Lagi, Dua Rumah di Kota Bogor Rusak akibat Longsor
Kamis, 25 Oktober 2018 - 16:01 WIB
Lagi, Dua Rumah di Kota Bogor Rusak akibat Longsor
A
A
A
BOGOR - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang, kembali mengakibatkan dua rumah di Kota Bogor pada Rabu, 24 Oktober 2018 malam dan Kamis (25/10/2018) dini hari longsor. Bahkan, longsor yang menerjang satu rumah kontrakan di RT 05/11, Kelurahan Loji, Bogor Barat, Kota Bogor nyaris menelan korban jiwa.
Beruntung Mimih (58) penghuni rumah kontrakan tersebut cepat diselamatkan anaknya."Saat itu hujan deras mulai pukul 17.30 WIB. lantaran belakang rumah saya bocor saya inisiatif memindahkan sepatu agar tak basah," kata Mimih pada Kamis (25/10/2018).
Namun, baru selesai memindahkan sepatu, tiba-tiba tembok belakang rumahnya jebol dan masuk tanah. "Tiba-tiba masuk lumpur yang berisi tanah dan batu-batu besar. Saya sempat terpental sampai ke kamar mandi," ujarnya.
Saat itu juga dia langsung berteriak meminta tolong. Anaknya yang sedang tertidur pulas langsung bangun dan cepat sigap menariknya keluar."Saya di situ menangis karena takut dan melihat banyak lumpur yang terus turun dari atas, lumpur ini sampai ke pinggang saya," tuturnya.
Di tempat terpisah, hujan deras juga membuat dapur rumah milik Yuswati (40),
warga Kampung Cikeas RT 02/ 03, Kelurahan Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor, ambrol diterjang longsor, Kamis dini hari. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB, saat seluruh penghuni rumah tertidur lelap.
"Untung cuma dapur, enggak merambat ke ruang lainnya. Sebab saat kejadian kita semua lagi pada tidur," katanya. Menurut dia, peristiwa ini bukan pertama kali terjadi, tapi pada musim hujan tahun lalu juga sempat membuat kamar mandinya ambruk.( Baca: Puluhan Rumah di Bogor Rusak akibat Pergeseran Tanah dan Longsor )
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor Budi Pranowo mengimbau kepada masyarakat yang tinggal dekat bantaran sungai dan dataran tinggi, khususnya lereng-lereng bukit agar waspada. Tak hanya itu, BPBD juga telah mempersiapkan seluruh jajaran personelnya untuk siaga di beberapa titik yang memang sudah terpetakan rawan bencana longsor maupun banjir.
"Kami saat ini sudah dalam keadaan siap siaga bencana, karena cuaca ekstrem sebagaimana prediksi Stasiun Klimatologi BMKG Bogor akan terus terjadi hingga tiga bulan kedepan," jelasnya. Menurut dia, potensi bencana di wilayah Kabupaten Bogor yang paling besar yakni longsor.
Hujan dengan intensitas tinggi berpeluang terjadinya pergeseran tanah dan menyebabkan longsor."Kami sudah mengidentifikasi 15 kecamatan dengan potensi longsor yang cukup tinggi, diantaranya Kecamatan Sukaraja, Tamansari, Megamendung, Cisarua, Sukamakmur, dan Cariu," ucapnya.
Beruntung Mimih (58) penghuni rumah kontrakan tersebut cepat diselamatkan anaknya."Saat itu hujan deras mulai pukul 17.30 WIB. lantaran belakang rumah saya bocor saya inisiatif memindahkan sepatu agar tak basah," kata Mimih pada Kamis (25/10/2018).
Namun, baru selesai memindahkan sepatu, tiba-tiba tembok belakang rumahnya jebol dan masuk tanah. "Tiba-tiba masuk lumpur yang berisi tanah dan batu-batu besar. Saya sempat terpental sampai ke kamar mandi," ujarnya.
Saat itu juga dia langsung berteriak meminta tolong. Anaknya yang sedang tertidur pulas langsung bangun dan cepat sigap menariknya keluar."Saya di situ menangis karena takut dan melihat banyak lumpur yang terus turun dari atas, lumpur ini sampai ke pinggang saya," tuturnya.
Di tempat terpisah, hujan deras juga membuat dapur rumah milik Yuswati (40),
warga Kampung Cikeas RT 02/ 03, Kelurahan Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor, ambrol diterjang longsor, Kamis dini hari. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB, saat seluruh penghuni rumah tertidur lelap.
"Untung cuma dapur, enggak merambat ke ruang lainnya. Sebab saat kejadian kita semua lagi pada tidur," katanya. Menurut dia, peristiwa ini bukan pertama kali terjadi, tapi pada musim hujan tahun lalu juga sempat membuat kamar mandinya ambruk.( Baca: Puluhan Rumah di Bogor Rusak akibat Pergeseran Tanah dan Longsor )
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor Budi Pranowo mengimbau kepada masyarakat yang tinggal dekat bantaran sungai dan dataran tinggi, khususnya lereng-lereng bukit agar waspada. Tak hanya itu, BPBD juga telah mempersiapkan seluruh jajaran personelnya untuk siaga di beberapa titik yang memang sudah terpetakan rawan bencana longsor maupun banjir.
"Kami saat ini sudah dalam keadaan siap siaga bencana, karena cuaca ekstrem sebagaimana prediksi Stasiun Klimatologi BMKG Bogor akan terus terjadi hingga tiga bulan kedepan," jelasnya. Menurut dia, potensi bencana di wilayah Kabupaten Bogor yang paling besar yakni longsor.
Hujan dengan intensitas tinggi berpeluang terjadinya pergeseran tanah dan menyebabkan longsor."Kami sudah mengidentifikasi 15 kecamatan dengan potensi longsor yang cukup tinggi, diantaranya Kecamatan Sukaraja, Tamansari, Megamendung, Cisarua, Sukamakmur, dan Cariu," ucapnya.
(whb)