Pertimbangan Kemanusiaan, MUI Minta Jenazah Teroris Tetap Dimakamkan
Minggu, 20 Mei 2018 - 12:26 WIB
Pertimbangan Kemanusiaan, MUI Minta Jenazah Teroris Tetap Dimakamkan
A
A
A
SURABAYA - Penolakan warga Surabaya terhadap pemakaman jenazah terduga teroris masih berlangsung. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun menjawab surat dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tentang proses pemakaman. MUI berharap semua jenazah teroris tetap dimakamkan sesuai dengan agamanya masing-masing.
Sekretaris Umum MUI Kota Surabaya, Moch Munief menuturkan pihaknya sudah melakukan sejumlah pertemuan untuk membahas solusi pemakaman terduga teroris itu. Banyak para kiai dilibatkan serta memberikan berbagai pertimbangan penting.
“Jenazah harus tetap dimakamkan. Kami sudah bertemu dengan para kiai dan Wali Kota Surabaya melalui jalur kemasyarakatan umat,” ujar Munief, Minggu (20/5/2018).
Ia melanjutkan, keputusan ini diambil dengan pertimbangan yang matang dengan melihat dua versi yang berbeda. Pertama dari segi kemanusiaan dan kedua dari sisi akhlaknya.
“Bagaimana pun juga manusia ya tetap manusia. Nanti saat pemakaman disesuaikan menurut agama masing-masing. Kalau yang Islam ya disholati dan dikafani dengan baik,” jelasnya. (Baca juga: 7 Jenazah Pelaku Bom Surabaya Ditolak Warga, Kuburan yang Sudah Digali Ditutup Kembali)
Karena permasalahan ini sudah selesai, Munief meminta kepada Wali Kota Surabaya untuk tetap memperhatikan kemasyarakatan umat. Artinya, jangan sampai permasalahan sepele ini dimanfaatkan beberapa orang untuk menambah gesekan antar elemen masyarakat.
“Kami mohon kepada semua pihak agar semuanya ditangani secara baik, jangan malah menimbulkan masalah baru,” katanya.
Munief juga menegaskan, kalau masih ada masyarakat tetap menolak ketujuh jenazah teroris pihaknya akan bertindak tegas. Sehingga masalah ini tidak berlarut-larut dan tidak ada titik temu yang baik.
“Nanti kami langsung datangi dan diberikan penjelasan secara baik-baik agar mereka (warga) memahaminya,” ucapnya.
Ditanya kapan tujuh jenazah itu dimakamkan, Munief mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun, dirinya menegaskan bahwa ketujuh pelaku teroris tersebut telah mendapat tempat untuk dimakamkan. “Nanti dibicarakan selanjutnya dengan pihak yang bersangkutan,” tutupnya.
Sekretaris Umum MUI Kota Surabaya, Moch Munief menuturkan pihaknya sudah melakukan sejumlah pertemuan untuk membahas solusi pemakaman terduga teroris itu. Banyak para kiai dilibatkan serta memberikan berbagai pertimbangan penting.
“Jenazah harus tetap dimakamkan. Kami sudah bertemu dengan para kiai dan Wali Kota Surabaya melalui jalur kemasyarakatan umat,” ujar Munief, Minggu (20/5/2018).
Ia melanjutkan, keputusan ini diambil dengan pertimbangan yang matang dengan melihat dua versi yang berbeda. Pertama dari segi kemanusiaan dan kedua dari sisi akhlaknya.
“Bagaimana pun juga manusia ya tetap manusia. Nanti saat pemakaman disesuaikan menurut agama masing-masing. Kalau yang Islam ya disholati dan dikafani dengan baik,” jelasnya. (Baca juga: 7 Jenazah Pelaku Bom Surabaya Ditolak Warga, Kuburan yang Sudah Digali Ditutup Kembali)
Karena permasalahan ini sudah selesai, Munief meminta kepada Wali Kota Surabaya untuk tetap memperhatikan kemasyarakatan umat. Artinya, jangan sampai permasalahan sepele ini dimanfaatkan beberapa orang untuk menambah gesekan antar elemen masyarakat.
“Kami mohon kepada semua pihak agar semuanya ditangani secara baik, jangan malah menimbulkan masalah baru,” katanya.
Munief juga menegaskan, kalau masih ada masyarakat tetap menolak ketujuh jenazah teroris pihaknya akan bertindak tegas. Sehingga masalah ini tidak berlarut-larut dan tidak ada titik temu yang baik.
“Nanti kami langsung datangi dan diberikan penjelasan secara baik-baik agar mereka (warga) memahaminya,” ucapnya.
Ditanya kapan tujuh jenazah itu dimakamkan, Munief mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun, dirinya menegaskan bahwa ketujuh pelaku teroris tersebut telah mendapat tempat untuk dimakamkan. “Nanti dibicarakan selanjutnya dengan pihak yang bersangkutan,” tutupnya.
(kri)