Banyak Aksi Preman, Pengamat Nilai Ini Bukti Binmas Tidak Hadir
Selasa, 28 Agustus 2018 - 13:43 WIB
Banyak Aksi Preman, Pengamat Nilai Ini Bukti Binmas Tidak Hadir
A
A
A
JAKARTA - Banyaknya aksi premanisme di sejumlah kawasan di Jakarta karena kurang aktifnya Pembina Masyarakat (Binmas). Ia pun melihat Binmas tak menjalankan tupoksinya dengan baik.
Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISeSS), Bambang Rukminto mengkritisi soal banyaknya satpam yang malah melakukan tindak kriminal. Menurutnya, bila benar satpam terbukti melakukan pemerasan, berarti ada yang tidak beres.
Terlebih peran Binmas di bawah Koorbinmas itu hanya melakukan pembinaan terhadap pembinaan lingkungan. Hal itu tertuang dalam undang undang nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian tentunya satpam adalah mitra terdekat Bhabinkamtibmas.
"Maka sudah seharusnya Bhabinkamtibmas harus tahu jumlah dan biodata satpam di wilayahnya," jelas Bambang kepada wartawan, Selasa (28/8/2018).
Bambang menyebut aksi pemerasan seperti yang dituduhkan polisi itu tak mungkin terjadi bila Bhabinkamtibmas benar-benar menjalankan tupoksinya.
"Kalau sampai terjadi aksi premanisme, apalagi dilakukan oleh Badan Usaha Jasa Pengamanan patut dipertanyakan kerja Bhabinkamtibmasnya," kata Bambang.
Bambang menjelaskan menuding ada permainan antara BUJP (Badan Usaha Jasa Pengamanan) dengan oknum Bhabinkamtibmas.
Sebelumnya, Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menangkap delapan satpam yang diduga memeras penghuni ruko di Komplek 1.000 Ruko, Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat (24/8/2018) lalu.
Hal serupa juga terjadi di kawasan Tanah Abang, Polsek Metro Tanah Abang mengamankan sejumlah petugas keamanan yang melakukan pemalakan kepada pemilik ruko.
Sementara di kota Tua, sepasang kekasih, Adi, 30, dan Yuli, 26, dipalak kelompok preman saat hendak melakukan prewedding di kawasan Kalibesar, Kota Tua, Jakarta Barat.
Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISeSS), Bambang Rukminto mengkritisi soal banyaknya satpam yang malah melakukan tindak kriminal. Menurutnya, bila benar satpam terbukti melakukan pemerasan, berarti ada yang tidak beres.
Terlebih peran Binmas di bawah Koorbinmas itu hanya melakukan pembinaan terhadap pembinaan lingkungan. Hal itu tertuang dalam undang undang nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian tentunya satpam adalah mitra terdekat Bhabinkamtibmas.
"Maka sudah seharusnya Bhabinkamtibmas harus tahu jumlah dan biodata satpam di wilayahnya," jelas Bambang kepada wartawan, Selasa (28/8/2018).
Bambang menyebut aksi pemerasan seperti yang dituduhkan polisi itu tak mungkin terjadi bila Bhabinkamtibmas benar-benar menjalankan tupoksinya.
"Kalau sampai terjadi aksi premanisme, apalagi dilakukan oleh Badan Usaha Jasa Pengamanan patut dipertanyakan kerja Bhabinkamtibmasnya," kata Bambang.
Bambang menjelaskan menuding ada permainan antara BUJP (Badan Usaha Jasa Pengamanan) dengan oknum Bhabinkamtibmas.
Sebelumnya, Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menangkap delapan satpam yang diduga memeras penghuni ruko di Komplek 1.000 Ruko, Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat (24/8/2018) lalu.
Hal serupa juga terjadi di kawasan Tanah Abang, Polsek Metro Tanah Abang mengamankan sejumlah petugas keamanan yang melakukan pemalakan kepada pemilik ruko.
Sementara di kota Tua, sepasang kekasih, Adi, 30, dan Yuli, 26, dipalak kelompok preman saat hendak melakukan prewedding di kawasan Kalibesar, Kota Tua, Jakarta Barat.
(ysw)