TPT Tol Semarang-Solo Diminta Ganti Tanah Kas Desa Timpik

Selasa, 11 September 2018 - 18:15 WIB
TPT Tol Semarang-Solo...
TPT Tol Semarang-Solo Diminta Ganti Tanah Kas Desa Timpik
A A A
SALATIGA - Pemerintah Desa Timpik, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah meminta kepada Tim Pengadaan Tanah (TPT) jalan tol Semarang-Solo untuk segera mengganti tanah kas desa yang terkena pembangunan jalan bebas hambatan tersebut. Penggantian tanah kas desa harus sudah selesai sebelum pembangunan jalan tol Salatiga-Kartasura selesai.

Kepala Desa Timpik Suhada menjelaskan, luas tanah kas desa Timpik yang terkena pembangunan jalan tol mencapai 8.000 meter persegi. Namun hingga saat ini, yang diganti baru seluas sekitar 6.000 meter persegi. "Nah kami minta, sebelum proyek selesai, tanah yang belum diganti segera diganti. Di Timpik masih banyak tanah yang bisa dibeli TPT untuk mengganti tanah kas desa," katanya, Selasa (11/9/2018).

Dia mengatakan, dalam waktu terdekat pemerintah Desa Timpik akan berkirim surat kepada pihak-pihak terkait mengenai permintaan penyelesaian penggantian tanah kas desa. Suhada tidak ingin penggantian tanah kas desa berlarut-larut.

"Keinginan kami sebelum pembangunan jalan tol selesai, penggantian tanah kas desa dan fasilitas umum yang terkena tol sudah selesai. Sebab itu merupakan hak kami dan pemerintah desa juga memiliki tanggung jawab moral kepada masyarakat," katanya.

Sementara itu, harapan yang sama juga disampaikan Kepala Desa Kemetul, Kecamatan Susukan Agus Sudibyo. Dia berharap tanah kas Desa Kemetul seluas 616 meter persegi segera diganti. "Kalau bisa sebelum pembangunan jalan tol selesai, tanah kas desa sudah diganti," ujarnya.

Dia meminta penggantian tanah kas desa minimal sesuai dengan kelas tanah yang terkena jalan tol dan lokasinya berada di wilayah Desa Kemetul. Namun apabila tanah kas desa akan diganti dengan lahan yang kelas tanahnya di atasnya, pemerintah Desa Kemetul bisa menerimanya.

Tanah kas Desa Kemetul yang terkena pembangunan jalan tol masuk kelas 3. Tanah tersebut dimanfaatkan sebagai bengkok perang desa. "Selama belum ada gantinya, tanah tersebut disewa oleh rekanan pelaksana pembangunan jalan tol. Jadi kami tidak merasa dirugikan," katanya.
(amm)
Berita Terkait
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Proyek Japek II Selatan...
Proyek Japek II Selatan Selesai, Jakarta-Bandung Hanya 1 Jam
Mulai 2023, Sistem Bayar...
Mulai 2023, Sistem Bayar Tanpa Berhenti Beroperasi di Tol Bali
Proyek Jalan Tol Layang...
Proyek Jalan Tol Layang Cikunir-Karawaci Telan Anggaran Rp37 Triliun
Bakal Ada 16 Ruas Jalan...
Bakal Ada 16 Ruas Jalan Tol Baru di 2022, Ini Daftarnya
Berikut Jalan yang Tidak...
Berikut Jalan yang Tidak Boleh Dilalui Motor di Jakarta
Berita Terkini
Viral Video Letusan...
Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau Disertai Semburan Api Merah, PVMBG: Hoaks Buatan AI
44 menit yang lalu
Menteri LH Bocorkan...
Menteri LH Bocorkan Potensi 'Harta Karun' Perdagangan Karbon, Bantar Gebang Jadi Contoh
1 jam yang lalu
Koops TNI Habema Ungkap...
Koops TNI Habema Ungkap Satu Warga Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata OPM
2 jam yang lalu
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
3 jam yang lalu
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
3 jam yang lalu
Asosiasi Kepala Desa...
Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia di NTB Dukung MBG Diperluas hingga Pelosok
4 jam yang lalu
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved