Arief-Sachrudin Kampanye Pakai Kocek Sendiri Rp17 Miliar
Selasa, 13 Februari 2018 - 03:01 WIB
Arief-Sachrudin Kampanye Pakai Kocek Sendiri Rp17 Miliar
A
A
A
TANGERANG - Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah-Sachrudin pamitan dengan seluruh PNS di lingkup Pemkot Tangerang, untuk maju di Pilkada Kota Tangerang 2018. Keduanya pamit cuti sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang serta meminta kepada para PNS agar tetap bekerja melayani masyarakat dengan baik.
"Nanti Pak Sekda yang akan memimpin dan berkordinasi dengan Pjs Wali Kota. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan," kata Arief, di Pemkot Tangerang, Senin (12/2/2018).
Arief menambahkan, Pjs Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang diutus langsung oleh Gubernur Banten Wahidin Halim. Tentang siapa sosok Pjs itu, Arief mengaku belum ada komunikasi.
"Nanti rencananya sertijab tanggal 14 di provinsi, ya mungkin di situ nanti saya sampaikan. Kami sedang persiapkan nota progress pelaksanaan kegiatan pembangunan selama 2018," paparnya.
Setelah upacara sertijab itu, Arief dan Sachrudin menghadiri rapat pleno KPUD Kota Tangerang yang akan menetapkan keduanya sebagai pasangan calon dalam Pilkada Kota Tangerang 2018.
Kepala Divisi Teknis KPU Kota Tangerang Banani Bahrul mengatakan, rapat pleno KPUD Kota Tangerang memutuskan dua hal penting terkait Pilkada Tangerang.
Pertama, petahana Arief-Sachrudin telah resmi sebagai pasangan calon dalam Pilkada Kota Tangerag 2018. Kedua, Pilkada Kota Tangerang 2018, hanya akan diikuti oleh satu pasangan calon saja.
"Menetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Arief-Sachrudin sebagai paslon Pilkada Kota Tangerang 2018, dan dengan ini berarti Pilkada Kota Tangerang hanya diikuti satu paslon," ungkapnya.
Ketua KPUD Kota Tangerang Sanusi Pane menambahkan, putusan KPUD Kota Tangerang ini berlaku sejak ditetapkan pada hari ini, Senin 12 Februari 2018.
"Perlu saya ingatkan batasan dana kampanye Rp17 M. Tanggal 15 Februari sudah masuk masa kampenye. Sampai 23 Juni 2018, penggunaan dana kampanye tidak boleh lebih Rp17 M," sambungnya.
Sementara itu, Arief dan Sachrudin mengaku, sumber dana untuk kampanye berasal dari kantongnya sendiri. Namun, mereka tidak menyebut nominalnya.
"Sumber dana kampanye dari pribadi. Kita berharap pilkada tahun ini bisa lebih efektif dan efesien. Target kita menang semaksimal mungkin, kalau bisa 100%. Tapi kita harus realistis," pungkas Arief.
"Nanti Pak Sekda yang akan memimpin dan berkordinasi dengan Pjs Wali Kota. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan," kata Arief, di Pemkot Tangerang, Senin (12/2/2018).
Arief menambahkan, Pjs Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang diutus langsung oleh Gubernur Banten Wahidin Halim. Tentang siapa sosok Pjs itu, Arief mengaku belum ada komunikasi.
"Nanti rencananya sertijab tanggal 14 di provinsi, ya mungkin di situ nanti saya sampaikan. Kami sedang persiapkan nota progress pelaksanaan kegiatan pembangunan selama 2018," paparnya.
Setelah upacara sertijab itu, Arief dan Sachrudin menghadiri rapat pleno KPUD Kota Tangerang yang akan menetapkan keduanya sebagai pasangan calon dalam Pilkada Kota Tangerang 2018.
Kepala Divisi Teknis KPU Kota Tangerang Banani Bahrul mengatakan, rapat pleno KPUD Kota Tangerang memutuskan dua hal penting terkait Pilkada Tangerang.
Pertama, petahana Arief-Sachrudin telah resmi sebagai pasangan calon dalam Pilkada Kota Tangerag 2018. Kedua, Pilkada Kota Tangerang 2018, hanya akan diikuti oleh satu pasangan calon saja.
"Menetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Arief-Sachrudin sebagai paslon Pilkada Kota Tangerang 2018, dan dengan ini berarti Pilkada Kota Tangerang hanya diikuti satu paslon," ungkapnya.
Ketua KPUD Kota Tangerang Sanusi Pane menambahkan, putusan KPUD Kota Tangerang ini berlaku sejak ditetapkan pada hari ini, Senin 12 Februari 2018.
"Perlu saya ingatkan batasan dana kampanye Rp17 M. Tanggal 15 Februari sudah masuk masa kampenye. Sampai 23 Juni 2018, penggunaan dana kampanye tidak boleh lebih Rp17 M," sambungnya.
Sementara itu, Arief dan Sachrudin mengaku, sumber dana untuk kampanye berasal dari kantongnya sendiri. Namun, mereka tidak menyebut nominalnya.
"Sumber dana kampanye dari pribadi. Kita berharap pilkada tahun ini bisa lebih efektif dan efesien. Target kita menang semaksimal mungkin, kalau bisa 100%. Tapi kita harus realistis," pungkas Arief.
(wib)