Driver Ojek Online dan Ojek Pangkalan Nyaris Bentrok di Bogor

Senin, 29 Januari 2018 - 17:29 WIB
Driver Ojek Online dan...
Driver Ojek Online dan Ojek Pangkalan Nyaris Bentrok di Bogor
A A A
BOGOR - Puluhan driver ojek online nyaris terlibat bentrok dengan sejumlah pengemudi ojek pangkalan di Kampung Cimanggu Wates, Tanah Sareal, Kota Bogor. Beruntung kedua pihak masih bisa didamaikan sehingga keributan tidak berujung bentrokan.

Peristiwa tersebut diduga akibat salah paham antara salah satu driver ojek online dengan beberapa tukang ojek yang biasa mangkal di area akses masuk perkampungan Cimanggu Wates, tepatnya Jalan Raya Sholeh Iskandar, Tanah Sareal, Kota Bogor pada pukul 11.30 WIB.

"Katanya sih gara-gara ada warga Cimanggu Wates yang memesan makanan menggunakan fasilitas go food minta diantar. Dikira tukang ojek yang mangkal mau jemput penumpang," ujar Agus (48) petugas keamanan perumahan tak jauh dari lokasi kejadian, Senin (29/01).

Saat itulah, lanjut Agus, sempat terjadi insiden adu mulut, dan driver gojek berusaha meminta bantuan ke rekan lainnya. Tak berapa lama, puluhan driver ojek online berdatangan.

"Enggak kok enggak ada ribut-ribut, kita kesini cuma mau mediasi. Memang tadi sempat adu mulut sebentar, tapi sekarang sudah terkendali," ujar Anwar (35) salah satu driver ojek online di lokasi kejadian.

Berdasarkan pantauan puluhan driver online hingga pukul 15.00 WIB, terus berdatangan ke lokasi. Bahkan beberapa di antaranya sempat terlibat adu mulut dengan warga sekitar yang biasa menjadi tukang ojek pangkalan.

Pasalnya, memang di lokasi tersebut sudah sejak lama, ojek online dilarang masuk atau beroperasi. Bahkan terlihat tulisan berukuran besar yang berisi larangan beroperasi ojek online.

Guna mengantisipasi hal yang tak diinginkan, puluhan anggota Polsek Tanah Sareal langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan.

"Jadi, hanya karena salah paham antara ojek pangkalan dengan ojek online. Nggak ada kok bentrokan," kata Kapolsek Tanah Sareal Kompol Muiz Efendi.

Muiz mengatakan, hanya ada sedikit salah paham antara ojek online yang ingin antar makanan dengan ojek pangkalan. "Sudah dimediasi. Malah dalam mediasi tadi, kedua pihak sepakat jika ada ojek online masuk ke dalam wilayah untuk mengantar makanan itu diperbolehkan asal tidak mengangkut penumpang saja," katanya.
(ysw)
Berita Terkait
Rencana Kenaikan Tarif...
Rencana Kenaikan Tarif Ojek Online hingga 15 Persen
10 Istilah Dunia Ojek...
10 Istilah Dunia Ojek Online, Nomor 8 Paling Ditakuti Driver Ojol
Suka Duka Hidup di Dunia...
Suka Duka Hidup di Dunia Ojol, Diajak Kenalan hingga Orderan Fiktif
Kronologis Driver Ojek...
Kronologis Driver Ojek Online Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama Jaksel
Pemprov DKI Berencana...
Pemprov DKI Berencana Kenakan Pajak untuk Ojek Online
Ojek Online Siapkan...
Ojek Online Siapkan Protokol Kesehatan saat New Normal di Sumut
Berita Terkini
Rawat Toleransi, Rampeani...
Rawat Toleransi, Rampeani Rachman Perindo Realisasikan Aspirasi Jemaat Gereja di Mimika
5 menit yang lalu
Kronologi JPO Tendean...
Kronologi JPO Tendean Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat hingga Nyaris Ambruk
1 jam yang lalu
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
2 jam yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
2 jam yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
2 jam yang lalu
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
4 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved