Terpilih Sebagai Ketum Bamus Betawi, Haji Lulung Siap Bekerjasama
Jum'at, 07 September 2018 - 09:21 WIB
Terpilih Sebagai Ketum Bamus Betawi, Haji Lulung Siap Bekerjasama
A
A
A
JAKARTA - Abraham Lunggana alias Haji Lulung terpilih sebagai ketua umum Bamus Betawi periode 2018-2023. Lulung mengaku siap bekerjasama dengan segenap pihak termasuk pemerintahan.
"Iya sebagai ketua umum Bamus Betawi. Siap jalan, siap bekerjasama dengan pemerintah tentunya. Siap bekerjasama dengan seluruh organisasi kemasyarakatan juga siap berorganisasi kesukuan. Bahwa kita satu Indonesia," ucap Lulung di Jakarta, Jumat (7/9/2018).
Ia menegaskan, dalam proses Mubes ke VII semuanya berjalan dengan baik. Tokoh masyarakat Tanah Abang itu menambahkan, Mubes VII berlangsung sesuai mekanisme AD/ART.
Termasuk dalam pemilihan Ketua Majelis Adat (Sebelumnya Majelis Tinggi) KH Nuri Thahir telah bersikap arif dan bijaksana meminta pertimbangan para sesepuh anggota Majelis Tinggi.
"Ya udah itukan sudah berjalan dengan baik, teman-teman menjalankan dengan sesuai surat keputusan majelis tinggi. Ada gak sih yang substantial yang jadi masalah? Enggak, bagus semua kok," lanjutnya.
Lulung melanjutkan, pada Kamis 6 September 2018 kemarin pihaknya telah melakukan pertemuan antara para mantan majelis tinggi dengan majelis adat.
Sekadar informasi, soal penyebutan Majelis Tinggi berubah menjadi Majelis Adat sebelumnya sudah disepakati bersama para peserta Mubes melalui sidang Komisi A. Sebelum kemudian diparipurnakan di sidang Mubes.
"Iya sebagai ketua umum Bamus Betawi. Siap jalan, siap bekerjasama dengan pemerintah tentunya. Siap bekerjasama dengan seluruh organisasi kemasyarakatan juga siap berorganisasi kesukuan. Bahwa kita satu Indonesia," ucap Lulung di Jakarta, Jumat (7/9/2018).
Ia menegaskan, dalam proses Mubes ke VII semuanya berjalan dengan baik. Tokoh masyarakat Tanah Abang itu menambahkan, Mubes VII berlangsung sesuai mekanisme AD/ART.
Termasuk dalam pemilihan Ketua Majelis Adat (Sebelumnya Majelis Tinggi) KH Nuri Thahir telah bersikap arif dan bijaksana meminta pertimbangan para sesepuh anggota Majelis Tinggi.
"Ya udah itukan sudah berjalan dengan baik, teman-teman menjalankan dengan sesuai surat keputusan majelis tinggi. Ada gak sih yang substantial yang jadi masalah? Enggak, bagus semua kok," lanjutnya.
Lulung melanjutkan, pada Kamis 6 September 2018 kemarin pihaknya telah melakukan pertemuan antara para mantan majelis tinggi dengan majelis adat.
Sekadar informasi, soal penyebutan Majelis Tinggi berubah menjadi Majelis Adat sebelumnya sudah disepakati bersama para peserta Mubes melalui sidang Komisi A. Sebelum kemudian diparipurnakan di sidang Mubes.
(ysw)