Musnahkan Narkotikan, Wiranto: Napi Narkoba Harus Dipisah

Kamis, 28 Desember 2017 - 20:01 WIB
Musnahkan Narkotikan,...
Musnahkan Narkotikan, Wiranto: Napi Narkoba Harus Dipisah
A A A
TANGERANG - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto memimpin pemusnahan narkotika berbagai macam jenis. Pemusnahan barang haram itu dilakukan juga oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), Polda Metro Jaya, dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 453,56 Kg sabu, 712.116 pil ekstasi, 647,13 Kg ganja, 10 ribu butir happy five, 100 gram ketamine, 69,78 Kg daun kathinone, dan sejuta butir tablet PCC.

Pemusnahan barang sitaan narkotika dan obat-obatan terlarang periode Oktober-Desember 2017 itu dilakukan dengan cara dimasukan dalam Garbage Plant Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.

Kepala BNN Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Waseso (Buwas) mengatakan, barang bukti narkotika tersebut merupakan hasil, dari penindakan aparat gabungan BNN, bersama Polri, selama tiga bulan terakhir.

"Saat ini, Indonesia dijadikan sasaran empuk para bandar narkotika, dan sebagai senjata dalam melakukan proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa," kata Buwas di Tangerang, Kamis (28/12/2017).

Di Jakarta, sedikitnya ada 36 diskotek, dan sejumlah tempat hiburan malam yang terindikasi menjadi tempat peredaran narkotika. Namun, pihaknya tidak mau merinci diskotek tersebut. (Baca: Sekitar 90% Kasus Narkoba Dikendalikan Napi dari Dalam Lapas )

"Izin Pak Menko, di DKI Jakarta ada 36, dari total 81 diskotek yang ada, terindikasi menyebarkan narkotika. Saat kita lakukan pengecekan terhadap kurir untuk beli narkoba, dan 36 sample positif," tegas dia.

Dilanjutkan dia, dari 36 sample positif, pihaknya telah mengantongi barbuk dari masing-masing pelaku. Menjelang Tahun Baru 2018, pihaknya akan melakukan razia besar-besaran terhadap diskotek itu.

"Dari semua jenis narkotika yang ada, Happy Five yang paling marak digunakan pada saat malam pergantian tahun. Terutama, di diskotek-diskotek yang ada di DKI Jakarta," sambung Buwas lagi.

Sementara itu, Wiranto mengakui, jika Indonesia sudah masuk ke dalam pangsa pasar besar narkotika di dunia. Hal ini sangat mengkhawatirkan. Apalagi, dampak dari narkoba itu sangat merusak.

"Kita sudah masuk dalam pangsa pasar besar, dan kita tahu bahwa dampak dari narkoba sangat fatal. Saya banyak dapat laporan, banyak anak muda meninggal karena narkoba," kata Wiranto. (Baca: Penghuni Lapas di Indonesia Didominasi Napi Kasus Narkoba )

Apalagi, harga narkoba di Indonesia juga tergolong mahal. Bahkan ada yang harganya Rp2,5 juta per butir. Sedang jumlah narkotika yang masuk ke Indonesia dan menyentuh pasar jutaan orang.

"Ini perdagangan yang menggiurkan. Tetapi enggak boleh dibiarkan. Untuk itu, kita berikan apresiasi ke BNN yang telah memerangi narkoba tanpa kenal lelah, sampai ke akar-akarnya," sambungnya.

Musnahkan Narkotikan, Wiranto: Napi Narkoba Harus Dipisah


Namun, diakui Wiranto, pihaknya merasa kesulitan memberantas peredaran narkoba. Sebab, sumbernya berada di luar negeri. Terlebih, wilayah perbatasan sangat luas dan menjadi pintu masuk.

Selain itu, yang lebih mengkhawatirkan juga adalah masih maraknya peredaran narkoba dari dalam lapas. Ini menjadi masalah tersendiri baginya. Untuk itu, harus dilakukan penertiban lebih jauh.

"Seperti disampaikan Buwas, salah satu sumber peredaran narkoba berkembang dari lapas. Berarti ada masalah di sana? Ternyata, napi narkoba juga bercampur dengan napi lain di lapas," jelasnya.

Untuk itu, ke depan pihaknya akan membuat lapas khusus napi narkoba. Sehingga, mereka tidak lagi digabung dengan napi lain, baik napi kasus korupsi, maupun narapidana kasus kriminal.

"Harus dipisahkan agar jaringan tidak meluas. Kita juga akan memberikan efek jera pada napi narkoba untuk tidak bersosialisasi dengan napi lain yang. Jadi akan kita pisahkan," pungkas Wiranto.
(mhd)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Rawat Toleransi, Rampeani...
Rawat Toleransi, Rampeani Rachman Perindo Realisasikan Aspirasi Jemaat Gereja di Mimika
22 menit yang lalu
Kronologi JPO Tendean...
Kronologi JPO Tendean Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat hingga Nyaris Ambruk
2 jam yang lalu
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
3 jam yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
3 jam yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
3 jam yang lalu
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
4 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved