Soal Kepemimpinan Djarot Klaim Sukses, Pengamat Nilai Jeblok

Selasa, 10 Oktober 2017 - 22:25 WIB
Soal Kepemimpinan Djarot...
Soal Kepemimpinan Djarot Klaim Sukses, Pengamat Nilai Jeblok
A A A
JAKARTA - Menjelang akhir masa jabatannya, Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengklaim kepemimpinan Gubernur Jokowi, Ahok, hingga dirinya berjalan sukses. Sementara, pengamat menilai kepemimpinan ketiganya tidak melibatkan partisipasi publik sehingga kebijakannya hanya popularitas.

Djarot mengatakan, dalam 5 tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diteruskan oleh dirinya sejak 2015 lalu, ada beberapa hal yang berubah dan patut dibanggakan.

"Untuk detail biarkan warga yah yang menilai, tapi kami terus berusaha maksimal," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Djarot menjelaskan, hal yang paling membanggakan itu merupakan hasil usaha maksimal. Misalnya sungai-sungai yang sudah bersih, normalisasi 13 sungai yang terkoneksi dengan saluran pemukiman dan sistem keuangan berbasis elektronik seperti e-budgeting, e-catalog kemudian e-planning sampai dengan castles.

Mantan Wali Kota Blitar itu mengakui bahwa normalisasi 13 sungai belum tuntas dan belum terkoneksi dengan saluran pemukiman seluruhnya lantaran selama ini pihaknya terkonsentrasi ke kali Ciliwung, Grogol dan Krukut. Menurutnya, dengan normalisasi yang dilakukan selama ini, banjir di Jakarta berkurang.

"Sistem keuangan berbasis elektronik yang terkoneksi dengan Smart City dan berpengaruh terhadap tunjangan Kinerja Daerah (TKD) membuat Pegawai Negeri Sipil (PNS) nyaman dan tidak ada ketakutan dan kekhawatiran lagi," ungkapnya.

Direktur Pusat Kajian Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah menilai bahwa sejak 5 tahun belakangan ini, kepemimpinan Gubernur tidak pernah menggunakan kebijakan publik. Mulai dari penataan kota dengan melakukan penggusuran, mengatasi kemacetan, mengendalikan banjir hingga membuat izin reklamasi.

Padahal, kata Trubus, DKI Jakarta memiliki Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang berkewenangan untuk menjaring aspirasi warga DKI sebagai masukan Gubernur sebelum mengeluarkan kebijakan.

"Jakarta ini ibukota. Segala kebijakannya harus matang. Publik harus dilibatkan. Tanpa partisipasi publik, kebijakannya hanya popularitas," ungkapnya.
(ysw)
Berita Terkait
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Empat Waduk untuk Antisipasi Banjir
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Pemprov DKI Cabut KJP...
Pemprov DKI Cabut KJP dan KJMU yang Tidak Tepat Sasaran
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
7 jam yang lalu
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
7 jam yang lalu
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
7 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
7 jam yang lalu
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
8 jam yang lalu
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
8 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved