PKL Kawasan Puncak Pasrah Lapak Mereka Dibongkar Paksa Satpol PP

Kamis, 12 April 2018 - 23:07 WIB
PKL Kawasan Puncak Pasrah...
PKL Kawasan Puncak Pasrah Lapak Mereka Dibongkar Paksa Satpol PP
A A A
BOGOR - Sebanyak 27 bangunan liar semi permanen atau lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalur Puncak mulai dari Simpang Ciawi hingga Megamendung kembali dibongkar paksa petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor.

Tak ada perlawanan sedikitpun dari para pedagang saat alat berat merobohkan lapak mereka. Justru, tak sedikit pedagang yang ikut membantu petugas membongkar sendiri lapaknya.

"Mau gimana lagi pak, kita merasa salah telah berjualan di bahu jalan yang memang melanggar. Tapi kita minta solusi atau bukan sekedar dibongkar," tutur Asep (45) pedagang oleh-oleh yang biasa berjualan di trotoar jalan raya Puncak -simpang Ciawi sambil mengakut barang-barangnya, Kamis (12/4/2018).

Sementara itu, Kepala Seksi Operasional Satpol PP Kabupaten Bogor, Suprayudi, mengatakan bahwa ada 27 bangunan termasuk lapak yang dibongkar di kawasan tersebut. "Kurang lebih sekitar 27 warung di bongkar," katanya.

Pihaknya mengklaim telah melayangkan surat kepada para pemilik bangunan liar itu agar segera mengosongkan.
"Surat itu kita buat sejak 5 Februari kemudian disusul surat dari Pemkab Bogor 22 Maret 2018. Keberadaan mereka mengganggu ketertiban umum dan melanggar Perda," katanya.

Pelanggaran di sekitar depan Pasar Ciawi tersebut menurutnya adalah penggunaan trotoar, bahu jalan dan jalur hijau yang dibangun bangunan untuk berdagang.

"Saya kira sudah jelas mereka melanggar Perda Nomor 5 tahun 2015 tentang ketertiban umum, mereka itu melanggar, jadi SOP yang dilakukan dari kecamatan dan kabupaten sudah lewat SOP yang ada, kita sudah melakukan pemberirtahuan surat, ada dari kecamatan, ada juga dari pemda," ujarnya.

Menurutnya masyarakat diperbolehkan untuk berdagang namun diharuskan berjualan pada tempatnya. "Mereka (para pedagang paham, bahwa berjualan di sepanjang trotoar, bahu jalan, di taman itu melanggar, bahkan banyak got atau drainase yang mampet, akibatnya banjir dan macet sering dikeluhkan masyarakat," ungkapnya.
(ysw)
Berita Terkait
Tanggapan Sandiaga Uno...
Tanggapan Sandiaga Uno soal Penggusuran PKL di Destinasi Wisata Puncak Bogor
PKL Liar Kawasan Puncak...
PKL Liar Kawasan Puncak Bogor Siap-siap! Pemkab Bakal Gelar Penertiban Tahap 2
Pemkab Bogor Razia PKL...
Pemkab Bogor Razia PKL Liar di Puncak, Pedagang Menolak Digusur
Lapak PKL di Kawasan...
Lapak PKL di Kawasan Puncak Bakal Ditertibkan Pemkab Bogor
Razia Selama 2 Hari,...
Razia Selama 2 Hari, 300 PKL di Stadion Pakansari Ditertibkan
Pemkab Bogor Tuding...
Pemkab Bogor Tuding PKL, Biang Keladi Banjir Jalan Stadion Pakansari Cibinong
Berita Terkini
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
5 menit yang lalu
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
59 menit yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
1 jam yang lalu
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
3 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
3 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Ditutup,...
Jakarta Fair 2026 Ditutup, Pecahkan Rekor Transaksi Rp8,6 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved