DKM se-Kota Bogor Tolak Politik Praktis Masuk Masjid

Minggu, 04 Februari 2018 - 22:31 WIB
DKM se-Kota Bogor Tolak...
DKM se-Kota Bogor Tolak Politik Praktis Masuk Masjid
A A A
JAKARTA - Pilkada serentak 2018 bakal digelar beberapa bulan lagi. Berbagai cara dilakukan untuk mengambil perhatian dari masyarakat oleh partai politik maupun kandidat.

Dai muda Ustaz Yudin Taqyudin dalam acara pengajain kebangsaan bertajuk "Fungsi Masjid Sesuai Syariat Islam" di salah satu masjid di Bogor berpesan, agar umat Islam bisa mengembalikan fungsi masjid sebagai sarana beribadah. Ustaz yang akrab disapa Gus Taqi ini juga meminta masyarakat untuk turut menjaga masjid sebagai tempat beribadah dan tempat menyampaikan ajaran Islam.

"Masjid yang penuh rahmat maka tidak ada hubungannya urusan politik praktis. Yuk fungsikan masjid sesuai syariah," ujar Gus Taqi dalam keterangannya, Minggu (4/2/2018).

Selain itu, ustaz yang merupakan Wakil Ketua GP Ansor Kota Bogor ini juga mengingatkan kepada umat muslim untuk kembali fungsikan masjid sebagai tempat pembinaan umat yakni mencari ilmu.

"Waspadai penyusup-penyusup yang menebarkan kebencian," tuturnya Gus Taqi.

Sementara itu, KH Jejen Jaenussolihin mengingatkan kepada jamaahnya agar masjid bisa difungsikan kembali sebagai tempat beribadah dan tidak dimanfaatkan sebagai alat politik praktis untuk menarik simpati.

"Masjid jangan sampai dijadikan sebagai alat politik praktis untuk menarik simpati. Orang waras akan jadikan masjid sebagai sarana ibadah," katanya.

Lebih lanjut, KH Jejen meminta masyarakat Bogor untuk turut menjaga masjid sebagai tempat beribadah dan tempat menyampaikan ajaran Islam rahmatan lil alamin.

Selain itu, dia mengajak tokoh masyarakat Bogor ikut merapatkan barisan untuk menjaga marwah masjid.

"Ayo buktikan kekompokan untuk menjunjung tinggi kalimat Allah dan menjadikan masjid untuk berkomunikasi dengan Allah," tukasnya.

Diakhir acara juga dilakukan Deklarasi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se Kota Bogor yakni pertama menolak politisasi masjid. Kedua, menolak segala bentuk ujaran kebencian. Dan ketiga menguatkan masjid sebagai tempat untuk menyampaikan pesan-pesan toleransi.

"Keempat menolak segala bentuk ceramah provokatif untuk kepentingan politik kelompok tertentu dan melarang segala bentuk ajaran radikalisme dan intoleransi," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Cawalkot Atang Trisnanto...
Cawalkot Atang Trisnanto Siap Lanjutkan Bangun Bogor Nyaman untuk Semua
5 Paslon Bacawalkot...
5 Paslon Bacawalkot dan Bacawawalkot Bogor Sudah Daftar di KPU Kota
Menakar Peluang Atang-Annida...
Menakar Peluang Atang-Annida di Pilwalkot Bogor
Simulasi Pemungutan...
Simulasi Pemungutan Suara, DPRD Kota Bogor Sampaikan Beberapa Catatan
Atang Trisnanto Ajak...
Atang Trisnanto Ajak Kampus Rumuskan Ikonik Digitalisasi Kota Bogor
Obor Hurung Deklarasi...
Obor Hurung Deklarasi Dukung Sendi Jadi Calon Wali Kota Bogor
Berita Terkini
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
5 jam yang lalu
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
5 jam yang lalu
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
6 jam yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
6 jam yang lalu
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
8 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
8 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved