Selama Mei, Polres Jakarta Barat Gulung 36 Pelaku Kejahatan

Rabu, 06 Juni 2018 - 16:00 WIB
Selama Mei, Polres Jakarta...
Selama Mei, Polres Jakarta Barat Gulung 36 Pelaku Kejahatan
A A A
JAKARTA - Selama Mei 2018, Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap 29 kasus kejahatan dengan jumlah tersangka sebanyak 36 orang. Dari rangkaian kasus kejahatan itu, polisi mengamankan 12 unit kendaraan roda dua, empat kendaraan roda empat, 9 unit ponsel, satu pucuk senjata api, dan golok.

Adapun rincian kasus yang telah diungkap Polres Metro Jakarta Barat itu yakni tersangkut Pasal 365 tentang Pencurian dan Kekerasan 10 kasus, Pasal 363 tentang Pencurian dan Pemberatan 11 kasus, pencurian sepeda motor dua kasus, Pasal 53 tentang Percobaan Melakukan Kejahatan satu kasus dan Pasal 368 tentang pemerasan 5 kasus.

Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar (Kombes) Pol Hengki Haryadi menyebutkan, angka kejahatan di wilayahnya pada bulan Mei lalu mengalami penurunan sebanyak 13% jika dibandingkan bulan April 2018.

"Sementara apabila dibandingkan dengan bulan Januari, terjadi penurunan angka kejahatan sebesar 8%," ujar Hengki saat rilis pengungkapan kasus selama Mei, di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (6/6/2018).

Meski terjadi penurunan, Hengki memastikan anggotanya tidak akan terlena. Pihaknya masih tetap melakukan antisipasi dan meningkatkan pengamanan.

Terkait ancaman aksi kejahatan menjelang Hari Raya Idul Fitri, Hengki menyebutkan kasus pencurian rumah kosong masih rawan terjadi. Karena itu, pihaknya akan waspada untuk menjamin kawasan pemukiman dari pencurian.

Sementara itu, kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Achmad Hisyam menyebutkan, tindakan tegas yang dilakukan polisi bisa menjadi efek penurunan angka kriminalitas.

“Salah satu faktornya iya. Kenapa di wilayah angka berkurang, karena tindakan tegas polisi, ada efek getaran yang membuat mental penjahat menjadi turun,” kata Achmad.

Meski demikian, faktor tembakan dan melubangi kaki tidak begitu signifikan. Sebab ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi, yakni kesejahteraan masyarakat hingga tingkat ekonomi. “Artinya selama kebutuhan tercapai, orang tidak akan berbuat jahat,” ucapnya.

Achmad menyebutkan faktor patroli polisi juga menjadi faktor penting dalam penurunan kejahatan. Sebab dengan berpatroli kesempatan berbuat jahat semakin berkurang.
(thm)
Berita Terkait
Waspada, Kriminalitas...
Waspada, Kriminalitas Intai Pesepeda
Kriminalitas Jalanan...
Kriminalitas Jalanan Picu Ketakutan Masyarakat
Saatnya Deteksi Dini...
Saatnya Deteksi Dini Kriminalitas Remaja
Pandemi Membuat Anomali...
Pandemi Membuat Anomali Kriminalitas Jelang Ramadan
Waspada Penipuan, Kriminalitas...
Waspada Penipuan, Kriminalitas Digital Terus Mengintai
Jangan Acuhkan Potensi...
Jangan Acuhkan Potensi Kasus Kriminalitas Jalanan
Berita Terkini
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
31 menit yang lalu
Aksi Perampokan di Menteng,...
Aksi Perampokan di Menteng, Korban Kritis Akibat 7 Luka Tusuk
48 menit yang lalu
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
2 jam yang lalu
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
3 jam yang lalu
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
3 jam yang lalu
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
4 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved