Ribuan Ikan Warga Mati Mendadak, Antam Janji Bantu Pemilik Kolam

Kamis, 21 Desember 2017 - 02:05 WIB
Ribuan Ikan Warga Mati...
Ribuan Ikan Warga Mati Mendadak, Antam Janji Bantu Pemilik Kolam
A A A
BOGOR - Manajemen PT Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor berjanji segera memberikan bantuan kepada para pemilik kolam ikan di Kampung Sidempok, Desa Bantar Karet, Nanggung, Kabupaten Bogor.

Vice President Corporate Social Responsibility Human Resource & Finance PT Antam UBPE Pongkor, Resna Handayani, mengaku prihatin dan menyesalkan penemuan ribuan ikan yang mati di kolam warga Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor.

"Kami prihatin atas kejadian ini dan akan memberikan bantuan kepada pemilik kolam. Saat ini kami juga melakukan penanganan taktis dan cepat terkait hal ini dan investigasi lebih lanjut," ujar Resna melalui keterangan persnya yang diterima wartawan, Rabu (20/12/2017).

Ia menyebutkan, atas keluhan warga tersebut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor telah mengambil sampel air Sungai Bondongan untuk mengetahui kandungan air. (Baca: Ribuan Ikan di Bogor Mati Mendadak Diduga Tercemar Limbah)

Pihaknya juga telah mengirim empat sampel ikan mati milik warga serta air kolam ke laboratorium eksternal PT Water Laboratory Nusantara (PT WLN Indonesia) di Bogor untuk dicek lebih lanjut.

"Pengecekan laboratorium eksternal perlu dilakukan untuk mendapatkan data valid perihal kondisi ikan mati dan air kolam" tuturnya.

Pihaknya meminta masyarakat agar menunggu data laboratorium WLN dan dari DLH Kabupaten agar dugaan terjadinya kebocoran IPAL itu tidak simpang siur. "Kami mengimbau warga agar tidak terprovokasi pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi dan kondisi ini," tandasnya.

Berdasarkan data laboratorim PT Antam Tbk UBPE Pongkor, kondisi air Sungai Bondongan yang selama ini digunakan warga untuk keperluan peternakan ikan masih memenuhi baku mutu. "Sebagai perusahaan negara kamu berkomitmen terhadap praktik operasional yang baik," ungkapnya.

Terkait adanya informasi sejumlah warga yang melakukan pemeriksaan ke puskesmas dan klinik PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Resna menyatakan saat ini pihaknya tengah melakukan inventarisir data pemeriksaan tersebut.

"Saat ini kami sedang inventarisir datanya. Sekali lagi mohon menunggu dan tidak terburu-buru memberikan pernyataan yang berlebihan. Karena sebagian warga ternyata memang memiliki riwayat penyakit, seperti darah tinggi dan sakit mag," katanya.
(thm)
Berita Terkait
Aliran Sungai Cileungsi...
Aliran Sungai Cileungsi Tercemar Limbah Pabrik
Aksi Warga Lawan Pencemaran...
Aksi Warga Lawan Pencemaran Limbah Pabrik
5 Sungai Paling Kotor...
5 Sungai Paling Kotor di Bekasi, Limbah Pabrik dan Sampah Jadi Masalah Utama
Terkait Air Lindi TPA...
Terkait Air Lindi TPA Sarimukti Cemari Sungai Citarum, Ini Penjelasan DLH Jabar
Ini Biang Kerok Sungai...
Ini Biang Kerok Sungai Cibeet Karawang Menghitam dan Bau Busuk
Limbah Ternak Masih...
Limbah Ternak Masih Jadi Problem Serius Penanganan Pencemaran Hulu Sungai Citarum
Berita Terkini
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
18 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
8 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
8 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
9 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
9 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
11 jam yang lalu
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved