Bupati Ngawi Tak Dapat Rekomendasi Mega, Zona Mataraman Jadi Medan Perang

Minggu, 15 Oktober 2017 - 19:42 WIB
Bupati Ngawi Tak Dapat...
Bupati Ngawi Tak Dapat Rekomendasi Mega, Zona Mataraman Jadi Medan Perang
A A A
JAKARTA - Gagalnya Bupati Ngawi Jawa Timur Budi "Kanang" Sulistyono mendapat rekomendasi Megawati Soekarnoputri membuat wilayah mataraman (eks Karsidenan Madiun) menjadi medan perang yang sengit dalam Pilgub Jatim 2018.

Menurut Kanang dengan tidak adanya figur perwakilan calon yang berasal dari wilayah Mataraman membuat partainya (PDIP) bekerja lebih keras. "Karena kosong (tidak ada calon dari mataraman), tentu PDIP akan bekerja lebih keras," ujar Kanang kepada sindonews.com di Kantor DPP PDIP Jakarta Minggu (15/10/2017).

Nama Kanang sebelumnya masuk dalam survei PDIP bersama Saifullah Yusuf, Khofifah Indar Parawansa, Risma Trimaharini, dan Abdullah Azwar Anas. Kanang juga turut dipanggil ke rumah Mega sebelum mengumumkan pasangan cagub cawagub Jatim.

Namun Mega lebih memilih menjatuhkan rekom kepada Saifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas sebagai pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur 2018-2023. Meski tidak terpilih sebagai penerima rekomendasi dan Mataraman gagal memiliki figur yang mewakili daerahnya, Kanang mengaku siap bertempur habis habisan. "Kita dukung habis. PDIP tidak boleh lelah," tegasnya.

Secara implisit Kanang juga berharap lawan politik tidak mengambil figur calon dari kawasan Mataraman. Jika itu terjadi tentu kerja politik pemenangan PDIP akan semakin berkeringat. "Malah bagus kalau kosong (tidak ada calon dari Mataraman). Kalau ada malah jadi masalah," paparnya. Secara geopolitik zona mataraman merupakan basis suara terbesar PDIP.

Di setiap perhelatan pemilu, Mataraman menjadi kunci kemenangan PDIP. Suara akan semakin terjaga jika salah satu figur (cagub dan cawagub) yang diusung PDIP berasal dari sana. Apalagi pasangan Gus Ipul dan Anas sama sama berasal dari kawasan tapal kuda (Pasuruan dan Banyuwangi).

Dalam kesempatan itu Kanang juga mengaku terkejut namanya tidak terpilih penerima rekom. Menurut dia, kemunculan namanya di bursa kandidat pilgub jatim karena murni adanya desakan dari grass root PDIP. "Itu (tidak dapat rekom) hal yang mengagetkan kita semua," ujar Kanang.

Sejak awal Kanang mengaku siap dicalonkan di perhelatan pilgub Jatim. Dia juga menyatakan patuh bila diminta melanjutkan pemerintahan Kabupaten Ngawi. Karenanya dia menilai pilihan Mega dalam menjatuhkan rekomendasi telah melalui pertimbangan terbaik. Kanang menilai Azwar Anas memiliki rekam jejak bagus di pemerintahan. Anas juga kader PDIP yang menurut dia layak diperjuangkan. "Dan kami semua legowo menerima keputusan itu (rekom). Tentu pertimbangan ibuk (Megawati) lebih baik dari pertimbangan teman teman yang mendesak saya," pungkasnya.
(wib)
Berita Terkait
Sekjen PDIP Pastikan...
Sekjen PDIP Pastikan Pilkada Jatim dan Sumut Tak Akan Lawan Kotak Kosong
PDIP Jatim Usulkan Puan...
PDIP Jatim Usulkan Puan Maharani Capres 2024, Keputusan di Tangan Megawati
PPP Resmi Usung Duet...
PPP Resmi Usung Duet Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024
Dampingi Khofifah di...
Dampingi Khofifah di Pilgub Jatim 2024, Emil Dardak: Komunikasi dengan PDIP Sangat Cair
Tri Rismaharini Hadiri...
Tri Rismaharini Hadiri Konsolidasi PDIP Perjuangan di Tulungagung
Pilkada Jatim: 2 Petugas...
Pilkada Jatim: 2 Petugas KPPS Meninggal dan 7 Sakit saat Bertugas
Berita Terkini
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
55 menit yang lalu
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
1 jam yang lalu
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
9 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
9 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
11 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved