Ini Akar Masalah Bus Transpakuan versi Plt Wali Kota Bogor

Minggu, 25 Maret 2018 - 20:43 WIB
Ini Akar Masalah Bus...
Ini Akar Masalah Bus Transpakuan versi Plt Wali Kota Bogor
A A A
BOGOR - Bus Transpakuan yang kembali beroperasi sejak November 2017 lalu ternyata tidak memiliki dokumen resmi, seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Karena itu, bus yang dikelola Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) itu dianggap bodong.

Namun, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bogor Usmar Hariman tidak terima jika bus yang pernah pailit selama satu tahun itu disebut bodong. Akar masalah sebenarnya adalah STNK bus Transpakuan digadaikan oleh pengelola dan tidak bisa ditebus hingga sekarang.

"Persoalan kita untuk menyelesaikan Transpakuan ini. Karena untuk menebus STNK rata-rata seharga Rp18 juta sampai Rp19 juta per satu STNK untuk delapan bus Transpakuan," ujar Usmar tanpa menyebutkan ke pihak mana STNK tersebut digadaikan.

Menurut dia, Pemkot Bogor akan tetap berupaya menyelesaikan masalah Transpakuan ini dengan cara melakukan modifikasi terhadap armada bus yang sudah beroperasi. Baca: Tidak Dilengkapi STNK, Bus Transpakuan Bogor Dianggap Bodong)

"Rencananya badan bus akan kami pasangi iklan. Kami sudah lakukan penjajakan dengan PDAM, PD Pasar, Bank Kota Bogor, Bank BJB, dan beberapa institusi lain yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU)," katanya.

Uang dari iklan yang terkumpul nantinya akan digunakan sebagian untuk mengambil kembali STNK yang telah digadaikan. "Nah itu dikomitmenkan berapa dia (perusahaan) mau berani bayar. Mudah-mudahan cukup untuk 8 STNK dikali Rp18 juta," tandasnya.

Setelah proses penebusan STNK selesai dilakukan, delapan bus Transpakuan yang sempat vakum diharapakan dapat beroperasi kembali. Pihaknya akan mendorong PDJT agar mengaktifkan dua koridor lama dengan empat bus untuk satu koridor.

"Operasikan lagi dari Cihideung, Otto Iskandar Dinata, Sempur, Pajajaran, Jambu Dua, Sholeh Iskandar, Abdullah, terakhir Bubulak. Kalau itu aktif, luar biasa pendapatannya," tutur Usmar.

Terkait jumlah pegawai maupun sopir Transpakuan yang dianggap terlalu banyak, Usmar mengatakan upaya yang telah dilakukan sesuai rekomendasi.

"Saya kurang paham terkait ketenagakerjaannya, tapi upayanya memang sesuai rekomendasi tim penyehatan bahwa harus ada rasionalisasi karyawan," pungkas Usmar.
(thm)
Berita Terkait
Berlakukan Ganjil Genap...
Berlakukan Ganjil Genap Motor dan Mobil dari Jumat hingga Minggu
PPKM Darurat, Kebun...
PPKM Darurat, Kebun Raya Bogor Ditutup Hingga 20 Juli 2021
Darurat Covid-19, Pemkot...
Darurat Covid-19, Pemkot Bogor Terapkan WFH 100 Persen
Pemkot Bogor Buka Hotline...
Pemkot Bogor Buka Hotline Penanganan Jenazah Corona
Kota Bogor Terapkan...
Kota Bogor Terapkan Ganjil-Genap, Ini 11 Titik Lokasi Check Point
Antibodi Tinggi, Wali...
Antibodi Tinggi, Wali Kota Bogor Bima Arya Gagal Divaksin
Berita Terkini
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
50 menit yang lalu
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
54 menit yang lalu
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
1 jam yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
2 jam yang lalu
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
4 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
4 jam yang lalu
Infografis
Ini 9 Sekolah Bisnis...
Ini 9 Sekolah Bisnis Terbaik di Indonesia Versi Edurank 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved