Dua Pelaku Pembunuhan Pelajar Muhammadiyah Dibekuk

Selasa, 03 Oktober 2017 - 20:58 WIB
Dua Pelaku Pembunuhan...
Dua Pelaku Pembunuhan Pelajar Muhammadiyah Dibekuk
A A A
MAKASSAR - Hanya berselang beberapa jam, polisi berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Muh Aslansyah (20). Tersangka mengakui tersulut dendam saat menyerang korban.

Korban yang biasa disapa Aslan tewas setelah satu tusukan badik menghujam ulu hatinya. Alumnus SMK Muhammadiyah Bontoala, Sulawesi Selatan, itu menghembuskan nafas terakhir saat dilarikan ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, Selasa (3/10/2017).

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban bersama kerabatnya, Muh Akbar (17), sedang duduk menyandar sepeda motor di tepi Jalan Datuk Patimang, sebelah SMP Negeri 4 Makassar, sekira pukul 19.30 Wita.

Menurut Wakil Kapolrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait, kedua korban sengaja ke lokasi untuk mengambil stempel organisasi. Sambil menunggu rekannya, mereka sama-sama bermain handphone di tepi jalan.

Namun dua pemuda yang mengendarai motor metik berwarna merah tetiba datang menghampiri kedua kader Muhammadiyah itu. Mereka belakangan diketahui bernama Syahrul (22), warga Jalan Tinumbu lorong 148, dan Muh Irwan alias Iwan (18), warga Perumahan Bumi Sari Indah, Blok A S No 6.

“Pelaku boncengan dan lelaki Syahrul langsung menghampiri korban dan mengeluarkan badik sembari menanyakan alamat di mana Jalan Cenderawasih?. Korban bergerak karena kaget sehingga badik itu menusuk ulu hati korban sebanyak satu kali,” jelas Hotman saat ekspose pengungkapan kasus, Selasa (3/10/2017).

Keduanya kemudian dibekuk secara terpisah beberapa jam setelah beraksi. Mereka diidentifikasi berdasarkan keterangan saksi-saksi mata di lokasi kejadian.

Iwan dibekuk saat sembunyi di rumah kerabatnya di Kompleks Perumahan Bumi Sari Indah, Bollangi, Kabupaten Gowa, sekitar pukul 05.30 Wita. Kemudian polisi meringkus Syahrul di indekosnya sekitar tiga jam berikutnya.

Hotman menyebutkan, motif kejahatan kedua pelaku untuk sementara untuk mencuri gawai korban. Sebab salah satu tersangka, Syahrul merupakan residivis yang sudah bolak-balik di jeruji besi.

“Sementara kesimpulan awal adalah pelaku berusaha mengambil handphone yang digunakan korban. Namun ada pergerakan sehingga terjadi penikaman itu,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Anwar Hasan menyebutkan, kedua tersangka diancam menggunakan pasal berlapis, yakni 365 (pencurian bersama-sama) dan 338 (pembunuhan) KUHPidana juncto Pasal 56 Ayat 1 dengan ancaman pidana penjara maksimal seumur hidup.

“Indikasi pembunuhan berencana kita masih dalami. Namun terkait dengan alat yang digunakan dan sasaran yang dia lakukan sudah bisa kita gunakan di pasal 338,” jelas Anwar.

Sedangkan Syahrul mengakui melakukan aksinya lantaran dendam. Sebab, kata pria kurus itu, korban diingatnya menjadi salah satu yang terlibat saat dia dimassa warga beberapa bulan lalu.

Syahrul yang dihadiahi timah panas saat mencoba mengecoh polisi, mengaku mengenali wajah korban. Sehingga pura-pura bertanya, lalu menghujamkan badik yang dibawanya.
(rhs)
Berita Terkait
Siapa Sharif Osman Hadi?...
Siapa Sharif Osman Hadi? Pemimpin Demonstrasi Bangladesh yang Meninggal di Singapura
14 Aktivis Asing yang...
14 Aktivis Asing yang Dibunuh Israel selama 20 Tahun Terakhir
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Ermanto Usman
LPSK Siap Lindungi Keluarga...
LPSK Siap Lindungi Keluarga Korban Pembunuhan Aktivis Buruh di Jatibening Bekasi
Polisi Ungkap Motif...
Polisi Ungkap Motif Kasus Pembunuhan Aktivis Buruh Ermanto Usman
Polisi Tangkap Terduga...
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Aktivis Buruh Ermanto Usman
Berita Terkini
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
4 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
8 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
1 jam yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Infografis
Ketua Umum PP Muhammadiyah...
Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta PPN 12% Dikaji Ulang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved