Terjaring OTT Sampah, Ratusan Warga Kepulauan Seribu Disidang

Rabu, 22 Agustus 2018 - 22:05 WIB
Terjaring OTT Sampah,...
Terjaring OTT Sampah, Ratusan Warga Kepulauan Seribu Disidang
A A A
JAKARTA - Kepulauan Seribu mulai menindak tegas warga yang tertangkap basah membuang sampah sembarangan. Ratusan warga yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) sampah itu kemudian disidang dan diwajibkan membayar denda.

Kasudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Yusen Hardiman mengatakan, kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) itu diberlakukan kepada seluruh warga dan wisatawan yang hendak pergi berlibur ke beberapa pulau diKepulauan Seribu.

“Ini pertama kalinya dilaksanakan OTT di Dermaga Marina. Kami pilih Dermaga Marina menjadi tempat OTT karena menjadi salah satu akses wisatawan dari dan menuju Kepulauan Seribu,” ungkap Yusen.

Warga yang terkena OTT sampah itu disidang di Dermaga Marina Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa 21 Agustus kemarin. Mereka kemudian dikenakan denda masing-masing Rp100 ribu.

Denda itu merujuk pada Pasal 130 Perda Nomor 3/2013 tentang Pengelolaan Sampah Jakart yang menyebutkan: setiap orang yang sengaja membuang sampah sembarangan dikenakan denda maksimal Rp100 ribu.

Ia berharap dengan tindakan ini dapat memberikan efek jera kepada masyarakat. Sehingga pembuangan sampah menjadi berkurang, mengingat saat ini sampah di Kepulauan Seribu mencapai 40 ton dimana kebanyakan sampah jenis plastik.

Untuk mengurangi penumpukan sampah, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi sehingga pelanggaran tidak terjadi lagi.

Termasuk mengajak masyarakat untuk melakukan daur ulang sampah bekas minuman kemasan. Yusen yakin dengan pola ini sampah di Kepulauan Seribu bisa berkurang.

Sementara itu, Suprayitno (46), salah satu warga yang terjaring OTT mengaku hanya bisa pasrah setelah tertangkap basah membuang puntung rokok sembarang. Ia pun menerima bayar denda Rp100 ribu.

Warga lainnya, Yoseph (33), juga mengaku terjaring OTT sampah setelah membuang puntung rokok sembarangan. Namun karena Yoseph tidak membawa uang, denda yang dibebankan kepadanya hanya sebesar Rp 50 ribu.

“Cuma tinggal lima puluh ribu ini, tadi sudah habis beli rokok,” kata Yoseph yang mengaku kapok dengan kejadian itu.
(thm)
Berita Terkait
Pengolahan Sampah dan...
Pengolahan Sampah dan Rendahnya Kesadaran Jadi Masalah Serius
Rayakan HPSN, Kemkominfo...
Rayakan HPSN, Kemkominfo Ajak Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat
Sampah Elektronik di...
Sampah Elektronik di Indonesia Diprediksi Tembus 4,4 Juta Ton, Begini Cara Mengatasinya
Horor! 100 Ton Sampah...
Horor! 100 Ton Sampah Menumpuk di Kali Jambe Bekasi
Saset Jadi Penyumbang...
Saset Jadi Penyumbang Sampah Plastik Terbesar di Indonesia
Kasus Penumpukan Sampah...
Kasus Penumpukan Sampah yang Mengganggu Warga
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
5 jam yang lalu
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
5 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
7 jam yang lalu
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
8 jam yang lalu
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
8 jam yang lalu
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
9 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved