Awal Tahun Tercatat 33 Kasus DBD di Sleman

Minggu, 11 Maret 2018 - 16:52 WIB
Awal Tahun Tercatat...
Awal Tahun Tercatat 33 Kasus DBD di Sleman
A A A
SLEMAN - Masyarakat Sleman, Provinsi DIY diminta waspadai terhadap penyakit deman berdarah dengue (DBD) pada tahun 2018. Hal tersebut, bukan tanpa alasan. Selain untuk angka bebas jentik (ABJ) masih rendah, yaitu di bawah standar 95%. Kasus DBD juga sudah merata di 17 kecamatan yang ada di Sleman.

Pemkab Sleman mencatat hingga awal Maret ini, sudah ada 33 kasus di DBD. Dimana dari 17 kecamatan, lima kecamatan yakni, Ganmping, Godean, Mlati, Depok dan Kalasan paling banyak kasusnya. Atas kondisi tesebut, pengendalian DBD tetap menjadi prioritas di kabupaten dengan semboyan Sembada itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Nurulhayah mengatakan meski secara kualitas dan kuantitas dalam dua terakhir kasus DBD di Sleman menurun. Yaitu dari 880 kasus pada tahun 2016 sembilan orang di antaranya meninggal dunia dan di tahun 2017 menjadi 427 kasus, tiga
orang di antaranya meninggal dunia, namun DBD tetap harus diwaspadai. Apalagi dari hasil monitoring untuk ABJ masih dibawah standar, yaitu kurang dari 95%.

“Hasil pemantauan hampir semua wilayah Sleman untuk ABJ masih di bawah standar,” kata Nurulhayah, soal kasus DBD di Sleman di awal tahun 2018, Minggu (11/3/2018).

Nurulhayah menjelaskan karena ABJ masih rendah, selain terus mendorong dan mengedukasi masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan dan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi sebagai sarang nyamuk
sumber DBD, yakni aedes aegypti. Juga dengan mengaktifkan kelompok kerja operasional (Pokjanal) DBD, baik di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa.

Hal lainnya, yaitu dengan meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan memperluas kader jumantik di beberapa Puskesmas. Termasuk dengan membentuk Jumantik cilik. Untuk jumantik cilik sendiri sudah ada 46 kelompok dengan 3438 kader cilik dan remaja.

“Diharapkan dengan langkah ini akan meningkat kesedaran dalam meningkatkan PHBS dan ABJ minimal sesuai dengan yang ditetapkan yaitu 95% dari tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk,” terangnya.

Menurut Nurulhayah karena penyakit DBD merupakan penyakit yang memerlukan penanganan yang komprehensif, maka penangganannya harus melibatkan dan partispasi semua elemen masyarakat, bukan hanya dinas kesehatan sendiri.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menambahkan meski sudah ada penurunan kasus DBD, namun penyakit ini tetap perlu diwaspadai. Sebab untuk jumlahnya masih cukup banyak, termasuk menelan korban jiwa.

“Karena itu saya minta semua pihak tidak terlena dengan penurunan kasus DBD tersebut,” tandasnya.
(rhs)
Berita Terkait
Jutaan Nyamuk Terinfeksi...
Jutaan Nyamuk Terinfeksi Wolbachia Dilepas di Yogyakarta
Edukasi 3M Plus di Yogyakarta,...
Edukasi 3M Plus di Yogyakarta, Peran Nyata Enesis Berkontribusi Tekan Kasus DBD
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Takeda dan Alodokter...
Takeda dan Alodokter Berkolaborasi Melawan DBD di Indonesia
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Berita Terkini
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
1 jam yang lalu
JPO Tendean Bakal Dibangun...
JPO Tendean Bakal Dibangun Lagi, Jangka Pendek Bikin Zebra Cross
2 jam yang lalu
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
10 jam yang lalu
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
12 jam yang lalu
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
12 jam yang lalu
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
14 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved