Atasi Kemacetan, Bogor Ingin Bangun Flyover dan Stasiun Kereta Baru

Rabu, 25 Juli 2018 - 22:46 WIB
Atasi Kemacetan, Bogor...
Atasi Kemacetan, Bogor Ingin Bangun Flyover dan Stasiun Kereta Baru
A A A
BOGOR - Pemkot Bogor berencana membangun flyover sepanjang 300 meter di Jalan RE Martadinata dan stasiun kereta api baru di Sukaresmi. Langkah ini dilakukan untuk mengurai kemacetan di kota hujan tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, saat ini yang menjadi prioritas ialah pembangunan flyover sepanjang 300 meter di Jalan RE Martadinata, Bogor Tengah, Kota Bogor, Agustus mendatang. "Kemacetan di persimpangan (perlintasan sebidang) rel kereta tersebut sudah lama menjadi perhatian Pemerintah Kota Bogor. Untuk itu, kami sangat ingin mewujudkan rencana tersebut dan diperlukan dukungan semua pihak," kata Ade pada Rabu (25/7/2018).

Menurut Ade, kemacetan di Kota Bogor disebabkan beberapa faktor di antaranya, volume kendaraan yang tak terkendali dan masih banyaknya perlintasan sebidang. Ade menuturkan, selain pembangunan flyover Jalan RE Martadinata, pihaknya juga ingin mereduksi jumlah pengguna commuter line.( Baca: Solusi Macet, Flyover RE Martadinata Bogor Dibangun Agustus )

Pemkot Bogor pun berencana membangun stasiun kecil di Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor (antara Stasiun Bogor dan Cilebut). "Jadi kepadatan penumpang kereta dapat diredistribusikan. Semua program ini akan berjalan jika mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Saat ini pertumbuhan penggunaan kendaraan bermotor sudah tidak sebanding dengan pertumbuhan jalan di Kota Bogor," ujarrnya.

Sebelumnya, proyek flyover RE Martadinata ini molor sejak 2016 dikarenakan beberapa faktor mulai dari pembuatan Detail Engineering Design (DED) yang beberapa kali harus direvisi, juga pembebasan lahan, seluas kurang lebih 500 meter persegi disekitar lokasi menjadi persoalan tersendiri.

Pembebasan lahan ini memakan anggaran sebesar Rp14 miliar, yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018."Sebelum melakukan pembebasan lahan, pihaknya sempat masih menunggu rekomendasi dan izin dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pasalnya, karena ada beberapa perubahan setelah adanya revisi DED," ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi.
(whb)
Berita Terkait
Berlakukan Ganjil Genap...
Berlakukan Ganjil Genap Motor dan Mobil dari Jumat hingga Minggu
PPKM Darurat, Kebun...
PPKM Darurat, Kebun Raya Bogor Ditutup Hingga 20 Juli 2021
Darurat Covid-19, Pemkot...
Darurat Covid-19, Pemkot Bogor Terapkan WFH 100 Persen
Pemkot Bogor Buka Hotline...
Pemkot Bogor Buka Hotline Penanganan Jenazah Corona
Kota Bogor Terapkan...
Kota Bogor Terapkan Ganjil-Genap, Ini 11 Titik Lokasi Check Point
Antibodi Tinggi, Wali...
Antibodi Tinggi, Wali Kota Bogor Bima Arya Gagal Divaksin
Berita Terkini
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
1 jam yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
1 jam yang lalu
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
1 jam yang lalu
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
1 jam yang lalu
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
2 jam yang lalu
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
2 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved