Penerimaan Siswa SMAN 6 Kota Bekasi Dikeluhkan Masyarakat

Selasa, 05 Juni 2018 - 14:32 WIB
Penerimaan Siswa SMAN...
Penerimaan Siswa SMAN 6 Kota Bekasi Dikeluhkan Masyarakat
A A A
BEKASI - Sejumlah orang tua mengeluhkan sistem zonasi penerimaan siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 06 Kota Bekasi. Pasalnya, diduga sistem zonasi yang diterapkan di sekolah tersebut tidak beradasarkan aturan yang ditetapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat.

Salah satu orang tua siswa Wahyu Widodo mengatakan, sistem zonasi yang dilakukan SMAN 06 Kota Bekasi masih terdapat penyimpangan. Hal itu bisa dilihat dari ketentuan berbasis RT/RW seperti untuk siswa SMP. "Seharusnya tidak menggunakan sistem tersebut," kata Widodo kepada wartawan Selasa (5/6/2018).

Padahal, kata dia, dalam aturanya sebanyak 85-90% kursi dari total kuota setiap sekolah disediakan bagi siswa di dalam zona sekolah sedangkan 10-15% kursi lainnya boleh dialokasikan untuk siswa berprestasi di luar zona sekolah tersebut.

Yang mana ditentukan jarak 0-1 kilometer (km), nilai UN siswa ditambah skor radius 0,9. Selanjutnya 1-3 km (UN+0,8), jarak 3-5 km (UN+0,7), jarak 5-7 km (UN+0,6), jarak 7-9 km (UN+0,5). Kemudian jarak 9-11 km (UN+0,4), 11-13 km (UN+0,3), jarak 13-15 km (UN+0,2), jarak 15-17 km (UN+0,1).

Namun yang terjadi di SMAN 06 untuk ring1 di Kelurahan Jatirasa hanya diperuntukan RT 6 dan RW 5, Jakasetia RT 2, RT 5 dan RW 2. Sehingga, untuk Ring 1 yang berada di RW 4 dan 6 tidak bisa mendapatkan jalur Zonasi itu."Ini sama saja ditentukan pihak sekolah sendiri," tegasnya.

Untuk itu, Wahyu meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat meninjau langsung ke SMAN 06 Kota Bekasi. Dikhawatirkan banyak warga dalam radius tersebut tidak bisa bersekolah di tempat itu. Padahal, jaraknya antara rumahnya dan sekolah memang berdekatan.

Humas SMAN 6 Kota Bekasi, Paryono mengatakan, sistem zonasi radius sekolah masih diberlakukan dan semuanya ditampung oleh pihaknya. Namun, untuk memastikan lolos atau tidaknya adalah sistem online tersebut."Jadi kita tidak mengetahui lolos tidaknya pendaftar," katanya.

Paryono mengaku, beberapa hari lalu sempat terjadi kekisruhan terkait penerimaan tersebut. Namun, pihaknya sudah menerapkan apa yang sudah diberikan dalam juknis dari Disdik Jawa Barat."Kita tampung semua, yang menentukan sistem online," tegasnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan, pemerintah setempat tidak mengetahui sistem tersebut. Karena wewenangnya berada di Jawa Barat."Kita tidak bisa berbuat apa-apa, semuanya yang mengurus dari sekolah dan Dinas Pendidikan Jawa Barat, kita tidak tahu," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Belum Siap, PPDB Kota...
Belum Siap, PPDB Kota Bekasi Batal Dibuka Hari Ini
PPDB Online Bekasi Dibuka...
PPDB Online Bekasi Dibuka Akhir Juni 2023, Simak Jadwal, Dokumen, dan Syarat Daftar
Pendaftaran Penerimaan...
Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru SMAN 70 Jakarta
PPP Ingatkan Sekolah...
PPP Ingatkan Sekolah Hindari KKN dalam Penerimaan Siswa Baru
Pendaftaran PPDB Jabar...
Pendaftaran PPDB Jabar 2023 Dibuka 6-10 Juni, Wajib Baca Ketentuan Ini Jika Ingin Lolos
Waspadai Anak Titip...
Waspadai Anak Titip ke KK Orang Lain, Forpi Kota Yogyakarta Buka Posko Pengaduan PPDB
Berita Terkini
Gempa Besar M6,7 Guncang...
Gempa Besar M6,7 Guncang Palu, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif
9 menit yang lalu
Pendaftaran Kartu Huma...
Pendaftaran Kartu Huma Betang Sejahtera Kini Berbasis Digital, Masyarakat Kalteng Bisa Daftar Melalui humabetang.id
30 menit yang lalu
Jalani Pendataan Perdana...
Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat
35 menit yang lalu
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
1 jam yang lalu
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
1 jam yang lalu
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
4 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved