Cerita Komunitas Aleut Pelapor Perusakan Bangunan yang Didesain Bung Karno

Selasa, 24 Juli 2018 - 17:06 WIB
Cerita Komunitas Aleut...
Cerita Komunitas Aleut Pelapor Perusakan Bangunan yang Didesain Bung Karno
A A A
BANDUNG - Penyegelan rumah kembar hasil desain arsitektur Presiden pertama RI Soekarno di Bandung menyisakan cerita tersendiri. Bagaimana tidak, rumah pribadi yang dibangun 1935 itu kondisinya 50% telah dihancurkan.

Tragisnya lagi, pagar di sekeliling rumah dibuat setinggi nyaris 2 meter. Ramainya lalu lalang kendaraan di Jalan Gatot Subroto yang posisinya tepat di depan Hotel Papandayan, nyaris tak bisa melihat ke bagian dalam. Andai saja tak ada yang tahu bila cagar budaya itu sedang dibongkar, bisa jadi kini bangunan itu tinggal kenangan.

Lalu siapakah yang berperan melaporkan adanya perusakan cagar budaya yang kini berusia sekitar 80 tahun-an itu. Adalah Komunitas Aleut. Komunitas yang memiliki minat pada sejarah ini merupakan pelapor pertama atas dugaan perusakan cagar budaya rumah kembar.

"Saat itu ada anggota komunitas kami yang melintas di Jalan Gatot Subroto. Dia Curiga kenapa bangunan yang masuk heritage itu ditutup seng setinggi hampir 2 meter. Minat dia pada bangunan itu besar, karena kami tahu rumah itu dilindungi undang undang," jelas perwakilan Komunitas Aleut, Anggi Aldila, Selasa (24/7/2018).

Kecurigaan adanya pembongkaran, kemudian dilanjutkan dengan melihat ke balik seng. Betul saja, rumah tersebut sedang dibongkar. Bahkan nyaris seluruh atapnya telah tiada.

"Setelah dicek oleh teman-teman dan diverifikasi lagi, ternyata benar. Setelah itu kami floor kan dan kemudian kami mengontak tim ahli cagar budaya Kota Bandung," jelas dia.

Bahkan, laporan pertama kepada tim ahli cagar budaya langsung ditanggapi. Mereka langsung mengecek ke lapangan, padahal saat itu sedang dilakukan rapat dengan DPRD Kota Bandung. Mereka cukup terkejut atas tindakan empunya rumah.

"Saya apresiasi reaksi cepat Pemkot Bandung menyegel proses renovasi rumah kembar ini. Hari Rabu kami lapor, Seninnya langsung disegel. Tidak sampai satu minggu sudah ditindaklanjuti," beber dia.

Dia berharap, upaya melestarikan cagar budaya Bandung bisa dilakukan semua warga. Masyarakat mestinya berperan aktif menjaga sejarah Bandung. Baik itu bukti bangunan atau hal lainnya yang dilindungi undang undang.

Menurut dia, anggotanya hapal bangunan mana saja yang masuk katagori cagar budaya dan tidak. Hal itu tak lepas dari kegiatan mingguan yang mengupas dan menjajaki bukti sejarah di Kota Bandung. Pihaknya juga memiliki data base bangunan cagar budaya, yang diambil dari peraturan daerah.

"Berpijak data base itu kami tiap minggu mendatangi bangunan cagar budaya yang ada hubungannya dengan historis Kota Bandung. Setidaknya kita punya list-nya," imbuh Anggi.
(sms)
Berita Terkait
Kisah Sumur Binong Bekasi,...
Kisah Sumur Binong Bekasi, Tanah dan Airnya Dibawa Ridwan Kamil ke Titik Nol IKN Nusantara
Eksotiknya Situs Prasejarah...
Eksotiknya Situs Prasejarah Liang Panning, Surga Tersembunyi di Pelosok Maros
Galeri Nasional Kembali...
Galeri Nasional Kembali Dibuka dengan Prosedur Kunjungan Baru
Mengenal Tugu Leitje...
Mengenal Tugu Leitje di Pemalang yang Kini Dijadikan Cagar Budaya
Ridwan Kamil Hadiri...
Ridwan Kamil Hadiri Pagelaran Budaya Kembangan, Tokoh Pemuda: Sosok Berpengalaman
Ridwan Kamil Komitmen...
Ridwan Kamil Komitmen Lestarikan Budaya lewat Program Gerbang Betawi
Berita Terkini
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
32 menit yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
1 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
2 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
3 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
3 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
4 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved