F-PPP DPRD DKI Pertanyakan Arah Program OK OCE

Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:25 WIB
F-PPP DPRD DKI Pertanyakan...
F-PPP DPRD DKI Pertanyakan Arah Program OK OCE
A A A
JAKARTA - Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta mempertanyakan arah program OK OCE
yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta sejak tahun lalu. Pihak terkait OK OCE dinilai tidak mempunyai kinerja target yang jelas.

Anggota Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta Rendhika D Harsono menilai selama ini pihak yang terkait program OKE OCE tidak mempunyai target kinerja yang jelas. Rendhika menyoroti, banyaknya anggotaOKE OCE yang belum bisa menjalankan usaha karena terhalang surat rekomendasi dari dinas terkait.

"Masih banyak anggota OKE OCE yang belum bisa melegalitaskan usahanya," kata
Rendhika dalam rapat kerja Komisi B Perekonomian pembahasan KUA PPAS 2019 dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebun Sirih, Selasa, (16/10/2018).

Rendhika mengungkapkan, saat turun ke lapangan, banyak masyarakat yang mengeluhkan persoalan perizinan tersebut. Banyak pedagang mikro yang mengeluhkan 'zona hijau' tidak boleh buat Izin Usaha Mirko dan Kecil (IUMK).

Di sisi lain, banyak pedagang mendapatkan informasi hal tersebut masih bisa dilayani melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI karena ada surat rekomendasi dari binaan dinas.

"Tapi saat mereka datang berbondong-bondong ke dinas binaan terkait tidak ada kejelasan buat ngeluarin surat rekomendasi. Kejadian ini menimpa banyak warga di Selong, Gandaria Utara dan kelurahan lain," ujar Rendhika.

Rendhika melanjutkan, jika mengacu kepada KUA PPAS 2019 yang dimiliki oleh Dinas UMKM dimana banyak hal - hal yang tidak rasional. Apalagi seperti anggaran pendamping kewirausahan tingkat kecamatan dan kelurahan hingga anggaran penyelenggaran bazaar UKM yang menunjang program OK OCE.

"Tim Pendamping itu punya anggaran Rp10 milliar sedangkan bazar hanya 3 miliar sekian per kotamadya dalam setahun, sangat tidak rasional," ujarnya.
Dengan kondisi demikian, Rendhika mempertanyakan, tolar ukur untuk melihat berjalanya program OKE OCE ini.

"Apakah acuanya pada keberhasilan dalam memberikan pelatihan, pemberian izin atau permodalannya. Jadi harus di evaluasi ulang untuk 2019." ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Wakaf Produktif Ciptakan...
Wakaf Produktif Ciptakan Lapangan Kerja Baru
ADCP Gandeng OK OCE...
ADCP Gandeng OK OCE Kembangkan Bisnis Properti
OK OCE Kemanusiaan Salurkan...
OK OCE Kemanusiaan Salurkan Bantuan Korban Bencana Sumatera
Sandiaga Uno Salurkan...
Sandiaga Uno Salurkan 100 Paket Sembako untuk Masyarakat di Sumbar
OK OCE dan UMKM Jameela...
OK OCE dan UMKM Jameela Bantu UMKM Bertahan Hidup di Masa Pandemi
Bantu UMKM, Sandiaga...
Bantu UMKM, Sandiaga Apresiasi Pemkot Pontianak Gandeng Ok Oce
Berita Terkini
2 Wilayah Dilanda Karhutla,...
2 Wilayah Dilanda Karhutla, BNPB Catat Banjarbaru Terparah dengan 3,7 Hektare Terbakar
34 menit yang lalu
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
10 jam yang lalu
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
11 jam yang lalu
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
11 jam yang lalu
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
12 jam yang lalu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
12 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved