Surabaya Miliki Dua Patahan Aktif dan Dugaan Potensi Likuifaksi

Kamis, 11 Oktober 2018 - 11:40 WIB
Surabaya Miliki Dua...
Surabaya Miliki Dua Patahan Aktif dan Dugaan Potensi Likuifaksi
A A A
SURABAYA - Rangkaian gempa bumi yang terjadi di berbagai kota di Indonesia menjadi peringatan dini bagi semua warga. Termasuk warga Surabaya, Jawa Timur yang diminta untuk tanggap dalam persiapan menghadapi gempa bumi.

Pakar Kebumian dan Bencana Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Amien Widodo menuturkan, pihaknya mengimbau ada kesiapan yang dilakukan masyarakat untuk menghadapi bencana gempa. "Gempa bumi itu tidak mematikan, tapi dampaknya yakni bangunan rumah serta potensi terjadinya likuifaksi yang bisa menimbulkan korban jiwa," ujar Amien, Kamis (11/10/2018).

Ia melanjutkan, kesiapan sejak dini bukan dipahami untuk memberikan rasa takut saja. Tapi ini dilakukan untuk membangun kesiapan warga dalam menghadapi gempa bumi. Apalagi dalam riwayatnya di Surabaya dan sekitarnya sudah pernah terjadi gempa bumi. "Ada tulisan jelas di sebuah gereja yang ada di kawasan Morokrembangan yang ditulis di dindingnya pernah hancur karena gempa di tahun 1870," ungkapnya.

Makanya, katanya, survei dan hasil yang diperoleh terhadap sosial masyarakat juga harus dilakukan terkait dampak sosialnya. "Biar masyarakat bisa lebih siap ketika bencana yang tidak bisa diprediksi itu tiba," ucapnya. (Baca juga: Tiga Warga Sumenep Tewas Akibat Gempa Bumi 6,4 SR di Situbondo )

Ia juga membeberkan, di Kota Surabaya memiliki dua patahan aktif yang berpotensi menimbulkan gempa dengan magnitudo cukup besar. Patahan ini adalah Sesar Surabaya dan Sesar Waru. Keduanya ini berpotensi untuk menimbulkan gempa besar, yakni sampai dengan angka 6,5 SR.

Kondisi tanah endapan tanah di Kota Pahlawan juga memiliki potensi untuk turut memperbesar amplitudo gempa. Bukan hanya itu, hal ini juga bisa berujung pada likuifaksi seperti yang terjadi pada gempa bumi di Palu. "Ada dugaan likuifaksi dari hasil tes biofisika yang sudah kami lakukan. Tapi hasil itu harus diperjelas dengan riset lanjutan berupa pengambilan sembilan contoh tanah yang ada di Surabaya dari kedalaman 0-30 meter," katanya.

Amien Widodo mengaku, saat ini ia bersama tim tengah terus melakukan penelitian lebih lanjut terkait potensi gempa bumi di Kota Surabaya. Pihaknya pun berharap pemerintah daerah setempat bisa lebih aktif untuk melakukan penelitian tanah serta riset lainnya tentang gempa bumi. "Biar semua ada kesiapan. Hasilnya juga bisa diperoleh lebih valid," katanya. (Baca juga: Gempa 6,3 SR di Jatim, 3 Orang Meninggal, 8 Luka, Puluhan Rumah Rusak )
(amm)
Berita Terkait
8 Fakta Gempa di Selatan...
8 Fakta Gempa di Selatan Jawa Timur
Gempa Jawa Timur, BPBD...
Gempa Jawa Timur, BPBD Siapkan Tempat Pengungsian
Gempa Magnitudo 4,2...
Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Lumajang Jawa Timur
Gempa Bumi M5,1 Guncang...
Gempa Bumi M5,1 Guncang Pacitan Jawa Timur
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Jember Jawa Timur
Gempa Magnitudo 3,5...
Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Pacitan Jawa Timur
Berita Terkini
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
1 jam yang lalu
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
3 jam yang lalu
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
3 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
4 jam yang lalu
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
4 jam yang lalu
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
4 jam yang lalu
Infografis
Perbedaan Dua Lembaga...
Perbedaan Dua Lembaga Ternama Amerika Serikat, CIA dan FBI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved