Dishub Siap Terapkan Pembatasan Operasional Sepeda Motor di Jakarta

Kamis, 13 September 2018 - 14:31 WIB
Dishub Siap Terapkan...
Dishub Siap Terapkan Pembatasan Operasional Sepeda Motor di Jakarta
A A A
JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang mengkaji pembatasan operasional dan jumlah kendaraan di Jakarta, terutama untuk sepeda motor. Konsepnya bisa jadi seperti aturan ganjil genap untuk roda empat.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah, menegaskan, aturan ganjil genap untuk kendaraan roda dua itu belum mereka bahas dengan BPTJ. Masih perlu pembahasan mengenai mekanisme waktunya.

“Mekanisme lainnya adalah soal penindakan. Nanti kita bahas kembali,” ujar Andri, Kamis (13/9/2018). (Baca juga: BPJT Kaji Pembatasan Operasional Sepeda Motor di Jakarta)

Namun pada prinsipnya, apabila aturan itu harus diberlakukan, pihaknya siap menguji coba dan menerapkannya. Pihaknya juga meyakini aturan itu bisa menekan kemacetan di Ibu Kota.

Andri merujuk pada penerapan ganjil genap untuk roda empat. Menurut dia, aturan itu tergolong sukses lantaran rasio perbandingan volume lalu lintas dan jalan mengalami penurunan hingga 20,37 persen.

Sementara dari sisi kecepatan kendaraan bertambah menjadi 44,08 persen. Sedangkan untuk pelanggaran, hingga awal September lalu, Dishubtrans menyatakan turun 10 persen.

Dari sisi lingkungan, kebijakan itu juga terbukti meningkatkan kualitas udara di Jakarta. Andry mengklaim udara kotor di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengalami penurunan.

Atas alasan itulah, kata Andri, Pemprov DKI memutuskan memperpanjang aturan perluasan genjil genap yang seyogianya hanya selama Asian Games 2018 menjadi hingga 13 Oktober 2018. (Baca juga: Perluasan Ganjil Genap Diperpanjang, Tidak Berlaku Sabtu dan Minggu)

Andri memastikan, peningkatan pelayanan moda transportasi umum ditambah seiring diberlakukannya aturan itu.“Kalau peningkatan angkutan umum 40 persen,” pungkas Andri.
(thm)
Berita Terkait
Ini Deretan Jenis Sepeda...
Ini Deretan Jenis Sepeda Motor yang Dilarang Beli Pertalite
Tips Memilih dan Merawat...
Tips Memilih dan Merawat Ban Sepeda Motor
Pasar Sepeda Motor Nasional...
Pasar Sepeda Motor Nasional Kirim Sinyal Bahaya, Penjualan Kumulatif 2025 Terkoreksi di Tengah Tekanan Ekonomi
Pasar Motor Lesu, Suzuki...
Pasar Motor Lesu, Suzuki Beri Kode ke Pemerintah: Turunkan Bunga, Penjualan Bisa Melesat 10%!
Penjualan Motor Maret...
Penjualan Motor Maret 2025 Anjlok! Target 6,5 Juta Unit Tidak Tercapai?
Tahta Bergoyang Sang...
Tahta Bergoyang Sang Raja Jalanan: Honda Dominasi Pasar Motor, tapi Penjualan Mulai Kehilangan Tenaga
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
31 menit yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
3 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
4 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
4 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
5 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
5 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved