Apresiasi Petani dan Nelayan, HKP Tingkat Jabar Digelar di Bogor
Jum'at, 20 Juli 2018 - 17:02 WIB
Apresiasi Petani dan Nelayan, HKP Tingkat Jabar Digelar di Bogor
A
A
A
Guna memotivasi serta mengapresiasi petani dan nelayan se-Jawa Barat, Pemkab Bogor akan menggelar acara peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) 2018 yang dipusatkan di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, selama tiga hari (27-29 Juli).
Melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat saat ini tengah mempersiapkan berbagai acara rangkaian peringatan HKP yang biasa dihelat setiap tanggal 21 Juli itu.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor Siti Nuriyanti mengungkapkan, pihaknya sangat siap menggelar hari apresiasi petani terakbar tingkat Jawa Barat itu.
"Sebagai tuan rumah, kami sangat bersyukur bisa ikut mengapresiasi, para pekebun, peternak dan nelayan di HKP 2018 ini," katanya dalam konferensi pers di Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bogor, Jumat (20/07).
Selain itu, menurutnya, kegiatan ini juga sebagai upaya meningkatkan kepemimpinan dan kemandirian petani dan nelayan melalui wadah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), agar terus meningkatkan motivasi, pengetahuan dan keterampilnya dalam mewujudkan kemandirian pangan.
Menurutnya acara yang mengusung tema "Melalui HKP ke-46 Tahun 2018 Kita Tingkatkan Kualitas Pangan Untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Petani/Nelayan Jawa Barat" ini akan diisi oleh banyak stan-stan pameran produk hasil pertanian.
"Konsep yang akan ditampilkan juga dirancang untuk menghadirkan nuansa pertanian yang kental dan berbudaya Sunda," jelasnya.
Sementara itu, Direktur PT Solindo Duta Praga Zulfikri Arif selaku panitia pelaksana atau Event Organizer peringatan HKP berharap pameran ini nantinya akan banyak dihadiri oleh masyarakat umum khususnya kaum pelajar sekolah tingkat menengah , kalangan petani dan nelayan, dan seluruh pihak yang mempunyai perhatian penuh terhadap dunia pertanian di Jawa Barat.
"Dengan adanya lebih dari 200 stan ini, kita menargetkan pengunjung yang datang lebih dari 3.000 orang," ucapnya.
Tak hanya itu, Arif mengatakan lewat pameran ini, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor juga akan meluncurkan varietas hasil pertanian antara lain padi, pepaya, pala dan rumput gajah. Varietas-varietas baru ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para petani agar menjadi pengembangan baru serta dapat meningkatkan pemasaran hasil produksi pertanian dan perkebunan.
Selain pameran pertanian, menurutnya acara ini juga akan diisi oleh banyak kegiatan, diantaranya Rembug Madya KTNA, peragaan demostrasi pada masing-masing stan, temu wicara, talkshow, lomba-lomba, temu antar profesi, gelar teknologi, dan lain-lain. Bahkan, kegiatan Hari Krida pertanian ini juga akan dimeriahkan oleh beberapa artis lokal dan ibu kota ternama.
Pihaknya berharap, perayaan atas Hari Krida Pertanian ini dapat menjadi momentum penghargaan serta apresiasi bagi para petani dan nelayan agar mereka mampu menjadi petani dan nelayan yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan motivasi dalam mewujudkan kemandirian pangan.
"Dengan adanya pemberian penghargaan tersebut juga akan dapat mendorong munculnya cipta karsa dan karya yang lebih besar dan berguna sehingga masa depan pertanian yang lebih baik dapat terwujud.
Selain itu, dengan terselenggaranya pameran ini pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan diharapkan akan semakin meningkat untuk kedepannya.
"Dengan menggandeng PT Agrinesia dan Komunitas Pecinta Kopi, pameran ini juga akan menghadirkan banyak acara-acara menarik, yaitu launching Lapis Bogor Sangkuriang Varian Kopi, yang merupakan salah satu brand dari PT Agrinesia," ungkapnya.
Tak hanya itu, menurutnya ada juga pemecahan rekor muri "Food Platting Lapis Bogor Sangkuriang" yang akan disertifikasi oleh Indonesian Chef Association(ICA) dan Museum Rekor Indonesia, serta promo "buy 1 get 1 free" Lapis Bogor Sangkuriang.
"Yang tak kalah seru, khusus bagi pecinta kopi, ada Festival Kopi Bogor yang diadakan oleh Komunitas Pecinta Kopi. "Festival tersebut akan memamerkan kopi-kopi khas Bogor yang tidak kalah enaknya. Berbagai stan menarik dari festival kopi juga akan dihadirkan," ujarnya.
Melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat saat ini tengah mempersiapkan berbagai acara rangkaian peringatan HKP yang biasa dihelat setiap tanggal 21 Juli itu.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor Siti Nuriyanti mengungkapkan, pihaknya sangat siap menggelar hari apresiasi petani terakbar tingkat Jawa Barat itu.
"Sebagai tuan rumah, kami sangat bersyukur bisa ikut mengapresiasi, para pekebun, peternak dan nelayan di HKP 2018 ini," katanya dalam konferensi pers di Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bogor, Jumat (20/07).
Selain itu, menurutnya, kegiatan ini juga sebagai upaya meningkatkan kepemimpinan dan kemandirian petani dan nelayan melalui wadah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), agar terus meningkatkan motivasi, pengetahuan dan keterampilnya dalam mewujudkan kemandirian pangan.
Menurutnya acara yang mengusung tema "Melalui HKP ke-46 Tahun 2018 Kita Tingkatkan Kualitas Pangan Untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Petani/Nelayan Jawa Barat" ini akan diisi oleh banyak stan-stan pameran produk hasil pertanian.
"Konsep yang akan ditampilkan juga dirancang untuk menghadirkan nuansa pertanian yang kental dan berbudaya Sunda," jelasnya.
Sementara itu, Direktur PT Solindo Duta Praga Zulfikri Arif selaku panitia pelaksana atau Event Organizer peringatan HKP berharap pameran ini nantinya akan banyak dihadiri oleh masyarakat umum khususnya kaum pelajar sekolah tingkat menengah , kalangan petani dan nelayan, dan seluruh pihak yang mempunyai perhatian penuh terhadap dunia pertanian di Jawa Barat.
"Dengan adanya lebih dari 200 stan ini, kita menargetkan pengunjung yang datang lebih dari 3.000 orang," ucapnya.
Tak hanya itu, Arif mengatakan lewat pameran ini, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor juga akan meluncurkan varietas hasil pertanian antara lain padi, pepaya, pala dan rumput gajah. Varietas-varietas baru ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para petani agar menjadi pengembangan baru serta dapat meningkatkan pemasaran hasil produksi pertanian dan perkebunan.
Selain pameran pertanian, menurutnya acara ini juga akan diisi oleh banyak kegiatan, diantaranya Rembug Madya KTNA, peragaan demostrasi pada masing-masing stan, temu wicara, talkshow, lomba-lomba, temu antar profesi, gelar teknologi, dan lain-lain. Bahkan, kegiatan Hari Krida pertanian ini juga akan dimeriahkan oleh beberapa artis lokal dan ibu kota ternama.
Pihaknya berharap, perayaan atas Hari Krida Pertanian ini dapat menjadi momentum penghargaan serta apresiasi bagi para petani dan nelayan agar mereka mampu menjadi petani dan nelayan yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan motivasi dalam mewujudkan kemandirian pangan.
"Dengan adanya pemberian penghargaan tersebut juga akan dapat mendorong munculnya cipta karsa dan karya yang lebih besar dan berguna sehingga masa depan pertanian yang lebih baik dapat terwujud.
Selain itu, dengan terselenggaranya pameran ini pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan diharapkan akan semakin meningkat untuk kedepannya.
"Dengan menggandeng PT Agrinesia dan Komunitas Pecinta Kopi, pameran ini juga akan menghadirkan banyak acara-acara menarik, yaitu launching Lapis Bogor Sangkuriang Varian Kopi, yang merupakan salah satu brand dari PT Agrinesia," ungkapnya.
Tak hanya itu, menurutnya ada juga pemecahan rekor muri "Food Platting Lapis Bogor Sangkuriang" yang akan disertifikasi oleh Indonesian Chef Association(ICA) dan Museum Rekor Indonesia, serta promo "buy 1 get 1 free" Lapis Bogor Sangkuriang.
"Yang tak kalah seru, khusus bagi pecinta kopi, ada Festival Kopi Bogor yang diadakan oleh Komunitas Pecinta Kopi. "Festival tersebut akan memamerkan kopi-kopi khas Bogor yang tidak kalah enaknya. Berbagai stan menarik dari festival kopi juga akan dihadirkan," ujarnya.
(mhd)