Tangani Sampah Laut, Ecoranger Dibentuk di Kepulauan Seribu

Jum'at, 10 Agustus 2018 - 17:45 WIB
Tangani Sampah Laut,...
Tangani Sampah Laut, Ecoranger Dibentuk di Kepulauan Seribu
A A A
JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu bekerja sama dengan perusahaan swasta, yakni AkzoNobel mengukuhkan pembentukan kelompok Ecoranger yang bakal berperan aktif dalam menangani sampah laut, khususnya sampah plastik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, sampah plastik masih menjadi masalah utama bagi perairan di Indonesia. "Bahaya plastik itu sangat nyata, terutama yang masuk ke laut menjadi mikroplastik, dikonsumsi biota laut. Permasalahan sampah plastik masih jadi hal utama di perairan Indonesia," kata Isnawa Adji di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Jumat (10/8/2018).

Dia menuturkan, Ecoranger yang dikukuhkan berjumlah 15 personel berlatar belakang sebagai nelayan dari dua pulau, yaitu Pulau Pramuka dan Pulau Panggang. Para Ecoranger tersebut akan mendapatkan pelatihan yang diberikan oleh AkzoNobel berupa teknik pengecatan menggunakan cat khusus serta pelatihan pengolahan sampah plastik agar memiliki nilai ekonomi dan menambah pemasukan para nelayan tersebut.

"Kami memang menjalin kerja sama dengan CSR-CSR yang punya komitmen mendukung upaya penjagaan lingkungan. Ecoranger ini akan dilatih sehingga bisa menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan kepada masyarakat di Kepulauan Seribu," ujar Adji menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama Country Manager AkzoNobel Marine Coatings Indonesia Junot Wijaya mengatakan, upaya menjaga lingkungan merupakan sebuah nilai perusahaan yang harus dijalankan selain pengembangan produk. "Kami harus pikirkan dampak positif bagi masyarakat luas. Saat ini kami fokus dulu (Ecoranger) di Kepulauan Seribu, kalau berhasil konsep ini akan kami lanjutkan ke lokasi lain," kata Junot.

Selain memberikan pelatihan kepada nelayan yang dikukuhkan sebagai Ecoranger, AkzoNobel juga memberikan bantuan kepada mereka berupa produk cat yang diaplikasikan khusus untuk kebutuhan kapal atau maritim.

"Saya dengar nelayan bisa sampai tiga kali per tahun mengecat kapal mereka, tentu memakan biaya besar. Kami berikan cat khusus ini yang lebih awet dan mereka tidak perlu berulang-ulang mengecat, jadi kegiatan mereka dalam mencari ikan sambil mengambil sampah tidak terganggu," ujarnya.

Ecoranger merupakan konsep kerja sama antara pemda, swasta, dan masyarakat dengan tujuan menanggulangi masalah sampah yang berada di perairan. Dalam satu hari, DKI Jakarta menghasilkan sampah sekitar 7.000 ton, dan sekitar 1.900-2.400 ton di antaranya merupakan sampah plastik, dan yang ratusan ton di antaranya berada di sungai dan perairan.
(whb)
Berita Terkait
Bareskrim Tetapkan Tersangka...
Bareskrim Tetapkan Tersangka Proyek Venue Asian Games 2018
Masalah Honorarium Panpel...
Masalah Honorarium Panpel Asian Games 2018 Jangan Sampai Salah Alamat
Kuwait Mengirimkan Delegasi...
Kuwait Mengirimkan Delegasi Atlit Terbesar ke Asian Games 19
Jonatan Christie Rebut...
Jonatan Christie Rebut Emas Asian Games 2018, Bidik Prestasi Serupa di Hangzhou
Tanpa Petasan dan Kembang...
Tanpa Petasan dan Kembang Api, Closing Ceremony Asian Games 2022 Tetap Berlangsung Meriah
Jadwal Pertandingan...
Jadwal Pertandingan Babak 16 Besar Asian Games 2022
Berita Terkini
Sengketa Berakhir, Warek...
Sengketa Berakhir, Warek II UIN Jakarta Resmi Buka MPLS SMA/SMK Triguna
12 menit yang lalu
Dilengkapi Berbagai...
Dilengkapi Berbagai Fasilitas, Gedung Sekolah Rakyat Siap Difungsikan untuk MPLS
35 menit yang lalu
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis HAISHEN di Utara Papua, Ini Dampaknya bagi Cuaca Indonesia
55 menit yang lalu
Mobil Listrik Tetap...
Mobil Listrik Tetap Masuk Pajak Progresif? Ini Penjelasan Lengkapnya
1 jam yang lalu
Ekonomi Lesu, Welhelm...
Ekonomi Lesu, Welhelm Kurnala Perkuat UMKM Maluku lewat Dana Stimulan
1 jam yang lalu
Pengamat Dukung Mabes...
Pengamat Dukung Mabes Polri Tangkap Pelaku Perampokan dan Penculikan WNA di Bali
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved