Antisipasi Kecelakaan, Polisi Pasang Spanduk 'Nyeleneh' di Puncak
Rabu, 06 Juni 2018 - 20:40 WIB
Antisipasi Kecelakaan, Polisi Pasang Spanduk 'Nyeleneh' di Puncak
A
A
A
BOGOR - Guna meminimalisir fatalitas angka korban kecelakaan saat arus mudik dan balik lebaran 2018, Satuan Lalu Lintas Polres Bogor memasang sejumlah rambu, spanduk dan banner peringatan di sejumlah ruas jalan raya, khususnya kawasan Puncak, Rabu (6/6/2018).
Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Bogor Iptu Asep Saepudin menjelaskan, sengaja memasang banner dan spanduk imbauan serta peringatan untuk mengurangi fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. "Jadi pemasangan spanduk dan banner ini juga sekaligus dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2018 di wilayah Kabupaten Bogor," kata Iptu Asep, Rabu (6/6/2018).
Asep mengungkapkan, pemasangan spanduk dan banner dilakukan di black spot dan titik rawan kecelakaan di jalur Bogor-Puncak-Cianjur (Bopuncur), seperti di Jalan Raya Puncak Cipayung, Megamendung; Jalan Raya Puncak Cisarua tepatnya depan Rumah Makan Bakmi Golek dan Kampung Naringgul, Cisarua.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Bogor, khususnya di Puncak agar para pengendara memahami dan melaksanakan tentang pentingnya keamanan, ketertiban, keselamatan, dan kelancaran berlalu lintas," ujarnya.
Selain itu, lanjut Asep, kegiatan ini juga untuk menumbuhkan kesadaran berlalu lintas yang baik terhadap sesama pengguna jalan raya. "Unik dan menariknya, pada pemasangan spanduk dan banner kali ini, kita mendesain kata-katanya sedemikian rupa sehingga masyarakat yang melihatnya dapat memahami makna yang tercantum dalam spanduk tersebut," jelasnya.
Asep menuturkan, sasaran imbauan peringatan itu ditujukan kepada setiap pengendara dan pengemudi kendaraan bermotor, khususnya bagi mereka yang belum tertib saat berkendara."Semoga spanduk dan banner yang dipasang ini dapat dipahami dan kemudian dipatuhi oleh setiap pengemudi yang melintas dengan harapan angka kecelakaan lalu lintas pun dapat ditekan," tutur Asep.
Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama menjelaskan, pihaknya akan melakukan antisipasi kepadatan di sejumlah titik di Jalur Puncak, Bogor."Titik-titik tersebut merupakan titik kemacetan yang sebagian besar adalah persimpangan. Di lokasi tersebut nantinya akan dikerahkan lebih banyak petugas untuk mengurai kemacetan," katanya.
![Antisipasi Kecelakaan, Polisi Pasang Spanduk 'Nyeleneh' di Puncak]()
Hasby melanjutkan, lokasi rawan macet parah itu adalah simpang Pasir Angin, Megamendung; Lokakarya, Pasar Cisarua, Simpang Taman Safari, Warung Kaleng dan kawasan Desa Tugu."Lokasi-lokasi itulah yang memang harus kita lakasanakan full (antisipasi kemacetan). Sebab di lokasi itu terdapat simpang jalan yang kecil untuk masuk ke dalam tempat wisata maupun penginapan," jelasnya.
Maka dari itu, selain penyempitan jalan keluar masuk kendaraan juga merupakan penyebab utama kepadatan di Jalan Raya Puncak. "Tentunya kita juga akan antisipasi bagaimana fungsi jalan masuk keluarnya (kendaraan) itu agar tetap lancar," ungkap Hasby.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang hendak ke Cianjur mau pun sebaliknya untuk menggunakan jalur alternatif via jonggol. "Kita sudah survei jalur Jonggol dengan jarak 86 km bisa dijangkau kurang lebih 2,5 jam. Bayangkan kalau dia menggunakan Jalur Puncak, lebih jauh itungannya, dan harus menunggu, ada one way. Kami menyampaikan ini (imbauan) karena jangan sampai terjebak di kawasan Puncak, kok macetnya panjang sih, gitu," ucapnya.
Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Bogor Iptu Asep Saepudin menjelaskan, sengaja memasang banner dan spanduk imbauan serta peringatan untuk mengurangi fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. "Jadi pemasangan spanduk dan banner ini juga sekaligus dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2018 di wilayah Kabupaten Bogor," kata Iptu Asep, Rabu (6/6/2018).
Asep mengungkapkan, pemasangan spanduk dan banner dilakukan di black spot dan titik rawan kecelakaan di jalur Bogor-Puncak-Cianjur (Bopuncur), seperti di Jalan Raya Puncak Cipayung, Megamendung; Jalan Raya Puncak Cisarua tepatnya depan Rumah Makan Bakmi Golek dan Kampung Naringgul, Cisarua.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Bogor, khususnya di Puncak agar para pengendara memahami dan melaksanakan tentang pentingnya keamanan, ketertiban, keselamatan, dan kelancaran berlalu lintas," ujarnya.
Selain itu, lanjut Asep, kegiatan ini juga untuk menumbuhkan kesadaran berlalu lintas yang baik terhadap sesama pengguna jalan raya. "Unik dan menariknya, pada pemasangan spanduk dan banner kali ini, kita mendesain kata-katanya sedemikian rupa sehingga masyarakat yang melihatnya dapat memahami makna yang tercantum dalam spanduk tersebut," jelasnya.
Asep menuturkan, sasaran imbauan peringatan itu ditujukan kepada setiap pengendara dan pengemudi kendaraan bermotor, khususnya bagi mereka yang belum tertib saat berkendara."Semoga spanduk dan banner yang dipasang ini dapat dipahami dan kemudian dipatuhi oleh setiap pengemudi yang melintas dengan harapan angka kecelakaan lalu lintas pun dapat ditekan," tutur Asep.
Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama menjelaskan, pihaknya akan melakukan antisipasi kepadatan di sejumlah titik di Jalur Puncak, Bogor."Titik-titik tersebut merupakan titik kemacetan yang sebagian besar adalah persimpangan. Di lokasi tersebut nantinya akan dikerahkan lebih banyak petugas untuk mengurai kemacetan," katanya.

Hasby melanjutkan, lokasi rawan macet parah itu adalah simpang Pasir Angin, Megamendung; Lokakarya, Pasar Cisarua, Simpang Taman Safari, Warung Kaleng dan kawasan Desa Tugu."Lokasi-lokasi itulah yang memang harus kita lakasanakan full (antisipasi kemacetan). Sebab di lokasi itu terdapat simpang jalan yang kecil untuk masuk ke dalam tempat wisata maupun penginapan," jelasnya.
Maka dari itu, selain penyempitan jalan keluar masuk kendaraan juga merupakan penyebab utama kepadatan di Jalan Raya Puncak. "Tentunya kita juga akan antisipasi bagaimana fungsi jalan masuk keluarnya (kendaraan) itu agar tetap lancar," ungkap Hasby.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang hendak ke Cianjur mau pun sebaliknya untuk menggunakan jalur alternatif via jonggol. "Kita sudah survei jalur Jonggol dengan jarak 86 km bisa dijangkau kurang lebih 2,5 jam. Bayangkan kalau dia menggunakan Jalur Puncak, lebih jauh itungannya, dan harus menunggu, ada one way. Kami menyampaikan ini (imbauan) karena jangan sampai terjebak di kawasan Puncak, kok macetnya panjang sih, gitu," ucapnya.
(whb)