600 Ton Sampah Masuk Tiap Hari, TPA Sumur Batu Overload

Minggu, 25 Maret 2018 - 22:03 WIB
600 Ton Sampah Masuk...
600 Ton Sampah Masuk Tiap Hari, TPA Sumur Batu Overload
A A A
BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyebutkan zona VI di TPA Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi telah melebihi beban (overload). Tumpukan sampah di lahan seluas 3,5 hektare (ha) yang baru dibebaskan tahun lalu itu sudah mencapai ketinggian 25 meter.

”Kami tidak mampu membendung sampah sebanyak 600 ton yang masuk ke TPA Sumur Batu setiap hari,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi, Minggu (25/3/2018).

Menurut dia, lahan eksisting saat ini di TPA Sumur Baru baru mencapai 15,8 ha. Padahal, apabila mengacu pada Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 658.12/kep.377-dinsih/vi/2016 tentang Penunjukkan Lahan sebagai Rencana Perluasan dan Pengembangan TPA Sumurbatu, pada 2030 mendatang Bekasi harus memiliki lahan TPA hingga 38,9 ha.

Meski masih ada waktu 12 tahun lagi, namun diproyeksikan rencana itu gagal karena tahun ini pemerintah daerah menunda perluasan zona. Bahkan beberapa tahun sebelumnya Kota Bekasi tidak memperluas zona pembuangan dengan idealnya tinggi tumpukan sampah 15-19 meter.

Jumhana menjelaskan, anggaran daerah yang defisit sekitar Rp400 miliar pada 2018 berimplikasi pada berbagai belanja pemerintah. Salah satunya rencana perluasan zona pembuangan yang menjadi kewenangan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan).

"Disperkimtan melakukan perluasan zona atas rekomendasi kami. Tapi tahun ini kami menunda pelaksanaan itu karena defisit anggaran,” ungkapnya. (Baca: Warga Sekitar TPST Bantar Gebang Merasa Dibohongi Pemprov DKI)

Berdasarkan catatannya, terdapat enam TPA Sumurbatu, yakni 1, 2, 3, 4, dan zona 5A sampai 5D dan 6. Idealnya, Kota Bekasi memperluas zona pembuangan sekitar 2-3 ha setiap tahun guna mengurangi tumpukan sampah.

Di sisi lain, pihaknya terus menambah keberadaan bank sampah yang saat ini telah mencapai 1.030 unit. Namun dari jumlah itu hanya 211 bank sampah yang beroperasi maksimal. Sisanya 819 bank sampah belum beroperasi optimal.

Meski demikian, secara jumlah keberadaan bank sampah di Kota Bekasi bertambah dibanding tahun lalu dengan total 911 unit. ”Tingkat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan cukup tinggi. Masyarakat juga sudah menjadikan bank sampah menjadi klinik,” tegasnya.

Bukan hanya melalui bank sampah, pemerintah juga menggandeng pihak swasta dalam mengelola sampah di sana. PT Nusa Wijaya (NW) Abadi telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sejak 2017 lalu. Hanya saja pengoperasiannya terkendala payung hukum terkait penjualan listrik. (Baca juga: BPPT-Pemprov DKI Mulai Bangun PLTSa di TPST Bantar Gebang)

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18/2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah sudah dianulir oleh Mahkamah Agung (MA).”Kendalanya itu, kalau dipaksakan nanti menjadi ilegal, apalagi masih uji coba,” paparnya.

Asisten Daerah III Kota Bekasi, Dadang Hidayat, menambahkan, dalam perpres tersebut awalnya harga jual listrik dari hasil pengolahan sampah adalah sebesar 18,7 sen per kilowatt, kini diubah menjadi 6 sen per kilowatt (KW). ”Tidak menggunakan dana APBD, dikelola swasta,” tandasnya.

Presiden Direktur PT NW Abadi Tenno Sujarwanto mengatakan, listrik sebesar 1,8 megawatt (MW) yang dihasilkan dari sampah masih digunakan sendiri. Adapun jenis teknologinya adalah Circulating Heat Combustion Boiler (CHCB).”Kami gunakan untuk operasional,” tuturnya.

Di TPA Sumur Batu rencanannya tidak hanya dibuat satu mesin penghasil listrik. Tahap pertama, mesin yang ada memang baru mampu memproduksi energi listrik berkapasitas 1,8 MW dalam waktu 1x24 jam. Namun selanjutnya berkapasitas 2x2,3 MW dan 2x4 MW.

Kemudian 2x6 MW apabila mesin selesai terpasang. Adapun energi listrik yang bisa diproduksi di TPA Sumur Batu mencapai 34,6 MW. ”Sampah mampu menghasilkan listrik karena pembakarannya dipadu dengan air, uap yang mampu menggerakan turbin menjadi listrik,” pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
Viral, Sayembara Berhadiah...
Viral, Sayembara Berhadiah Rp1 Juta untuk Warga yang Tunjukkan Pembuang Sampah Sembarangan
Produksi Sampah di Kota...
Produksi Sampah di Kota Bekasi Naik 10% Selama Lebaran
Persoalan Gunung Sampah...
Persoalan Gunung Sampah di Bintara, Pemilik Lahan: Pemkot Bekasi Enggak Tanggap
Banjir Sejak Jumat,...
Banjir Sejak Jumat, Sampah di Kota Bekasi Capai 2 Ribu Ton
Sumbat Saluran Irigasi,...
Sumbat Saluran Irigasi, Puluhan Ton Sampah Diangkut ke TPA Burangkeng
Tiru Bogor, Pemkab Bekasi...
Tiru Bogor, Pemkab Bekasi Adopsi Teknik Olah Sampah Organik Spensa
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
6 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
6 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
6 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
6 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
8 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
10 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved