeing MAX ini lebih canggih dan lebih bagus dibanding jenis NG. Fasilitasnya juga tergolong lebih lengkap dengan sistem keamanan terbaru yang serba digital. Dari bahan bakarnya, tipe ini juga sangat irit.

"Setahu saya MAX itu bagus, enak, saya pernah bawa. Dari instrumen enginenya juga beda, lebih irit. Navigasinya juga lebih baik dan sistem keamanannya bagus," tukasnya.
(thm)
Berita Terkait
Keluarga Korban Tragedi...
Keluarga Korban Tragedi Lion Air Minta Boeing Didenda Rp406,8 Triliun
Hasil Penyelidikan Kecelakaan...
Hasil Penyelidikan Kecelakaan Pesawat Jeju Air Diumumkan, Ini Penyebab Utamanya
Ini Penyebab Utama Kecelakaan...
Ini Penyebab Utama Kecelakaan Pesawat Air India
Bermesin Rolls-Royce,...
Bermesin Rolls-Royce, Ini Spesifikasi Pesawar Air India yang Jatuh setelah Lepas Landas
Ini Enam Tragedi Pesawat...
Ini Enam Tragedi Pesawat Paling Mengerikan di Indonesia Selain Sriwijaya Air
Pernah Jadi Petaka,...
Pernah Jadi Petaka, Inilah Sensor Otomatis Boeing 737 Series
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
1 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
1 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
2 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
8 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
9 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
10 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved