Diterjang Banjir Bandang, DPRD Desak SD Kampung Tengah Direlokasi
Rabu, 11 Oktober 2017 - 00:07 WIB
Diterjang Banjir Bandang, DPRD Desak SD Kampung Tengah Direlokasi
A
A
A
BOGOR - Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi mendesak Pemkab Bogor segera merelokasi bangunan SDN Kampung Tengah yang memang sudah tak layak dan mengancam keselamatan siswa karena sekolah itu letaknya di bibir sungai.
"Relokasi merupakan solusi yang tepat. Karena saya melihat sendiri kerusakan bangunan sekolah akan percuma saja jika diperbaiki karena tak menjamin kenyamanan dan keamanan siswa yang belajar," ungkapnya usai kunjungan ke lokasi banjir bandang di SDN Kampung Tengah, Selasa (10/10/2017).
Selain rawan banjir, lanjutnya, SDN Kampung Tengah rawan saat hujan turun karena longsor setiap saat mengancam siswa yang sedang belajar.
Tak hanya itu, pihaknya meminta Pemkab Bogor segera membangun kembali jembatan dan merelokasi beberapa rumah warga hingga sekolah ke tempat yang lebih layak.
Terlebih, ada lebih dari 44 KK warga Kampung Tengah yang terisolir lantaran jembatan penghubung terputus saat banjir bandang terjadi.
Menurut lelaki yang akrab disapa Jaro Ade tersebut, kondisi sekolah ini sudah sangat kritis dan tidak layak lagi dipakai untuk kegiatan belajar mengajar.
"Apalagi 70 persen ruang kelas ambruk terbawa banjir. Dan itu harus segera dilakukan, karena anggaran untuk korban bencana memang telah dialokasikan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor TB Luthfi Syam mengatakan, pihaknya saat kejadian sudah berupaya membantu menyelamatkan barang yang masih tersisa serta koordinasi untuk memindahkan sementara kegiatan belajar ke SDN Puraseda 1.
"Rencana berikutnya kita segera melakukan pemasangan bronjong, tapi ini sepertinya agak terlambat karena anggaran perubahan baru beres," ujarnya.
Luthfi juga mengaku telah berkoordinasi dengan kepala desa setempat untuk mencari lokasi alternatif agar tanah bisa segera dibeli dan segera dibangun. "Semuanya masih tahap proses, tentu kami usahakan segera," pungkasnya.
"Relokasi merupakan solusi yang tepat. Karena saya melihat sendiri kerusakan bangunan sekolah akan percuma saja jika diperbaiki karena tak menjamin kenyamanan dan keamanan siswa yang belajar," ungkapnya usai kunjungan ke lokasi banjir bandang di SDN Kampung Tengah, Selasa (10/10/2017).
Selain rawan banjir, lanjutnya, SDN Kampung Tengah rawan saat hujan turun karena longsor setiap saat mengancam siswa yang sedang belajar.
Tak hanya itu, pihaknya meminta Pemkab Bogor segera membangun kembali jembatan dan merelokasi beberapa rumah warga hingga sekolah ke tempat yang lebih layak.
Terlebih, ada lebih dari 44 KK warga Kampung Tengah yang terisolir lantaran jembatan penghubung terputus saat banjir bandang terjadi.
Menurut lelaki yang akrab disapa Jaro Ade tersebut, kondisi sekolah ini sudah sangat kritis dan tidak layak lagi dipakai untuk kegiatan belajar mengajar.
"Apalagi 70 persen ruang kelas ambruk terbawa banjir. Dan itu harus segera dilakukan, karena anggaran untuk korban bencana memang telah dialokasikan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor TB Luthfi Syam mengatakan, pihaknya saat kejadian sudah berupaya membantu menyelamatkan barang yang masih tersisa serta koordinasi untuk memindahkan sementara kegiatan belajar ke SDN Puraseda 1.
"Rencana berikutnya kita segera melakukan pemasangan bronjong, tapi ini sepertinya agak terlambat karena anggaran perubahan baru beres," ujarnya.
Luthfi juga mengaku telah berkoordinasi dengan kepala desa setempat untuk mencari lokasi alternatif agar tanah bisa segera dibeli dan segera dibangun. "Semuanya masih tahap proses, tentu kami usahakan segera," pungkasnya.
(ysw)