Perselisihan dan Ekonomi Pemicu Utama Perceraian di Kota Bekasi

Senin, 25 Juni 2018 - 13:20 WIB
Perselisihan dan Ekonomi...
Perselisihan dan Ekonomi Pemicu Utama Perceraian di Kota Bekasi
A A A
BEKASI - Tingkat perceraian di Kota Bekasi menduduki urutan 14 kota dan Kabupaten se Jawa Barat. Rata-rata penyebab rusaknya rumah tangga itu diakibatkan faktor perselisihan dan ekonomi.

"Total kasus perceraian ada 1.746 kasus. Tapi Kota Bekasi termasuk daerah yang masih rendah ketimbang daerah lain," kata Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi, Risnawati kepada wartawan, Snein (25/6/2018).

Dari 1.746 perceraian itu, kata Risnawati, sebagian besar dipicu dari perselisihan dan pertengkaran sebanyak 1.606 kasus. Kemudian kasus yang dilatarbelakangi ekonomi sebanyak 67 kasus.

Menurut Risnawati, penempatan Kota Bekasi sebagai daerah ke 14 tingkat perceraian itu berdasarkan data Pengadilan Agama tahun 2017 lalu. Dimana Kota Bekasi masih dibawah Kota Depok yang memiliki 2.865 perceraian.

"Kalau Depok memiliki 3.208 kasus perceraian. Dan yang paling tinggi Cimahi di urutan pertama dengan memiliki 9.244 angka perceraian," katanya.

Menurut dia, dampak yang paling banyak dirasakan saat proses perceraian adalah anak. Sebab, kasus itu akan berujung pada perebutan hak asuh anak.

"Menyangkut hak asuh anak kita akan dampingi terus saat persidangan. Kalau putusan itu sudah ranah hakim," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi, Ruri Aprijanto mengatakan, fenomena perceraian di kalangan suami istri sangat mempengaruhi mental anak. Mereka bisa saja menjadi liar lantaran kurangnya perhatian orangtua. "Anak-anak korban perceraian orangtua akan terganggu mentalnya," katanya.

Namun, Ruri mengaku, tindakan kenakalan anak sekarang bukan hanya pengaruh perselisihan orangtua. Melainkan kata dia, faktor ekonomi yang menjadi sumber utama penyebabnya. "Seperti anak-anak yang suka tawuran itu karena orangtuanya terhimpit kasus ekonomi," ucapnya.
Meski begitu, Ruri mengaku, terus membuka program konseling untuk anak-anak korban cerai orangtuanya. Salah satunya mendampingi anak untuk berkonsultasi dengan psikiater. "Kita sudah siapkan psikiater untuk anak," tandasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Pandemi Covid-19, 1.714...
Pandemi Covid-19, 1.714 Wanita di Bekasi Gugat Cerai Suami
Jaga Pasokan Pangan,...
Jaga Pasokan Pangan, 3 Pasar di Bekasi Beroperasi hingga Malam
Kasus Perceraian ASN...
Kasus Perceraian ASN Pemkot Makassar Tinggi, Didominasi Profesi Guru
Wilayah di Bekasi yang...
Wilayah di Bekasi yang Menggunakan Nama Harapan
K-eco Pax Global Bangun...
K-eco Pax Global Bangun Ruangan Lab Komputer di Sekolah Tunas Alam
Lady Nayoan dan Rendy...
Lady Nayoan dan Rendy Kjaernett Hadiri Sidang Perdana Cerai di Pengadilan Negeri Bekasi
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
5 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
8 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
9 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
9 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
10 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved