Protes Brimob Datangi Kantor Gerindra, Fadli Zon Akan Lapor Propam
Senin, 07 Mei 2018 - 07:56 WIB
Protes Brimob Datangi Kantor Gerindra, Fadli Zon Akan Lapor Propam
A
A
A
SEMARANG - Permasalahan personel Brimob bersenjata yang mendatangi Kantor Partai Gerindra Kota Semarang ternyata masih berbuntut panjang. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon ikut angkat bicara. Pihaknya menyatakan protes dan tetap mempersoalkan hadirnya personel Brimob di kantor Gerindra karena tidak diundang atau tanpa pemberitahuan.
Padahal, sebelumnya pada Minggu (6/5/2018) siang, Partai Gerindra melalui Ketua DPC Kota Semarang Sigit Ibnugroho telah meminta maaf dan bertemu dengan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, Kasat Brimob Polda Jateng Kombes Pol Tory Kristianto, dan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja di Mapolrestabes. Akan tetapi, Fadli Zon menilai permintaan maaf tersebut merupakan permasalahan pribadi, tidak menyangkut institusi.
Fadli Zon tetap mendesak kasus tersebut harus diungkap secara gamblang."Kalau menyangkut institusi ya harus ada kejelasan. Harus ada klarifikasi, intimidasi karena kita (Gerindra) ini di luar pemerintahan. Harus fair (adil) dong," tegas Fadli Zon saat mendatangi Kantor DPC Partai Gerindra di Jalan Durian, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (6/5/2018) malam.
Fadli menduga apa yang dilakukan polisi dengan mendatangi kantor parpol merupakan bagian dari operasi ilegal yang tidak disertai standard operating procedure (SOP) yang jelas. "Tunjukin dong SOP-nya, suratnya mana, operasi apa itu namanya kalau mendatangi (kantor) parpol? Apakah membawa senjata laras panjang? Kita ini bukan teroris? Dengan membawa laras panjang saja sudah intimidatif," ujar Wakil Ketua DPR ini.
Menurutnya, Gerindra tak akan membiarkan masalah tersebut begitu saja. Sebab itu, dia meminta Propam Polri menyelidiki penjagaan oknum Brimob di Kantor Gerinda. Hal itu untuk mengetahui patroli yang mereka lakukan apakah sudah sesuai prosedur atau tidak. Selain itu juga harus menyelidiki siapa yang memberi instruksi. "(Jika melanggar) kalau bisa dicopot sajalah oknum-oknum di belakang ini. Itu mencederai Kepolisian sendiri," pungkasnya. (Baca juga: Polisi Bantah Ada Pertanyaan Kaus #2019GantiPresiden di Kantor Gerindra ).
Padahal, sebelumnya pada Minggu (6/5/2018) siang, Partai Gerindra melalui Ketua DPC Kota Semarang Sigit Ibnugroho telah meminta maaf dan bertemu dengan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, Kasat Brimob Polda Jateng Kombes Pol Tory Kristianto, dan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja di Mapolrestabes. Akan tetapi, Fadli Zon menilai permintaan maaf tersebut merupakan permasalahan pribadi, tidak menyangkut institusi.
Fadli Zon tetap mendesak kasus tersebut harus diungkap secara gamblang."Kalau menyangkut institusi ya harus ada kejelasan. Harus ada klarifikasi, intimidasi karena kita (Gerindra) ini di luar pemerintahan. Harus fair (adil) dong," tegas Fadli Zon saat mendatangi Kantor DPC Partai Gerindra di Jalan Durian, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (6/5/2018) malam.
Fadli menduga apa yang dilakukan polisi dengan mendatangi kantor parpol merupakan bagian dari operasi ilegal yang tidak disertai standard operating procedure (SOP) yang jelas. "Tunjukin dong SOP-nya, suratnya mana, operasi apa itu namanya kalau mendatangi (kantor) parpol? Apakah membawa senjata laras panjang? Kita ini bukan teroris? Dengan membawa laras panjang saja sudah intimidatif," ujar Wakil Ketua DPR ini.
Menurutnya, Gerindra tak akan membiarkan masalah tersebut begitu saja. Sebab itu, dia meminta Propam Polri menyelidiki penjagaan oknum Brimob di Kantor Gerinda. Hal itu untuk mengetahui patroli yang mereka lakukan apakah sudah sesuai prosedur atau tidak. Selain itu juga harus menyelidiki siapa yang memberi instruksi. "(Jika melanggar) kalau bisa dicopot sajalah oknum-oknum di belakang ini. Itu mencederai Kepolisian sendiri," pungkasnya. (Baca juga: Polisi Bantah Ada Pertanyaan Kaus #2019GantiPresiden di Kantor Gerindra ).
(zik)