Pertemuan Selesai, DKI Siap Bantu Bekasi Soal Keuangan
Senin, 22 Oktober 2018 - 18:06 WIB
Pertemuan Selesai, DKI Siap Bantu Bekasi Soal Keuangan
A
A
A
JAKARTA - Kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah lama terjalin. Tim koordinasi kerja sama daerah akan membahas terkait perjanjian kerja sama Bekasi-DKI termasuk membahas bantuan keuangan.
Hal itu disampaikan Kepala Biro Tata DKI Jakarta, Premi lestari. Selain itu, lanjut Premi, dalam pembahasan juga akan dilakukan roadmap lima tahun pengeloaan sampah seperti apa yang disampaikan Gubernur Anies Baswedan. Bahkan, nilainya pun akan mengalami peningkatan sesuai apa yang tertuang dalam Rencan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"Dalam rangka mendukung Jakarta sebagai ibu kota negara, tentunya perlu kerja sama, masalah di DKI tidak bisa diselesaikan oleh Pemrpov DKI Jakarta sendiri," kata Premi.
Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan di kantornya, Balai Kota, Gambir, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/10/2018). Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin tersebut membahas soal polemik sampah di TPST Bantargebang.
Pria yang kerap disapa Pepen ini mengatakan, bahwa warga sekitar Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang mendapatkan uang bantuan dari Pemprov DKI atas kompensasi 'bau sampah' merasa kurang. (Baca juga: Temui Anies Bahas Bantargebang, Wali Kota Bekasi dapat Bernapas Lega )
"Saya baru saja mendengar uang bau Rp200.000 sekarang tidak cukup. Karena untuk minum saja beli air minum. Warga ini sekarang harus beli memang sudah diberikan Rp25 miliar dua tahun lalu. Karena proses kaku baru berjalan akhir-akhir ini mudah-mudahan bisa mengurangi beban masyarakat," jelasnya, kemarin.
Hal itu disampaikan Kepala Biro Tata DKI Jakarta, Premi lestari. Selain itu, lanjut Premi, dalam pembahasan juga akan dilakukan roadmap lima tahun pengeloaan sampah seperti apa yang disampaikan Gubernur Anies Baswedan. Bahkan, nilainya pun akan mengalami peningkatan sesuai apa yang tertuang dalam Rencan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"Dalam rangka mendukung Jakarta sebagai ibu kota negara, tentunya perlu kerja sama, masalah di DKI tidak bisa diselesaikan oleh Pemrpov DKI Jakarta sendiri," kata Premi.
Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan di kantornya, Balai Kota, Gambir, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/10/2018). Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin tersebut membahas soal polemik sampah di TPST Bantargebang.
Pria yang kerap disapa Pepen ini mengatakan, bahwa warga sekitar Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang mendapatkan uang bantuan dari Pemprov DKI atas kompensasi 'bau sampah' merasa kurang. (Baca juga: Temui Anies Bahas Bantargebang, Wali Kota Bekasi dapat Bernapas Lega )
"Saya baru saja mendengar uang bau Rp200.000 sekarang tidak cukup. Karena untuk minum saja beli air minum. Warga ini sekarang harus beli memang sudah diberikan Rp25 miliar dua tahun lalu. Karena proses kaku baru berjalan akhir-akhir ini mudah-mudahan bisa mengurangi beban masyarakat," jelasnya, kemarin.
(mhd)