Puluhan Ulama dan Tokoh Masyarakat Kecewa Terhadap Pj Wali Kota Bekasi

Senin, 23 Juli 2018 - 18:08 WIB
Puluhan Ulama dan Tokoh...
Puluhan Ulama dan Tokoh Masyarakat Kecewa Terhadap Pj Wali Kota Bekasi
A A A
BEKASI - Sebanyak 40 tokoh masyarakat dan lintas agama di Kota Bekasi kecewa kepada Penjabat Wali Kota Bekasi, Ruddy Gandakusumah. Sebab keinginan para sesepuh di Kota Patriot untuk bertemu Ruddy tidak terlaksana dengan alasan pihak yang bersangkutan sedang keluar kota. Padahal, mereka sudah mendatangi kantor Wali Kota Bekasi.

Padahal para tokoh masyarakat dan lintas agama ini sudah menyampaikan keinginannya beberapa waktu lalu lewat aparatur pemerintahan. "Tentu ada rasa kecewa, padahal kami sudah mendapat persetujuan bakal diterima pukul 07.30 WIB, kami merasa tidak dihormati," Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi, Abdul Manan, Senin (23/7/2018).

Dalam kesempatan itu, Manan juga mengkritisi sikap para petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan keamanan setempat yang tidak mengizinkan para tokoh masuk ke dalam Kantor Plaza Pemerintah Kota Bekasi. Mereka disuruh menunggu karena bersamaan dengan apel upacara aparatur di Plaza Pemerintah Kota Bekasi.

Seharusnya, kata dia, para tokoh diperkenankan masuk mengingat usia mereka sudah melebihi paruh baya. "Kita dikunci sampai mengorbankan nongkrong untuk menunggu upacara. Seharusnya kalau ulama, yah kita diperkenankan masuk. Tapi mungkin karena aturan atau tidak tahu siapa yang datang, sampai tidak dibolehkan masuk," ujarnya.

Menurut dia, hal tersebut sebetulnya tidak lazim mengingat yang datang adalah tokoh masyarakat dan lintas agama, termasuk para ulama di dalamnya. Dia menganalogikan keberadaan ulama seperti halnya seseorang memotong kayu menggunakan sebilah gergaji pada zaman dahulu. "Pemerintah sekarang semakin kacau," tegasnya.

Manan mengaku, kedatangan para sesepuh ini untuk menyampaikan kondisi pemerintahan yang dianggap ada ketegangan antara Penjabat Wali Kota Bekasi, Ruddy Gandakusumah dengan para aparatur setempat. ketegangan ini berimplikasi pada roda pemerintahan sehingga sangat dirasakan masyarakat.

Salah satunya adalah proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online untuk tingkat SMP Negeri. Dinas Pendidikan Kota Bekasi telah mengusulkan penambahan jumlah siswa di setiap rombongan belajar (rombel) dari 38 orang menjadi 40 orang. Upaya ini dilakukan untuk mengakomodir 2.988 siswa lagi yang berminat masuk sekolah negeri namun tidak tertampung.

Namun Ruddy Gandakusumah selaku kepala daerah setempat enggan meneken surat yang diajukan Dinas Pendidikan Kota Bekasi dalam rencana penambahan rombel. "Orang tua banyak yang menangis karena anaknya tidak bisa masuk ke SMP Negeri, padahal anggaran pemerintah ada seharusnya dibuka saja," ungkapnya.

Selain sistem PPDB online, kata dia, ketidakharmonisan antara Pj Wali Kota Bekasi dengan pemangku jabatan juga berdampak pada rencana penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2018. Seharusnya pada triwulan ketiga saat ini, pemerintah telah membuat rancangan APBD Perubahan.

Dalam kesempatan itu, Manan juga menyampaikan rasa kecewanya kepada Ruddy karena tidak ada di ruang kerjanya. Padahal rencana kedatangan tokoh sudah dikomunikasi sejak beberapa hari lalu lewat aparatur pemerintahan setempat. "Kekecawaan kami ini memuncak sehingga tidak ada kepercayaan lagi kepada pak Pj Wali Kota Bekasi," ungkapnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi, Cecep Suherlan menanggapi keluhan para tokoh masyarakat dan lintas agama yang tidak bisa masuk ke Plaza Pemerintah Kota Bekasi karena bersamaan dengan apel upacara aparatur, Senin (23/7) pagi. Menurut Cecep, sikap yang diambil para petugas sudah mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) yang benar.

Di sisi lain, kata dia, hal itu terjadi karena kurangnya komunikasi antara para tokoh dengan pemerintah setempat terutama dengan petugas Satpol PP. "Mungkin kalau komunikasi berjalan dengan baik, beliau akan kita arahkan ke gerbang lain untuk masuk ke dalam Plaza Pemerintah Kota Bekasi," katanya.

Meski demikian, Cecep menyampaikan permohonan maafnya kepada para tokoh masyarakat dan lintas agama Kota Bekasi. Dia berharap, di kemudian hari komunikasi terjalin dengan baik sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dengan petugas Satpol PP. "Kritik dari para tokoh menjadi masukan kami juga dalam menjaga ketertiban di lingkungan pemerintah maupun masyarakat," ungkapnya.

Kepala Bagian Humas pada Sekretariat Daerah Kota Bekasi, Sajekti Rubiah mengatakan Penjabat Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah sedang menghadiri agenda kerja di luar kota. "Bapak sedang ada tugas ke Istana Bogor dan sore ini akan bertolak ke Surabaya untuk menghadiri acara Hari Anak," kata Sajekti.
(ysw)
Berita Terkait
Jaga Pasokan Pangan,...
Jaga Pasokan Pangan, 3 Pasar di Bekasi Beroperasi hingga Malam
Wilayah di Bekasi yang...
Wilayah di Bekasi yang Menggunakan Nama Harapan
K-eco Pax Global Bangun...
K-eco Pax Global Bangun Ruangan Lab Komputer di Sekolah Tunas Alam
Wali Kota Bekasi Minta...
Wali Kota Bekasi Minta Mendikbud Rumuskan Kebijakan Keringanan Biaya Kuliah Warganya
Agustus 2020, Pembangunan...
Agustus 2020, Pembangunan Underpass Bulak Kapal Dimulai
Hujan sejak Siang, Sejumlah...
Hujan sejak Siang, Sejumlah Permukiman Warga di Kota Bekasi Mulai Tergenang
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
1 jam yang lalu
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
2 jam yang lalu
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
3 jam yang lalu
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
4 jam yang lalu
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
4 jam yang lalu
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
5 jam yang lalu
Infografis
Perbedaan Amnesti dan...
Perbedaan Amnesti dan Abolisi, Ini Tokoh yang Pernah Mendapatkannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved