Diskotek Exotic Ditutup, Anies dan Sandi Dianggap Peka

Jum'at, 13 April 2018 - 20:03 WIB
Diskotek Exotic Ditutup,...
Diskotek Exotic Ditutup, Anies dan Sandi Dianggap Peka
A A A
JAKARTA - Warga Mangga Dua, Sawah Besar, Jakarta Pusat, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang telah menutup Diskotek Exotic. Pasalnya, tempat hiburan malam itu tidak menaati aturan.

Hal itu disampaikan Fajar Sidik, warga Mangga Dua, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Walaupun penutupan itu baru resmi dilakukan pada 18 April 2018, kata dia, tetapi langkah Pemprov DKI itu patut diapresiasi.

"Puji syukur kepada Allah SWT yang sudah memberikan jalan. Dan kedua berterima kasih kepada Pemprov DKI, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur (Anies baswedan dan Sandiaga Uno) yang sangat peka dengan kondisi wilayah. Khususnya mengenai hiburan malam yang tidak patuh dengan Undang-undang yang ada," kata Fajar kepada SINDOnews, Jumat (13/4/2018).

Fajar yang juga anggota DPRD DKI Jakarta ini mengaku, Diskotek Exotic sudah pernah ditegur warga. Karena, kata dia, warga terganggu dengan waktu aktivitas diskotek yang tidak mematuhi aturan pemerintah. "Karena saya sudah peringati pemilik (diskotek) agar mematuhi aturan yang ada," katanya.

Fajar mengatakan, sudah banyak kasus narkoba yang terjadi di diskotek tersebut. Dia mengaku khawatir, jika diskotek itu terus beroperasi.

"Apalagi ada transsaksional narkoba didalamnya. Yang korbannya sudah banyak. Tidak juga nyawa tapi juga saudara kita. Khususnya wilayah Sawah Besar yang sudah digaris merah tebal oleh pihak kepolisian dengan adanya bandar-bandar baru, pemakai baru," katanya. (Baca: Diduga Overdosis Narkoba di Diskotek, Sudirman Meregang Nyawa )

Dengan penutupan Diskotek Exotic, Fajar berharap, tidak ada lagi transaksi narkoba di wilayahnya. "Semoga hal ini dapat mengurangi pemakai serta pengedar narkoba yang biasa lalu lalang di diskotek tersebut. Adalagi Diskotek Pujasera depan lokasari," tambahnya.

Masih kata Fajar, walaupun penutupan bakal dilakukan 18 April, diskotek itu tetap harus dijaga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan polisi.

"Harus dijaga oleh Satpol PP dan dibantu pihak kepolisian. Walaupun Satpol PP sebagai penegak Perda (Peraturan Daerah), tapi harus didampingi," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
2 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
2 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Ditutup,...
Jakarta Fair 2026 Ditutup, Pecahkan Rekor Transaksi Rp8,6 Triliun
3 jam yang lalu
Ini Motif Pelaku Kirim...
Ini Motif Pelaku Kirim Ancaman Bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
3 jam yang lalu
Bus Sekolah Gratis Disabilitas...
Bus Sekolah Gratis Disabilitas Pemkot Tangsel Dapat Sambutan Positif dari Orang Tua
3 jam yang lalu
Kecelakaan Maut Tewaskan...
Kecelakaan Maut Tewaskan 12 Orang di Pantura Indramayu, DPR: Pikap Angkut Penumpang Itu Ilegal!
4 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved