PDJT Bayar Gaji Sopir Transpakuan setelah Kondisi Keuangan Stabil
Jum'at, 05 Januari 2018 - 17:40 WIB
PDJT Bayar Gaji Sopir Transpakuan setelah Kondisi Keuangan Stabil
A
A
A
JAKARTA - Istri seorang sopir Transpakuan mengamuk lantaran gaji suaminya tak kunjung dibayarkan oleh Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor. Ibu rumah tangga berinisial WT (35), nekat memecahkan kaca shelter Transpakuan di Jalan Cidangiang, Bogor Tengah, Kota Bogor.
Kabag Operasional PDJT, Fajar Cahyana, berharap kasus ini dapat diselesaikan tanpa aksi-aksi pengerusakan semacam itu. "Kami ingin masalah ini diselesaikan dengan kekeluargaan, tetapi tergantung pimpinan," ujar Fajar, Jumat (5/1/2018). (Baca: Gaji Suami Tak Kunjung Dibayar, Istri Rusak Fasilitas Shelter Transpakuan)
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Direktur PDJT, Rakhmawati mengatakan, untuk penyelesaian masalah ini dirinya akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu. Ia memaklumi apa yang menjadi kekecewaan pelaku karena perlu uang untuk kebutuhan hidup.
"Kami akan membayarkan gaji kalau kondisi (perusahaan) stabil. Sampai sekarang tidak ada kata-kata untuk tidak membayarkan gaji mereka. Bagi saya, sekarang jalan dulu yang bekerja. Tapi yang belum bekerja, menunggu koridor (Transpakuan) lainnya jalan," pungkasnya.
Kabag Operasional PDJT, Fajar Cahyana, berharap kasus ini dapat diselesaikan tanpa aksi-aksi pengerusakan semacam itu. "Kami ingin masalah ini diselesaikan dengan kekeluargaan, tetapi tergantung pimpinan," ujar Fajar, Jumat (5/1/2018). (Baca: Gaji Suami Tak Kunjung Dibayar, Istri Rusak Fasilitas Shelter Transpakuan)
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Direktur PDJT, Rakhmawati mengatakan, untuk penyelesaian masalah ini dirinya akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu. Ia memaklumi apa yang menjadi kekecewaan pelaku karena perlu uang untuk kebutuhan hidup.
"Kami akan membayarkan gaji kalau kondisi (perusahaan) stabil. Sampai sekarang tidak ada kata-kata untuk tidak membayarkan gaji mereka. Bagi saya, sekarang jalan dulu yang bekerja. Tapi yang belum bekerja, menunggu koridor (Transpakuan) lainnya jalan," pungkasnya.
(thm)