Jelang Musim Hujan, SDA DKI Sebut Ada 30 Titik Rawan Banjir
Rabu, 03 Oktober 2018 - 10:50 WIB
Jelang Musim Hujan, SDA DKI Sebut Ada 30 Titik Rawan Banjir
A
A
A
JAKARTA - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengeluarkan data lokasi yang dianggap rawan genangan sejak 2017-2018.
"Jadi data ini berdasarkan genangan berulang dari tahun 2017 sampai 2018," ujar Kadis SDA Teguh Hendrawan di Jakarta, Rabu (3/10/2018).
Berdasardakan data dari Dinas SDA, terdapat 30 titik rawan banjir dan genangan di Jakarta.
Di Jakarta Utara ada tiga titik di antaranya Boulevard Barat Raya, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Gaya Motor.
Di Jakarta Pusat genangan dan banjir terdapat di depan RSAL Mintohardjo, Jalan Cempaka Putih 26, Jalan Industri, Underpass Kemayoran.
"Sementara di Jakarta Barat ada di Jalan Letjend S Parman depan Apartemen Slipi Meruya Selatan pertigaan Pospol, Arjuna Selatan, Patra Raya, Letjen S Parman depan Citraland/ Trisakti dan Jalan PTB Angke," lanjutnya.
Untuk kawasan Jakarta Timur genangan dan banjir terdapat di RW 02, 03, 10, 12 Kelurahan Cibubur, Komodor Halim Perdanakusuma, RW 03, 04,12 Kelurahan Cipinang Melayu, RW 04,05, 07, 08 Kelurahan Kampung Melayu.
Sementara itu, wilayah Jakarta Selatan paling banyak digenangi. Ada sekitar 13 titik di antaranya Jalan H Ipin, RW 01, 03, 07, 08, 10 Kelurahan Pondok Labu, RW 07 Kelurahan Pejaten Timur, Kemang Raya depan Kemchick, Kemang Utara IX, depan Pasar Jagal, Jalan Iskandar Muda depan Gandaria City, Jalan MT Haryono bawah FO Pancoran, terowongan Stasiun KRL Cawang bawah Jalam MT Haryono, Kelurahan Petogogan, Jalan Sultan Hasanudin kawasan Mabes Polri, Jendral Gatot Subroto depan Balai Kartini, Jalan Jendral Soedirman depan kampus Atmajaya dan perempatan ITC Fatmawati.
"Memang diprediksi sama seperti tahun lalu intensitas curah hujan akan tinggi di kawasan Selatan dan Timur Jakarta karena memang sudah 3 tahun selama saya jadi kepala dinas lokasi yang intensitas cukup tinggi Timur dan Selatan," kata Teguh.
"Bahkan, rawan longsor itu masih di wilayah Selatan timur. Tadi ngundang dari stakeholders bagaimana kesiapan nanti antisipasi hujan pengungsi terjadi banjir disiapkan tidak hanya penanganan darurat posko-posko lain disiagakan," tuturnya.
"Jadi data ini berdasarkan genangan berulang dari tahun 2017 sampai 2018," ujar Kadis SDA Teguh Hendrawan di Jakarta, Rabu (3/10/2018).
Berdasardakan data dari Dinas SDA, terdapat 30 titik rawan banjir dan genangan di Jakarta.
Di Jakarta Utara ada tiga titik di antaranya Boulevard Barat Raya, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Gaya Motor.
Di Jakarta Pusat genangan dan banjir terdapat di depan RSAL Mintohardjo, Jalan Cempaka Putih 26, Jalan Industri, Underpass Kemayoran.
"Sementara di Jakarta Barat ada di Jalan Letjend S Parman depan Apartemen Slipi Meruya Selatan pertigaan Pospol, Arjuna Selatan, Patra Raya, Letjen S Parman depan Citraland/ Trisakti dan Jalan PTB Angke," lanjutnya.
Untuk kawasan Jakarta Timur genangan dan banjir terdapat di RW 02, 03, 10, 12 Kelurahan Cibubur, Komodor Halim Perdanakusuma, RW 03, 04,12 Kelurahan Cipinang Melayu, RW 04,05, 07, 08 Kelurahan Kampung Melayu.
Sementara itu, wilayah Jakarta Selatan paling banyak digenangi. Ada sekitar 13 titik di antaranya Jalan H Ipin, RW 01, 03, 07, 08, 10 Kelurahan Pondok Labu, RW 07 Kelurahan Pejaten Timur, Kemang Raya depan Kemchick, Kemang Utara IX, depan Pasar Jagal, Jalan Iskandar Muda depan Gandaria City, Jalan MT Haryono bawah FO Pancoran, terowongan Stasiun KRL Cawang bawah Jalam MT Haryono, Kelurahan Petogogan, Jalan Sultan Hasanudin kawasan Mabes Polri, Jendral Gatot Subroto depan Balai Kartini, Jalan Jendral Soedirman depan kampus Atmajaya dan perempatan ITC Fatmawati.
"Memang diprediksi sama seperti tahun lalu intensitas curah hujan akan tinggi di kawasan Selatan dan Timur Jakarta karena memang sudah 3 tahun selama saya jadi kepala dinas lokasi yang intensitas cukup tinggi Timur dan Selatan," kata Teguh.
"Bahkan, rawan longsor itu masih di wilayah Selatan timur. Tadi ngundang dari stakeholders bagaimana kesiapan nanti antisipasi hujan pengungsi terjadi banjir disiapkan tidak hanya penanganan darurat posko-posko lain disiagakan," tuturnya.
(mhd)