Dikeluhkan Masyarakat, DKI Akan Evaluasi Rekayasa Lalin di Tuprok

Senin, 23 April 2018 - 20:22 WIB
Dikeluhkan Masyarakat,...
Dikeluhkan Masyarakat, DKI Akan Evaluasi Rekayasa Lalin di Tuprok
A A A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno angkat bicara soal kemacetan yang terjadi akibat rekayasa lalu lintas di sekitar Jalan Tugu Proklamasi (Tuprok). Hingga kini, Pemprov melalui Dishub DKI Jakarta masih melakukan rekayasa lalu lintas di sekitaran Tugu Proklamasi pasca dibukanya Underpass Matraman beberapa waktu lalu.

Jalan yang sebelumnya hanya satu arah ini kini menjadi dua arah. Pembagian jalan menggunakan barrier beton yang dipasang dari depan kantor DPP Partai Demokrat hingga persimpangan Megaria.

"Sekarang bebannya enggak nambah, jalannya nambah bebanya enggak nambah tapi kok macet. Inikan ada rekayasa lalu lintas yang tidak tersosialisasikan dengan baik," ujar Sandiaga di Balai Kota, Jakarta, Senin, (23/4/2018).

Dengan kondisi demikian, Sandiaga mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan segera mengevaluasi rekayasa lalu lintas tersebut. Dia juga mengucapkan terimakasih atas masukan dan saran dari masyarakat Jakarta atas rekayasa lalu lintas yang selama ini kurang efektif.

"Karena ini masih uji coba, masih evaluasi, tapi masukan masyarakat kita terima, kita lihat nanti bagaimana rekayasa lalu lintas ini kan. Karena yang menjadi penyebab kemacetan ini adalah rekayasa lalu lintas," beber Sandiaga.

Beberapa warga DKI Jakarta sebelumnya mengeluhkan rekayasa lalu lintas yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta disekitaran Jalan Tugu Proklamasi. Bahkan, ada beberapa yang menyalahkan pembangunan Underpass Matraman tersebut.

Seperti, Ahmad (43), salah seorang penguna jalan asal Jatinegara yang mengeluhkan adanya rekayasa lalu lintas di Jalan Proklamasi. Ia menilai rekayasa lalu lintas yang dilakukan tidak sesuai dengan kondisi jalan ibu kota.

"Menurut saya rekayasa lalu lintasnya enggak sesuai. Harusnya kalau pagi diberlakuin satu arah saja, karena kan orang kerja berangkat ke Jakarta. Kalau pulang baru dua arah enggak apa," kata Ahmad saat ditemui di sekitar rekayasa lalu lintas itu. (Baca: Rekayasa Lalin Terkait Underpass Matraman, Jalan Proklamasi Macet )

Sementara itu, Teguh (45) pengendara yang menilai pembangunan underpass hanya membuat kemacetan. Teguh pun menyarankan agar sebaiknya Pemprov DKI dapat membenahi dampak kemacetan yang ditimbulkan dari underpass tersebut.

Pria asal Rawamangun ini juga meminta agar sebaiknya lampu merah di jalan Tambak dimatikan kembali. Hal tersebut lantaran menjadi salah satu biang macet dari dampak Underpass Matraman.
(mhd)
Berita Terkait
Deretan Kota-Kota di...
Deretan Kota-Kota di Indonesia dengan Tingkat Kemacetan Tertinggi
Makin Parah, Jakarta...
Makin Parah, Jakarta Tempati Peringkat Ketujuh Kota Termacet di Dunia
Kurangi Macet di Jakarta,...
Kurangi Macet di Jakarta, Heru Budi Akan Bahas Pembagian Jam Kerja Usai Lebaran
Potret Kemacetan Imbas...
Potret Kemacetan Imbas Penutupan Jalan Protokol
Kerugian Rp71,4 Triliun...
Kerugian Rp71,4 Triliun Akibat Macet Parah di 6 Kota
Jelang Jumatan, Mampang...
Jelang Jumatan, Mampang Prapatan Macet Parah
Berita Terkini
Meriah! Pengwil INI...
Meriah! Pengwil INI Jateng Gelar Peringatan HUT ke-118 Ikatan Notaris Indonesia di Solo dan Karanganyar
1 jam yang lalu
Jarak ke RS Capai 200...
Jarak ke RS Capai 200 Km, Legislator Perindo Fendi Yulianto Sumbang Ambulans untuk Warga Pesisir Selatan
1 jam yang lalu
Pemkot Bogor Hapus Ratusan...
Pemkot Bogor Hapus Ratusan Angkot Tua, Perindo Dorong Transportasi Modern dan Ramah Lingkungan
1 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Talaud...
Gempa M5,6 Guncang Talaud Maluku Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
1 jam yang lalu
Gempa 5,6 Magnitudo...
Gempa 5,6 Magnitudo Guncang Pulau DOI Maluku Utara Siang Ini
3 jam yang lalu
Prosesi Injak Kepala...
Prosesi Injak Kepala Kerbau Dikaitkan dengan Banteng, Ini Jawaban Jokowi
3 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved