Imigrasi Bandara Soetta Gagalkan Perdagangan Manusia ke Eropa

Senin, 09 Oktober 2017 - 14:03 WIB
Imigrasi Bandara Soetta...
Imigrasi Bandara Soetta Gagalkan Perdagangan Manusia ke Eropa
A A A
TANGERANG - Petugas Imigrasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang menggagalkan upaya perdagangan manusia ke Eropa. Jaringan ini menggunakan paspor palsu, dan transitnya di Bandara Soetta untuk menuju ke Eropa.

Kepala Imigrasi Bandara Soetta Enang Supriyadi Syamsi mengatakan, kasus perdagangan manusia di Eropa sedang tren dan mengalami kenaikan."Mereka mencari suku-suku tertentu yang ada di Malaysia, korbannya dari Sri Lanka, dan Bangladesh. Ada tiga korban yang kami amankan, dari dua pelaku," kata Enang kepada SINDOnews, Senin (9/10/2017).

Enang menuturkan, jaringan perdagangan manusia ke Eropa ini melibatkan sindikat perdagangan manusia internasional. Modus yang digunakan adalah melakukan pendampingan dan paspor palsu.

"Paspor palsu ini sudah disiapkan terlebih dulu di Malaysia. Lalu diselundupkan dan modusnya dengan mencari kemiripan wajah korban dalam paspor itu," tuturnya. Menurut Enang, seorang pelaku tertangkap saat membawa seorang anak berusia 17 tahun, untuk dijadikan anak angkat pada keluarga yang cukup mampu di London.

"Sedang pelaku kedua seorang perempuan membawa seorang anak perempuan untuk dijadikan pembantu rumah tangga, pada keluarga Eropa. Pelaku membawa parpor asli dari Sri Lanka," ungkapnya.

Para pelaku datang ke Indonesia dari Sri Lankn menggunakan paspor asli dan membawa paspor yang telah dihilangkan dan telah dipalsukan.
"Selain dijadikan pekerja rumah tangga dan diadopsi, di Eropa mereka bisa juga dijadikan sebagai PSK dan kurir narkoba. Hal itu bisa saja terjadi," sambungnya.

Kasus perdagangan manusia ini berhasil dibongkar petugas imigrasi, pada 23 September 2017. Saat para pelaku hendak terbang dari Bandara Soetta ke Eropa. "Jaringan ini menggunakan paspor palsu, dan transitnya di Bandara Soetta untuk menuju ke Eropa. Sindikat itu memakai paspor dari Malaysia seperti aslinya guna mengelabui petugas," jelasnya.

Kepada petugas, para pelaku mengaku bekerja sebagai kurir dalam bisnis perdagangan manusia itu. Sekali mengirim orang, mereka diberi imbalan USD2.000.
(whb)
Berita Terkait
Miris! Perdagangan Manusia...
Miris! Perdagangan Manusia Berkedok Warung Kopi, 18 Wanita Disekap
Penyelundup Manusia...
Penyelundup Manusia Manfaatkan Krisis Global Saat Pandemi Covid-19
Polda Kepri Selamatkan...
Polda Kepri Selamatkan 5 Wanita yang Dijadikan Penari Antarpulau
Bocah Diculik-Ditukar...
Bocah Diculik-Ditukar Tabung Gas Bisa Masuk Kategori Perdagangan Manusia
Viral WNI Disekap di...
Viral WNI Disekap di Myanmar, Keluarga Minta Pemerintah Pulangkan Korban
Peringatan Hari Anti...
Peringatan Hari Anti Perdagangan Manusia Dunia
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
5 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
8 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
9 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
9 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
10 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved