Anggota GP Ansor Disebut Tewas Ditusuk Massa, Polisi: Itu Hoaks
Jum'at, 26 Oktober 2018 - 22:31 WIB
Anggota GP Ansor Disebut Tewas Ditusuk Massa, Polisi: Itu Hoaks
A
A
A
JAKARTA - Beredar kabar seorang anggota GP Ansor meninggal dunia akibat ditusuk saat aksi unjuk rasa di depan kantor GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018) sekitar pukul 17.00 WIB.
Menanggapi kabar tersebut, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Roma Hutajulu, memastikan informasi tersebut merupakan berita bohong alias hoaks.
"Korban itu sakit, dia mengeluh dadanya sesak lalu terjatuh," ungkap Roma saat dikonfirmasi.
Roma menyebutkan, korban berinisial DTJ (48) saat itu sedang berkumpul di depan Gedung GP Ansor. DTJ juga tidak berpartisipasi saat aksi unjuk rasa bertajuk 'Aksi Bela Tauhid'.
"Menurut keterangan saksi pada saat korban berada di TKP, korban sudah mengeluh sakit, kemudian terjatuh sempat diberi pertolongan, dan kemudian saksi langsung membawa korban ke RSCM. Pada saat tiba di RSCM, hasil pemeriksaan dokter jaga, korban sudah meninggal dunia," ucapnya.
Roma juga menyanggah apabila ada aksi unjuk rasa di depan GP Ansor. "Tidak ada aksi di PBNU atau Ansor. Korban hanya kumpul-kumpul saja karena anggota Banser Jakpus. Korban diduga meninggal karena sakit jantung," pungkasnya.
Menanggapi kabar tersebut, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Roma Hutajulu, memastikan informasi tersebut merupakan berita bohong alias hoaks.
"Korban itu sakit, dia mengeluh dadanya sesak lalu terjatuh," ungkap Roma saat dikonfirmasi.
Roma menyebutkan, korban berinisial DTJ (48) saat itu sedang berkumpul di depan Gedung GP Ansor. DTJ juga tidak berpartisipasi saat aksi unjuk rasa bertajuk 'Aksi Bela Tauhid'.
"Menurut keterangan saksi pada saat korban berada di TKP, korban sudah mengeluh sakit, kemudian terjatuh sempat diberi pertolongan, dan kemudian saksi langsung membawa korban ke RSCM. Pada saat tiba di RSCM, hasil pemeriksaan dokter jaga, korban sudah meninggal dunia," ucapnya.
Roma juga menyanggah apabila ada aksi unjuk rasa di depan GP Ansor. "Tidak ada aksi di PBNU atau Ansor. Korban hanya kumpul-kumpul saja karena anggota Banser Jakpus. Korban diduga meninggal karena sakit jantung," pungkasnya.
(thm)